Menikmati Budaya Jepang di San Jose – USA

By Suharyo Widagdo : last updated 04 Nov 2016

San Jose, California  adalah contoh kota di negara maju yang berhasil melakukan akulturasi (melting pot) beberapa kebudayaan dari berbagai bangsa.  Salah satunya adalah akulturasi dengan budaya Jepang. Para imigran asal Jepang ini membangun pemukiman di San Jose, yang kemudian dikenal dengan sebutan Japantown (J Town). Dalam kosakata bahasa Jepang disebut Nihonmachi.

Musik tradisional Jepang di Jtown San Jose. (Courtesy of jtown.org)

Musik tradisional Jepang di Jtown San Jose. (courtesy of jtown.org)

Kita bisa melihat warisan sejarah Japantown San Jose di Japanese American Museum of San Jose. Koleksinya meliputi peninggalan yang berkaitan dengan sejarah dan budaya, seni dan kerajinan, serta warisan Perang Dunia II. Di museum tersebut pengunjung juga bisa belajar seni melipat kertas ala Jepang atau origami.

Sebagai pemukiman warga pendatang proses perpaduan budaya terjadi di Nihonmachi San Jose. Perpaduan maupun adaptasi budaya ini terwujud dalam bangunan gereja tua yang dibuat oleh Jepang. Kedua gereja yang telah berusia lebih dari 100 tahun itu adalah Wesley United Methodist Church dan San Jose Buddhist Church Betsuin.

Japanese American Museum - San Jose. (courtesy of jtown.org)

Japanese American Museum – San Jose. (courtesy of jtown.org)

Seperti halnya di negara asalnya, Japantown juga sering menggelar perayaan-perayaan tradisional. Festival lentera Jepang atau Obon Festival.

Obon atau disebut pula dengan Bon adalah serangkaian upacara dan tradisi di Jepang untuk merayakan kedatangan arwah leluhur yang dilakukan seputar tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō (kalender lunisolar). Pada umumnya, Obon dikenal sebagai upacara yang berkaitan dengan agama Buddha Jepang, tapi banyak sekali tradisi dalam perayaan Obon yang tidak bisa dijelaskan dengan dogma agama Buddha. Obon dalam bentuk seperti sekarang ini merupakan sinkretisme dari tradisi turun temurun masyarakat Jepang dengan upacara agama Buddha yang disebut Urabon.

The Spirit of Japantown Festival

The Spirit of Japantown Festival

Sejak dulu di Jepang sudah ada tradisi menyambut kedatangan arwah leluhur yang dipercaya datang mengunjungi anak cucu sebanyak 2 kali setahun sewaktu bulan purnama di permulaan musim semi dan awal musim gugur. Penjelasan lain mengatakan tradisi mengenang orang yang meninggal dilakukan 2 kali, karena awal sampai pertengahan tahun dihitung sebagai satu tahun dan pertengahan tahun sampai akhir tahun juga dihitung sebagai satu tahun.

Di awal musim semi, arwah leluhur datang dalam bentuk Toshigami (salah satu Kami dalam kepercayaan Shinto) Orang Jepang percaya arwah orang yang meninggal pulang untuk merayakan Obon ke rumah yang pernah ditinggalinya. Setelah perayaan selesai arwah leluhur pulang ke alam sana dengan diterangi dengan api yang disebut okuribi.

Selain lentera, festival ini juga dimeriahkan dengan bon odori atau tarian obon.

Acara menari bersama yang disebut Bon Odori (tari Obon) dilangsungkan sebagai penutup perayaan Obon. Pada umumnya, Bon Odori ditarikan bersama-sama tanpa mengenal jenis kelamin dan usia di lingkungan kuil agama Buddha atau Shinto. Konon gerakan dalam Bon Odori meniru arwah leluhur yang menari gembira setelah lepas dari hukuman kejam di neraka.

Bon Odori merupakan puncak dari semua festival musim panas (matsuri) yang diadakan di Jepang. Pelaksanaan Bon Odori memilih saat terang bulan

Festival lain yang bisa disaksikan pengunjung adalah Nikkei Matsuri (musim semi) dan Aki Matsuri (musim gugur). Saat musim gugur penduduk Japantown juga menggelar The Spirit of Japantown Festival.

Matsuri adalah istilah agama Shinto yang berarti persembahan ritual untuk Kami. Dalam pengertian sekuler, matsuri berarti festival atau perayaan di Jepang. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut kunchi.

Kuil agama Shinto di Jtown - San Jose

Kuil agama Shinto di Jtown – San Jose

Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal.

Di kawasan tersebut pengunjung dapat dengan mudah menemukan barang-narang khas negeri matahari terbit. Anda bisa mencicipi permen tradisional Jepang di Shuei-do Manju Shop. Pengunjung juga dapat membeli tofu Jepang di Nichi Bei. Santapan ala negeri bunga sakura tersedia di tempat makan yang banyak berdiri di area J Town. .

Selain itu, kita juga dapat menemukan rumah makan Jepang di luar area J-Town. Salah satunya yang terkenal adalah Izaka Ya yang beralamat di 1335Nort 1 st, di downtown San Jose. Aneka sushi bisa kita dapatkan di rumah makan ini.

Rumah makan ini menyediakan aneka sushi

Rumah makan ini menyediakan aneka sushi

Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Suharyo Widagdo

Penulis adalah seorang PNS yang tinggal di Pamulang – Tangsel. Karyanya telah tersebar di berbagai penerbitan, seperti majalah Femina, harian Suara Merdeka Semarang, majalah Tamasya, harian Kompas, majalah Menu Sehat, dan majalah Suara Muhamadiyah.


 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.