Cara Praktis Mengetahui Keaslian Batu Akik Dengan Smartphone

By mangkoko : last updated 17 Oct 2015

Cara mengatahui keaslian batu akik (agate) menjadi penting seiring dengan popularitasnya yang semakin meningkat. Jika dahulu penggemar batu akik terbatas pada orang-orang tua, sekarang tidak lagi. Demam akik telah melanda segala usia, mulai dari remaja seusia SMP hingga kakek-kakek. Penggemar batu akik pun datang dari berbagai macam profesi: pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha, politikus, bahkan juga para artis papan atas.

Permintaan batu akik di pasaranpun otomatis semakin melonjak pula. Akibatnya di pasaran tidak saja dibanjiri batu akik asli, tetapi juga produk batu tiruan yang menyerupai akik. Bagi para penggemar batu berpengalaman, tentu saja sangat mudah membedakan mana batu asli dan mana yang imitasi atau tiruan.

Namun bagi kita masyarakat awam, yang baru mulai menyukai batu akik, sering kesulitan mengidentifikasi keasliannya. Karena batu-batu imitasi (bukan natural stone) sangat mirip dengan akik asli, bahkan sering terlihat lebih cemerlang dibanding batu asli.

Menguji keaslian batu akik dengan smartphone

Menguji keaslian batu akik dengan smartphone

Uji keaslian batu akik dengan smartphone
Caranya sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun. Alat ujinya menggunakan smartphone layar sentuh yang pasti telah anda miliki. Tidak perlu menginstal software apapun pada smartphone anda, karena yang digunakan untuk mendeteksi keaslian batu akik adalah sensor sentuh yang ada di permukaan layar smartphone.

Bagaimana caranya?

    1. Aktifkan smartphone anda.
    2. Kemudian gosokkan dengan lembut batu akik yang diuji di permukaan layar sentuh.

Jika itu batuan asli maka akan ada respon pada layar sentuh. Batu akik asli berfungsi laiknya sebuah stylus pen pada smartphone layar sentuh. Sedangkan akik imitasi tidak menimbulkan reaksi apapun pada layar sentuh.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Akik adalah salah satu batuan alam yang terbentuk dari berbagai macam mineral alam termasuk pula mineral-mineral logam yang bersifat kapasitif. Demikian pula sebuah stylus pen, dibuat dari campuran karet dan mineral logam yang bersifat kapasitif. Sehingga ketika disentuhkan  pada permukaan touch screen, batu akik akan bereaksi sama seperti halnya stylus. Sedangkan batu imitasi atau tiruan umumnya terbuat dari bahan semacam kaca atau zircon yang tidak bersifat kapasitif.

Saya mencoba menguji berbagai macam jenis akik koleksi sendiri dengan cara ini. Batu akik seperti pancawarna, kecubung, sulaiman (kalsedon Pacitan) bahkan juga opal sudan (sejenis kalimaya), hasilnya semua bereaksi seperti sebuah stylus pen. Sedangkan macam-macam batu imitasi seperti zircon (american diamond) tidak bereaksi apapun terhadap touch screen.

Untuk batu akik yang telah diemban menjadi cincin atau perhiasan lain, cara mengujinya juga sama. Namun anda harus lebih berhati-hati jangan sampai metal emban cincinnya ikut menyentuh touch screen, karena akan menyebabkan proses pengujian menjadi tidak akurat. Emban cincin umumnya terbuat dari logam seperti emas, perak dan stainless stell. Pada umumnya bersifat kapasitif, akan bereaksi di atas touch sceen. Jika batu dan emban dua-duanya menyentuh maka reaksi touch screen terjadi karena bergesekan dengan emban, bukan dengan batu yang sedang diuji.

Apakah cara pengujian ini 100% akurat?
Tentu saja tidak!
Beberapa jenis batu akik bereaksi dengan cara ini. Tetapi belum tentu untuk jenis-jenis batu mulia lain. Ada kemungkinan pula batu-batu imitasi yang dibuat dengan campuran mineral bersifat kapasitif juga bereaksi terhadap touchscreen.

Saya mencoba menguji black saphire dan topaz, hasilnya negatif tidak ada reaksi apapun pada touch screen. Tetapi saya tidak tahu persis apakah black saphire maupun topaz tidak bersifat kapasitif atau karena batu-batu saya tersebut bukan natural stone. Karena memang belum tersertifikasi laboratorium gemologi. Hanya berdasar klaim dari penjualnya (dari Thailand). Dilihat kasat mata memang terlihat asli.

Sensitifitas Touchscreen
Sensitifitas touchscreen smartphone terhadap batu akik alam juga berbeda-beda. Saya mencoba menggunakan Nokia X dan Asus Zenfone 5, berfungsi dengan baik. Sedangkan saya coba menggunakan Samsung Galaxy Tab dan Huawei Ascend P1 sangat sulit.

Kesimpulan
Pengujian batu akik dengan smartphone layar sentuh ini sebaiknya dipakai untuk deteksi awal saja. Deteksi ringan, sekedar menelisik kira-kira berbahan dasar apa. Jangan dijadikan bahan perdebatan tentang akurasinya. Karena memang tidak cukup akurat.

Untuk batu-batu akik yang bernilai sangat tinggi, sebaiknya lakukan pengujian yang lebih komprehensif di Laboratorium Gemologi. Di sana ada pakar bebatuan mulia dan peralatan khusus untuk mengukur berbagai parameter batu. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasilnya, mereka akan menerbitkan sertifikat yang menerangkan spesifikasi batu.


