Sepiring Kimpul Kukus

By mangkoko : last updated 15 Jun 2014

Anda tahu kimpul ? kalau nggak tahu memang sangat wajar. Karena kimpul adalah makanan dari kampung yang sudah jarang dilirik lagi pada jaman serba instan ini. Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) adalah tanaman dari keluarga talas-talasan yang umbi-nya bisa dimakan. Nama lainnya adalah talas Belitung, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Blue Taro. Warna kulitnya hitam kecoklatan seperti warna tanah, daging umbinya yang bisa dimanfaatkan berwarna putih. Ukurannya kurang lebih sebesar ubi jalar.

Pagi itu pak Tholib tukang sayur langganan telah berdiri di depan pintu pagar sambil nenteng sekantong plastik umbi-umbian berwarna hitam kecoklatan.
Pak, ini pesenan ibu kemarin”, katanya.
“Apa ini pak Tholib ?”
Kimpul pak, tetapi masih mentah!”, jawab pak Tholib lebih lanjut.

Sepiring kimpul kukus

Sepiring kimpul kukus

Woww asyik …
Lantas terbayang di benak mamang : Sepiring kimpul kukus yang masih kebul-kebul, yang jika digigit terasa agak masir, gurih dan sungguh nendang khas umbi kampung. Selain di kukus, talas Belitung ini juga sering direbus atau digoreng.

Weleh-weleh mang, kimpul saja kok sampai dibayangkan kayak gitu !

Lho jangan remehkan makanan kampung ya ! Kimpul itu makanan sehat yang biasa dikonsumsi nenek moyang kita sejak dulu kala. Jarang lho diantara beliau terkena penyakit macam-macam terutama penyakit degeneratif seperti yang jamak diderita orang-orang jaman sekarang. Kita sering salah kaprah menganggap makanan-makanan instan yang diawetkan, makanan tinggi kadar lemak dan gula sebagai makanan modern yang berkualitas tinggi. Termasuk juga mengagung-agungkan susu dan keju sebagai makanan sempurna. Padahal Prof Dr Hiromi Shinya, seorang ahli enzim berkebangsaan Amerika keturunan Jepang mengatakan : susu sapi adalah makanan paling buruk bagi manusia, manusia itu menyalahi kodrat karena tidak ada makhluk di dunia ini yang minum susu sampai tua kecuali manusia.
Lho kok malah ngomong tentang susu sih ?
Maaf ngelantur … he he.

Di Indonesia, umbi kimpul umumnya tidak ditanam secara intensif di lahan pertanian. Biasanya hanya mengisi lahan-lahan sela di kebun atau pematang sawah. Umbi ini relatif mudah tumbuh, sehingga sering tumbuh tanpa pemupukan dan perawatan yang berarti, bisa dikatakan tumbuh secara organik. Sehingga sudah sepantasnya jika kita mau menjadikannya sebagai salah satu sumber nutrisi sehat.

Kimpul mestinya bisa menjadi makanan alternatif untuk menggantikan nasi. Konon beberapa kalangan mencoba mengolah kimpul menjadi makanan ringan seperti ceriping, kerupuk dan dodol kimpul. Ada juga yang mengolahnya menjadi tepung kimpul sehingga lebih praktis untuk diolah menjadi aneka jajanan. Memang produk-produk turunan kimpul ini masih jarang ditemukan di pasar.


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.