Koepelkerk, Gereja Tertua di Jawa Tengah

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Koepelkerk (Gereja Berkubah) adalah gereja tertua di Jawa Tengah yang berada di Kota Lama Semarang. Mungkin anda merasa asing mendengar nama Koepelkerk! Karena memang gereja ini lebih populer disebut Gereja Blenduk, yang menjadi salah satu ikon kota Semarang.  Bangunan gereja ini  dibangun tahun 1753, di jaman pemerintah Hindia Belanda. Meskipun telah berusia 261 tahun, kondisi bangunannya masih sangat terawat. Sehingga sampai sekarang masih dipakai untuk misa kebaktian oleh umat Kristiani.

Gereja Blenduk, gereja tertua di Jawa Tengah

Gereja Blenduk, gereja tertua di Jawa Tengah

Foto diatas tersedia resolusi yang lebih besar untuk di download sebagai wallpaper
Wide 16:10 - 1280x800, ( 346.4 kB, 246 kali download) dan
Mobile WVGA - 800x480, ( 161.9 kB, 242 kali download).

Koepelkerk terletak di utara Heeren Straat atau sekarang disebut Jl. Letjen Suprapto. Karena bentuk kubah atapnya yang menggelembung, maka masyarakat sekitar lebih suka menyebut Gereja Blenduk. Sebagian masyarakat melafalkan Gereja Mblenduk. Kata blenduk dalam bahasa Jawa artinya adalah menggelembung atau cembung. Nama resmi saat ini adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Semarang,  dengan alamat di Jl Letjen Suprapto No. 32 Semarang.

Dari awal berdirinya bangunan ini diperuntukkan sebagai Gereja Protestan, namun umat Katolik juga menggunakannya sampai sekitar tahun 1875 ketika Gereja Gedangan selesai dibangun. Letak Gereja Katolik Gedangan ada di sebelah timur tidak jauh dari Gereja Blenduk.

Arsitektur Gereja Blenduk
Arsitek awal yang membangun tidak diketahui. Pada di tahun 1894-1895 W. Westmaas dan HPA de Wilde melakukan renovasi besar-besaran dengan menambah 2 buah menara sehingga bentuk arsitekturalnya terlihat lebih anggun.

Portico atau teras pintu utama bergaya arsitektur Romawi

Portico atau teras pintu utama bergaya arsitektur Romawi

Pintu masuk utama terletak di sisi selatan berupa portico. Portico adalah teras atau selasar pada arsitektur gaya romawi dengan pilar-pilar tinggi besar berbentuk bulat berjumlah 4 buah. Di sekeliling bangunan terdapat jendela-jendela berukuran besar khas bangunan kolonial dan dihias dengan kaca patri.

Jendela kaca patri di Gereja Blenduk

Jendela kaca patri di Gereja Blenduk

Kubah Gereja Blenduk berbentuk oktagonal (segi delapan) terbuat dari tembaga, bentuknya mirip dengan Gereja Immanuel di Jl. Merdeka Timur Jakarta. Kubah terlihat kokoh sampai kini kerena ditopang oleh 8 rangka baja besar dan 24 buah berukuran lebih kecil.

Ada 2 menara berdiri anggun di seisi sebelah barat dan timur bangunan, mengapit pintu masuk utama yang menghadap Jl. Letjen Suprapto. Bagian bawah dan tengah menara berbentuk segi empat, sedangkan di bagian atas berbentuk bulat, atapnya ditutup dengan kubah kecil.

 

Interior
Ruang bagian dalam tidak kalah indahnya. Terdapat bangku-bangku dan mimbar yang terbuat dari kayu jati yang terlihat kokoh dan anggun. Terdapat pula organ Barok yang berasal dari abad 17. Sayangnya organ ini rusak, tidak bisa diperbaiki sehingga tidak bisa digunakan lagi. Sekedar sebagai pajangan.

Interior Gereja Belnduk (Credit image pada en.wikipedia.org)

Interior Gereja Belnduk (Credit image pada en.wikipedia.org)

Lantainya terbuat dari ubin berwarna hitam, putih dan kuning, terlihat klasik, serasi dengan dinding dan perabot pengisi interior.

Landscape Sekitar
Gereja Blenduk menjadi salah satu landmark atau tetenger kota Semarang. Lokasinya yang berada di kawasan kota lama dikelilingi bangunan-bangunan kuno warisan jaman kolonial yang tak kalah mengesankan.

Persis di depan gereja terdapat bangunan Gedung Asuransi Jiwasraya, sebuah karya arsitektur monumental dari arsitek Belanda Thomas Karsten. Karsten menggabungkan unsur Jawa, Belanda dan Art Deco pada gaya arsitektur bangunan ini. Gedung ini dulu bernama Nederland Indische Lloyd Maatschapij.

Gedung Asuransi Juwasraya hasil karya arsitek Belanda Thomas Karsten

Gedung Asuransi Juwasraya hasil karya arsitek Belanda Thomas Karsten

Sedikit ke arah barat terdapat gedung bekas kantor pengadilan, yang sekarang di fungsikan sebagai RM Ikan Bakar Cianjur yang asri. Bahkan Presiden SBY sering mengunjungi rumah makan ini.

Bekas Gedung Pengadilan, sekarang menjadi Resto Ikan Bakar Cianjur

Bekas Gedung Pengadilan, sekarang menjadi Resto Ikan Bakar Cianjur

Di sisi timur terdapat Taman Srigunting, area terbuka dengan pohon-pohon besar sebagai peneduh sehingga udara terasa sejuk nyaman, di tengah suasana pesisir pantai yang panas. Di seberang jalan sebelah selatan Taman Srigunting terdapat Gedung Marba dulu adalah Toko Serba Ada Ziekel.

Gereja Blenduk tampak samping kiri (Taman Srigunting)

Gereja Blenduk tampak samping kiri (Taman Srigunting)

Foto Gereja Blenduk dari sisi timur (Taman Srigunting) diatas juga tersedia resolusi yang lebih besar untuk di download sebagai wallpaper
Wide 16:10 - 1280x800, ( 523.6 kB, 233 kali download) dan
Mobile WVGA - 800x480, ( 229.3 kB, 238 kali download).

Di sekitar Gereja Blenduk ini setiap tahun diadakan Festival Kota Lama, biasanya berlangsung sekitar bulan September. Bagi anda penggemar barang-barang antik, silahkan berkunjung ke seni di minggu ke dua setiap bulan. Selama 3 hari: Jumat, Sabtu dan Minggu digelar pasar antik dadakan yang dikoordinasikan oleh Komunitas Klithikan Antik Kota Lama, disingkat Koka Kola.

Referensi:
1. En.wikipedia.org
2. Tesis “Dinamika Kawasan Perkantoran di Kota Lama Semarang” oleh Danang Rujito.


One thought on “Koepelkerk, Gereja Tertua di Jawa Tengah

  1. Tuxlin

    gedung-gedung jaman dulu tuh arsitekturnya keren-keren ya gan 😀

    mangKoko says:
    Betul mas, apalagi di Kota Lama Semarang, lokasi gedung-gedung tua ngumpul di satu tempat.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.