Kala Malam di Stasiun Tawang

By mangkoko : last updated 16 Nov 2016

Malam itu saya dibuat takjub dengan suasana Stasiun Semarang Tawang Semarang. Maksud hati sekedar mengantar teteh untuk pulang ke Bandung naik Kereta Api Harina, ternyata disana dapat bonus pemandangan lobi stasiun Tawang yang sangat asyik dinikmati mata dan telinga. Saya menemukan atmosfir tempo dulu berpadu serasi dengan fasilitas stasiun yang modern. Menciptakan kesan unik, klasik dan berbeda dengan stasiun lain yang pernah saya temui.

Beranda depan Stasiun Semarang Tawang

Beranda depan Stasiun Semarang Tawang

Di usianya yang menginjak 100 tahun, Stasiun Tawang terus berbenah. Bangunan yang dibangun sejak jaman Belanda itu tetap dipertahankan bentuk aslinya. Jika sebelumnya anda menyaksikan sebuah banguna tua yang kusam dan sering kebanjiran rob (pasang naik air laut) sehingga terkesan kumuh, sekarang ada akan mendapati suasana yang berbeda. Bangunan bersejarah warisan jaman kolonial Belanda itu kini terlihat asri dan anggun.

Atmosfir tempo doeloe muncul dari arsitektur bangunan yang dirancang oleh arsitek Belanda Sloth Blauwboer, berpadu serasi dengan fasilitas layaknya sebuah stasiun, berupa ruang tunggu, system boarding dan ticketing yang modern.

Life Musik akustik, menyenandungkan lagu-lagu tempo doeloe yang asyik dinikmati

Life Musik akustik, menyenandungkan lagu-lagu tempo doeloe yang asyik dinikmati

Di lobi bagian depan, saya tidak hanya menemukan suasana ruang tunggu yang rapi dan nyaman saja, namun juga atmosfir bagaikan berada di sebuah cafe klasik ala Indonesia. Dengan tampilnya sebuah grup musik keroncong akustik di sebuah panggung pendek, layaknya sebuah cafe. Mereka menyenandungkan lagu-lagu perjuangan yang cozy, sungguh asyik dinikmati. Memanjakan telinga, dan membuat angan melayang ke suasana tempo dulu.

Cukup pantas di acungkan jempol untuk PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang yang menjadikan Stasiun Tawang tidak sekedar menjadi sebuah stasiun, sebagai titik pertemuan antara penumpang dengan moda transportasi kereta api, namun menjadikannya salah satu ikon kota Semarang yang unik. Upaya seperti ini tentu saja memunculkan kesan tak terlupakan bagi tamu-tamu yang berkunjung ke Semarang lewat stasiun Tawang.

Koridor timur, lokasi layanan tiketing dan minimarket Stasiun Semarang Tawang

Koridor timur, lokasi layanan tiketing modern dan minimarket Stasiun Semarang Tawang

Stasiun Semarang Tawang memang lagi terus berbenah, konon akan dijadikan kawasan bisnis kuliner dan taman wisata berpadu dengan kota tua yang ada di sebelah selatan stasiun. Tempat bisnis akan dibangun di sisi sebelah barat dan timur stasiun. Sedangkan di sekitar polder Tawang (danau buatan pengendali banjir) yang ada di seberang jalan (depan stasiun) akan dijadikan taman dan perluasan lahan parkir.

Mudah-mudahan revitalisasi lingkungan Stasiun Tawang segera terwujud. Lokasi yang sebelumnya terkesan kusam berubah menjadi anggun. Pantas menjadi salah satu ikon unik destinasi wisata baru kota Semarang.

Virus revitalisasi yang mulai menggelora ini semoga cepat menular ke bangunan-bangunan cagar budaya lain di sekitarnya. Sehingga image kota lama tidak hanya Gereja Blenduk dan Taman Srigunting saja. Menjadikan wilayah kota lama yang kaya arsitektur kolonial akan kembali menjadi destinasi eksotis layaknya The Little Nederland yang sesungguhnya, bukan sekedar sebuah sebutan belaka.


Share :

5 thoughts on “Kala Malam di Stasiun Tawang

  1. evi

    Kinerja PT. KAI sekarang memang membanggakan ya Pak. Cerita kereta api jelek dan stasiun yang kumuh berantakan sekarang sudah jadi sejarah. Semoga ke depannya tambah baik lagi. Amin

    mangKoko says:
    Betul mbak Evi …
    :-)

    Reply
  2. angki

    Wah ternyata ada stasiun y ada live musiknya gt ya mas saya baru tau keren” mantap kapan” mampir ke situ ahhh hehe mksih ams infonya

    mangKoko says:
    Trims kembali mas Angki, sudah berkunjung
    :-)

    Reply
  3. tri yuli p

    luar biasa selamat buat Pt Kai,daop IV semarang,,bpk Jonan ,semoga makin jaya ,pegawai sejahtera ..

    mangKoko says:
    Setuju mbak Yuli …
    :-)

    Reply
  4. Kisah Foto

    Saya sering lewat semarang mas, tapi sekalipun belum pernah mampir untuk sekadar jalan2 di kotanya, hehehehe Btw asik juga tuh nunggu kereta sambil menikmati suguhan musik 😀

    mangKoko says:
    Sekali-kali mampir Semarang mas, biarpun cuacanya panas banyak sudut menarik yang bisa diexlore.
    :-)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.