Antara Jakarta dan Oakland

By Suharyo Widagdo : last updated 23 Oct 2016

Oakland adalah nama sebuah kota yang terletak di California – Amerika Serikat. Sebagaimana umumnya sebuah kota besar, denyut nadi kehidupan di kota inipun bersifat dinamis. Pembangunan/kegiatan yang berorientasi ke bidang ekonomi terus berlangsung seakan tanpa henti. Gedung-gedung jangkung terus bermunculan membentuk belantara beton. Namun bukan berarti pemerintah kota Oakland melupakan sisi estetikanya.

Di wilayah manapun di Oakland kita dengan mudah akan menemukan taman, yang terpelihara rapi, tempat kita bersantai ria melepaskan penat dan menyegarkan pikiran. Taman-taman kota ini memang sengaja dibangun pemerintah kota Oakland, sebagai pengejawantahan dari diluncurkannya program langit biru, selain untuk memperindah kota dan tempat resapan air, juga berfungsi sebagai paru-paru kota agar kualitas udaranya terjaga baik.

Di taman induk kota Oakland

Di taman induk kota Oakland

Berdasar pertimbangan itulah pemerintah kota Oakland tidak rakus untuk mengisi semua lahan yang ada dengan bangunan yang bernilai ekonomi tinggi seperti shopping mall atau apartemen. Mereka tetap menyisakan lahan untuk membangun taman dan fasilitas-fasilitas sosial lain.

Sama sekali tidak terbayangkan jika di sebuah pusat bisnis suatu kota, dimana harga tanah amat tinggi, dibangun hutan buatan seluas 1 Ha lengkap dengan danau buatannya. Namun itulah kenyataan yang ada di kota Oakland. Ditengah kepungan hutan beton terdapat ‘hutan asli’yang dapat menyegarkan pikiran serta menghilangkan kepenatan kita. Karena besar dan luasnya, iapun disebut sebagai induknya semua taman di Oakland. ‘Taman induk’ ini dilengkapi dengan danau buatan serta jogging track di seputar danau. Di akhir minggu, warga kota Oakland tumplek di sini. Berbagai macam aktivitas warga dapat ditemukan di sini. Berjoging mengelilingi danau, bersampan atau bermalas-malasan sambil mandi matahari.

Burung-burung merpati di kota Oakland

Burung-burung merpati di kota Oakland

Keberadaan ‘taman induk’ ini mampu menyeimbangkan ritme kehidupan warga kota Oakland setelah selama 5 hari terbelenggu rutinitas nine to five (jam kerja kantor).

Taman lain yang keberadaannya tidak boleh diabaikan, meskipun tidak begitu luas, dan tak kalah menariknya terletak di bagian barat kota. Di sini kita dapat memberi makan puluhan burung merpati yang dilepas bebas. Tanpa takut lagi burung-burung itu mengambil butiran jagung yang ada di telapak tangan kita. Itulah atraksi yang tak mungkin ditemukan di Jakarta. Tak terbayangkan apabila ada pedagang nasi uduk-burung dara goreng, berkesempatan berkunjung ke Oakland. Pasti nasib burung-burung itu tak jauh dari penggorengan.

Atraksi berbeda ditunjukkan taman yang berada di bagian tenggara kota. Oakland Municipal rose Garden namanya. Sesuai namanya, di sini kita dapat menjumpai lautan mawar dari berbagai varietas.

Tenggelam dalam lautan bunga mawar

Tenggelam dalam lautan bunga mawar

Taman yang mengoleksi tanaman hias sebenarnya sudah ada di Jakarta. Taman anggrek namanya. Taman yang berlokasi di Jakarta Timur ini mengakomodir tanaman hias, dalam hal ini anggrek, sebagai atraksi utamanya. Namun sayang, kita sama sekali tidak melihat sisi sosial dari keberadaan taman ini. Selain berpagar tembok, kita juga harus membayar jika ingin masuk ke taman ini. Bandingkan dengan Oakland Rose Garden. Selain tidak berpagar, semua orang dari berbagai lapisan sosial ekonomi dapat menikmatinya tanpa dipungut bayaran.

Apapun atraksi/kelebihan yang dimiliki tiap taman yang ada di kota Oakland, atraksi yang ditawarkan sebenarnya merupakan pengejawantahan kiat pemerintah kota Oakland dalam mendidik sembari menghibur warganya. Kita dididik untuk menyayangi binatang atau mengenal berbagai varietas mawar yang ada di dunia. Kitapun dididik untuk berpartisipasi menjaga kelanggengan berbagai fasilitas umum yang ada.

Jakarta memang bukan Oakland, seperti halnya Indonesia bukanlah Amerika Serikat. Namun tidak ada salahnya jika pemerintah kota Jakarta belajar dari pemerintah kota Oakland tentang pembangunan kota Oakland yang berwawasan lingkungan. Mulailah dari kecil. Mulailah dari diri sendiri. Mulailah sekarang juga.


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Suharyo Widagdo

Penulis adalah seorang PNS yang tinggal di Pamulang – Tangsel. Karyanya telah tersebar di berbagai penerbitan, seperti majalah Femina, harian Suara Merdeka Semarang, majalah Tamasya, harian Kompas, majalah Menu Sehat, dan majalah Suara Muhamadiyah.


 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.