Resep Tradisi: Jeruk Nipis + Madu

By mangkoko : last updated 29 Sep 2014

Anda pasti kenal madu, cairan berasa manis dengan segudang khasiat yang tidak diragukan lagi. Kalau madu dicampur dengan jeruk nipis jadilah ia obat batuk alami yang cespleng. Jika tidak suka rasa asamnya, silahkan diencerkan dengan air agar rasa asamnya berkurang, sehingga menjadi jus jeruk nipis madu yang selain menyegarkan juga tetap berkhasiat mengatasi si ehem … yang mengganggu kenyamanan tenggorokan.

Resep Tradisi: Jeruk Nipis + Madu Mengatasi Gangguan Tenggorokan

Resep Tradisi: Jeruk Nipis + Madu Mengatasi Gangguan Tenggorokan

Madu dipercaya sebagai super food karena berasal dari nectar bunga-bungaan yang dikumpulkan oleh lebah. Kemudian diproses di dalam sarang mereka sehingga menjadi cairan manis yang kaya manfaat. Nutrisi yang terkandung di dalam madu terutama adalah zat gula berupa fruktosa dan glukosa. Ada juga karbohidrat, sedikit vitamin dan mineral. Selain itu terkandung di dalamnya beberapa senyawa penting yang dianggap sebagai anti oksidan.

Sedangkan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu jenis jeruk yang biarpun berasa asam tetapi sangat popular dipakai sebagai penyedap makanan dan minuman. Sejak jaman dahulu para tetua kita memiliki tradisi menggunakan jeruk nipis ini sebagai campuran jamu dan untuk mengobati batuk karena dapat berfungsi sebagai peluruh dahak (mukolitik).

Jus jeruk nipis madu menjadi favorit mangKoko untuk mengobati batuk atau gangguan teggorokan yang umum terjadi saat pergantian musim.

“Ngapain sih susah-susah bikin obat batuk sendiri mang ?”
Alasan utama : madu + jeruk nipis itu … enak dan menyegarkan … :-)
Alasan berikutnya … ini agak panjang ceritanya …
Saya termasuk orang yang beruntung mendapat anugerah hipertensi (he he ..), sehingga dokter tidak pernah memberi resep obat batuk. Karena sebagian besar obat batuk mengandung dekongestan yang bersifat menaikkan tekanan darah sehingga beresiko bagi penderita hipertensi seperti sya. Sebagai gantinya dokter biasanya memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Toh jika daya tahan tubuh membaik, batuk akan sembuh dengan sendirinya.

Karena itulah saya menggunakan tradisi nenek untuk menyembuhkan batuk yaitu dengan campuran jeruk nipis + madu. Ada juga resep lain yang menggunakan jeruk nipis + kecap manis, tetapi saya lebih suka jeruk nipis plus madu karena lebih natural. Kita tidak tahu pasti, kecap manis dibuat dengan bahan apa saja. Ada kemungkinan ditambahkan bahan pengawet yang tidak aman untuk tubuh kita. Jeruk nipis plus madu sudah teruji ampuh mengatasi gangguan tenggorokan. Jika tidak ada jeruk nipis bisa diganti dengan jeruk limau, jeruk lemon, atau jeruk lain sejenis jeruk nipis.

Bagi sahabat sekalian yang akan menunaikan ibadah haji, resep ini sangat berguna. Kondisi iklim, kelembaban udara, debu, dan perbedaan temperatur udara siang dan malam yang ekstrim di sana banyak menyebabkan kasus ISFA (infeksi saluran pernafasan atas). Apalagi ditambah kondisi di dalam perkemahan di Mina yang tidur berdempetan seperti ikan pindang sehingga memudahkan saling tertularnya gangguan penyakit yang disebarkan melalui udara. Anda nggak perlu membawa jeruk nipis dan madu dari tanah air. Karena selain merepotkan juga ada kemungkinan dibongkar di bandara karena peraturan penerbangan yang melarang membawa barang cair lebih dari 100 ml. Di Saudi Arabia, baik di Makah maupun Madinah madu sangat mudah di temukan di warung maupun supermarket. Madu Arab sangat terkenal kualitasnya, harganya tidak semahal di tanah air. Jeruk nipis memang relatif sulit dicari, anda bisa menggantinya dengan jeruk lemon yang banyak dijual di supermarket disana.

Demikian sahabat sekalian, sebuah resep sederhana, mudah dibuat, dan enak.
Bukankah tradisi alami ini sangat pantas untuk dilestarikan ?

Catatan:
Ada satu lagi tanaman dari keluarga jeruk-jerukan yang enak, bisa kita tanam sendiri dan efektif melegakan tenggorokan, yaitu: Jeruk Kingkit.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.