12 thoughts on “Cara Praktis Mengetahui Keaslian Batu Akik Dengan Smartphone

  1. Firman

    Wah bener bgt tu cara sederhana tapi ampuh buat ngedeteksi keaslian batu akik…
    Nice share gaaan…

    mangKoko says:
    Trims mas Firman, telah berkunjung.

    Reply
  2. Al Qadri

    Tekhnik tersebut tidak sepenuhnya benar, kalau untuk sekedar uji awal boleh tapi untuk kepastiannya belum bisa dipertanggung jawabkan. Trmksh.

    mangKoko says:
    Betul mas Al Qadri, setuju dengan anda.
    :-)

    Reply
  3. Mas Tampan

    Penggemar batu akik juga mang koko ?
    Orang bilang itu “monkey business”, ya mirip dulu lah lagi ngetrendnnya gelombang cinta…He…he…

    mangKoko says:
    Sekedar suka saja mas, sejak lama sebelum mulai naik daun. Sering keasyikan berburu di Ebay, he he.

    Reply
  4. achmad syaepuloh

    mang koko, kalo berburu di ebay, bagaimana cara membedakan batu yang alami, dengan batu hasil “olahan” terima kasih.

    mangKoko says:
    Hallo mas Achmad,
    Di Ebay kita cuma mengandalkan trust/kepercayaan saja. Pastikan sbb:
    1. Bertransaksilah hanya dengan seller yang memiliki reputasi sangat baik.
    2. Cermati description dari seller. Seller yang baik biasanya akan menjelaskan spesifikasi sedetail mungkin. Termasuk akan menyebutkan natural atau bukan. Yang natural-pun juga sering disebutkan sudah dilakukan treatment atau tidak.

    Reply
  5. anotherorion

    waduh menarik mang, saya sudah mikir ada aplikasi smartphone tertentu buat ngujinya ternyata caranya simpel dan gak kepikiran deh :v

    mangKoko says:
    Begitu ya mas!

    Reply
  6. Noechi Zukoi

    Sebenarnya tes menggunakan touch screen bkn pilihan
    Sebab ada jenis batu mulia tertentu yg tdk bs di gunakan pd layar sentuh
    Paling benar adalah uji lab.

    mangKoko says:
    Setuju bro, uji dengan layar sentuh hanya salah satu cara praktis saja. Paling sahih tentu saja uji lab. Trims sudah berkunjung
    :-)

    Reply
  7. Mee

    Analisa yg bagus Pak, memang untuk deteksi awal bisa spt itu pak.
    Namun untuk jenis batuan yang tergolong Batu mulia tetap tingkat kekerasan yang harus diperhitungkan.

    Supaya pengukuran lebih akurat dan presisi harus menggunakan skala Mohs yaitu mendeteksi tingkat kekerasan batu. Namun ada satu kendala, untuk menguji kekerasan itu harus diberi presure sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada batu.

    Nah kalau ada info mengenai sensor penguji kekerasan selain strain gage kasih info juga ya,, sy juga lg riset bikin alat ukur digitalnya?!!!!!

    Kalau dlm sistem pengukuran, menentukan batu yang benar-benar keasliannya, ibarat kita sedang meraba bagian2 badan gajah. Namun gajah memiliki ciri khas yaitu belalai, sama halnya dengan batu ciri khasnya adlh tingkat kekerasannya.

    mangkoko says:
    Wow … keren Mee!
    Kabar-kabar ya kalau risetnya berhasil!
    Menentukan keaslian (baca: natural) sebuah batu mulia pada dasarnya memang harus membutuhkan peralatan lab, ditambah dengan referensi yang representatif tentang batu ybs. sebagai pembanding data hasil lab. Parameter yang dibandingkan minimal adalah tingkat kekerasan, berat jenis dan pengamatan visual. (CMIIW)

    Mirip seperti menentukan keaslian sebuah lukisan. Pertama kali harus ada dokumentasi (foto xray) lukisan asli. Sehingga jika ada lukisan lain yang mirip, tinggal dibandingkan saja dengan yang asli.

    Reply
  8. fia

    Cakep banget nih…langsung aja d coba, pake smartphone dg batu yang ada d taman, ternyata bisa….tp selain batu alam, gak bs bergerak. klo pake emas tdk bs bergeser2…trus kalo titanium malah bisa.

    mangKoko says:
    He he … Fia ini type experimental sejati ya?
    :-)

    Reply
  9. Seri Bahasa

    Saya punya brpa batu mulia yg sya kenalpasti keasliannya.
    Bolehkah mas bantu sya utk mengenali jenis batu mulia tersebut.
    Mohon kalau bisa berhubung langsung melalui email sya, kgparis[at]hotmail.com.

    mangKoko says:
    Hallo bro …
    Saya sendiri bukanlah pakar batu mulia, hanya penggemar saja.
    Silahkan kalau pengin saling share, alamat email saya ada di link About

    Reply
  10. Dody

    Saya punya raflesia dan sulaiman junjung drajat..
    Jadi Saya mau ngetes asli atau palsu..
    Di mana alamat uji lab solo,karang anyar..?
    Ini nope saya
    082323544202
    trimz..

    mangKoko says:
    Hallo mas Dedy,
    Maaf saya tidak tahu alamat lab batu mulia yang anda maksudkan.
    Biasanya kalau lagi ada pameran, ada lab yang membuka jasa membuat memo atau sertifikat.

    Reply
  11. shafy

    terima kasih infonya. coba dipraktekkan ah. sayang akhir2 ini udah mulai lesu. mungkin butuh terobosan baru. ato udah pada titik jenuh ya. banyak pemain ya barangkali.

    mangKoko says:
    Trims kembali Shafy,
    Sudah berkenan berkunjung ke rumah mangKoko

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.