Kampung Lukisan Jelekong

By mangkoko : last updated 05 Mar 2015

Pernah dengar nama kampung Jelekong? Saya yakin sebagian besar anda akan menggelengkan kepala. Padahal hasil karya para seniman Jelekong bisa jadi tergantung anggun menghias dinding rumah anda. Jelekong adalah nama sebuah wilayah desa yang terletak di Kecamatan Bale Endah Kabupaten Bandung. Jelekong memang belum banyak terekspose sehingga tidak banyak orang tahu, bahkan orang-orang asli Bandung sendiri banyak yang tidak tahu keunikan kampung ini.

Jelekong bisa disebut sebagai kampung para seniman lukis. Banyak diantara warga di sana menggantungkan mata pencaharian dari membuat lukisan. Pruduk lukisan Jelekong telah menyebar ke seantero Nusantara, bahkan juga ke manca negara, terpajang rapi di  gallery-gallery seni dan pasar cinderamata. Konon di pasar kerajinan paling terkenal di Bali yaitu Pasar Seni Sukawati sebagian besar lukisan yang dijajakan berasal dari Jelekong. Demikian pula di sepanjang Jalan Braga Bandung, karya para seniman Jelekong mudah kita temui dijajakan di sana.

Menjemur lukisan di Kampung Jelekong, (Credit image pada travel.kompas.com)

Menjemur lukisan di Kampung Jelekong, (credit image pada travel.kompas.com)

Selain gudangnya seniman lukis, Jelekong juga terkenal sebagai kampung para dalang wayang golek Sunda. Kampung Giriharja kelurahan Jelekong adalah tempat tinggal almarhum Asep Sunandar Sunarya, seorang dalang wayang golek paling terkenal di Indonesia. Rumah abah Asep Sunarya akan anda lewati jika berkunjung ke lokasi kampung lukisan ini.

Jelekong berada Bandung Selatan. Dari Taman Alun-alun Bandung Jl. Asia Afrika menuju arah selatan melewati Jl. Otto Iskandar Dinata – Tegalega (Monumen Bandung Lautan Api) – Jl. Moch Thoha terus ke arah selatan, menuju ke Bale Endah. Jangan ragu untuk bertanya pada warga setempat agar tidak tersesat jalan. Namun sangat mungkin orang yang ditanya tidak mengerti nama “kampung Jelekong”, jika demikian ganti kalimat bertanya anda dengan “arah jalan ke Giriharja, rumah dalang Cepot“, biasanya mereka lebih tahu, karena popularitas almarhum Asep Sunarya memang luar biasa di Bandung dan sekitarnya.

Di kiri kanan jalan utama kampung Jelekong anda akan disuguhi dengan deretan kanvas lukisan berbagai ukurang yang dijemur oleh sekitar 20-an gallery lukisan. Ada sekitar 600-an warga Jelekong menjalani profesi sebagai pelukis. Anda dapat menemukan hampir segala jenis gaya lukisan di sini, panorama desa, pegunungan, laut, binatang seperti ikan koi, adu ayam, dan juga lukisan-lukisan gaya Bali seperti penari, pasar tradisional dll.

Kepandaian melukis warga Jelekong awalnya diajarkan oleh seorang seniman seni rupa yaitu Odim Rohidin sejak tahun 1969, dan diajarkan turun temurun seakan menjadi nafas budaya masyarakat setempat. Jika diperhatikan sekilas, lukisan panorama paling banyak terlihat. Mungkin lukisan jenis ini yang paling banyak laku terjual. Atau bisa jadi jenis lukisan inilah keahlian utama mereka.

Konon hampir separuh warga Jelekong menghidupi keluarganya dari memasarkan lukisannya hingga ke Semarang, Bogor, Bandung, Bali, Malaysia, Arab Saudi, bahkan beberapa galeri dan tempat penjualan lukisan di Kota Bandung pun dipenuhi oleh hasil kreasi pelukis Jelekong.

Harga lukisan di Jelekong relatif murah. Lukisan kualitas standard harganya bahkan lebih murah dibanding harga frame atau bingkainya. Setelah sampai di gallery atau pasar cinderamata, harganya akan jauh lebih tinggi dibanding membeli langsung di tempat pembuatannya. Di sini anda tidak harus membeli lukisan sekalian dengan bingkai, saya sendiri lebih suka membeli tanpa bingkai, bisa digulung sehingga mudah dan ringan di bawa pulang, tidak menyita banyak tempat di bagasi mobil.

Tertarik berburu lukisan di Jelekong ?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.