Sendratari Ramayana, Kisah Cinta Rama dan Shinta

By mangkoko : last updated 06 Oct 2016

Kisah Cinta Rama dan Shinta adalah alur utama cerita pementasan Sendratari Ramayana. Sebuah kisah-kasih klasik yang sungguh apik dipentaskan sebagai salah satu unggulan pertunjukan budaya di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Sebenarnya ada beberapa verisi cerita Ramayana, Untuk Sendratari Ramayana di Prambanan berpedoman pada versi Serat Rama hasil gubahan RNg Yasadipura I, seorang pujangga dari Keraton Kasunanan Surakarta. Versi ini memang paling populer di tuturkan dalam lingkup masyarakat Jawa, terutama di wilayah Jateng dan DIY.

Istana Kerajaan Mantili

Istana Kerajaan Mantili

Tentang sejarah dan prestasi pentas budaya Sendratari Ramayana lebih lanjut silahkan di baca di Ramayana Ballet, Mister Bean dan Charlie Chaplin. Sedangkan tentang Candi Prambanan lebih detil silahkan baca di artikel Prambanan Candi Hindu Terindah di Dunia.

Cerita Epos Sendratari Ramayana

Alkisah, tersebutlah seorang puteri cantik jelita dari negeri Mantili yang bernama Shinta, putera Prabu Janaka. Untuk mencari jodoh bagi sang puteri tercinta, sang Prabu mengadakan sayembara. Seorang putera mahkota dari Ayodya yang bernama Rama Wijaya akhirnya memenangkan sayembara dan berhak mempersunting Dewi Shinta.

Rama Wijaya memenangkan sayembara, berhak mempensunting Dewi Shinta

Rama Wijaya memenangkan sayembara, berhak mempensunting Dewi Shinta

Rahwana, raja dari kerajaan Alengka, menyimpan hasrat yang sama untuk mempersunting Shinta menjadi permaisurinya. Maka ketika Shinta, Rama dan adiknya Laksmana dalam perjalanannya telah memasuki hutan belantara Dandaka, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Rahwana untuk segera melaksanakan niatnya merebut Shinta dari tangan sang Rama.

Rahwana segera mengatur siasat, dia perintahkan seorang raksasa bawahannya yang bernama Marica untuk menyamar sebagai Kijang Kencana yang sangat lincah dan cantik. Siasat Rahwana berjalan mulus, Shinta segera tertarik dengan dengan gerak-gerik dan kecantikan sang Kijang Kencana ini, sehingga meminta Rama untuk menangkapnya. Rama segera mengejar sang kijang, sementara itu keselamatan Shinta di serahkan pada Laksmana.

Ternyata si Kijang lincah ini sangat sulit untuk ditangkap, bahkan selalu menggoda Rama dengan tidak benar-benar menjauh dari Rama. Lama kelamaan Rama menjadi kesal dan dipanahlah si Kijang Kencana. Begitu anak panah tertancap, si kijang menjerit keras dan berubah kembali menjadi sosok raksasa Marica. Ternyata teriakan ini terdengar oleh Shinta, dan mengira yang berteriak adalah Rama. Karena sangat kuatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Rama, Shinta meminta Laksmana untuk segera menyusul Rama.

Kijang Kencana sangat lincah, sehingga sulit ditangkap

Kijang Kencana sangat lincah, sehingga sulit ditangkap

Awalnya Laksmana tidak mau, karena merasa bahwa keselamatan Shinta telah menjadi tanggung jawabnya. Namun karena Shinta terus mendesak akhirnya berangkatlah Laksmana menyusul Rama. Sebelum pergi dia membuat rajah berupa garis melingkar di sekeliling Shinta sebagai perlindungan. Tidak ada seorangpun yang mampu menembus garis tersebut.

Mengetahui bahwa Shinta sekarang tinggal sendirian di hutan tanpa penjaga, Rahwana segera beraksi mencoba menculik Shinta. Namun ternyata dia tidak mempu menembus garis rajah sakti yang dibuat Laksmana. Tidak kurang akal, kemudian Rahwana menyamar menjadi seorang tua yang terlihat lemah dan pantas dikasihani. Melihat orang tua ini hati Shinta terketuk iba sehingga tergerak untuk menghampiri, tanpa disadari ternyata Shinta telah berada diluar garis perlindungan. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, pak tua segera berubah kembali menjadi Rahwana dan segera menyambar Shinta, membawa terbang ke negeri Alengka Diraja.

Di tengah perjalanan membawa Shinta, Rahwana dihadang oleh Jatayu, seekor burung raksasa sahabat Janaka ayah dari Shinta. Jatayu mencoba menyelamatkan Shinta, segera terjadilah perang tanding antara Rahwana dan Jatayu. Namun ternyata Rahwana dengan mudah mengalahkan Jatayu. Dalam keadaan terluka parah, burung garuda itu berusaha mencari Rama untuk mengabarkan tentang penculikan Shinta yang dilakukan oleh Rahwana ini. Jatayu berhasil menemukan Rama, setelah selesai bercerita gugurlah Jatayu sebagai seorang pahlawan pembela kebenaran.

Pertempuran Jatayu melawan Rahwana

Pertempuran Jatayu melawan Rahwana

Rama dan Laksmana segera menuju ke Kerajaan Alengka untuk menyelamatkan Shinta. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seekor kera putih yang bernama Hanuman. Mereka saling bercerita keperluannya masing masing. Sang kera putih ini sedang menjalankan tugas sang paman yaitu Sugriwa untuk mencari bantuan agar bisa mengalahkan Subali kakaknya sendiri. Subali yang sakti berniat tidak baik dengan merebut Dewi Tara yang merupakan kakasih adiknya Sugriwa. Rama Wijaya dengan sukarela bersedia membantu mengalahkan Subali. Dengan mudah Rama mengalahkan Subali, sehingga Dewi Tara kembali kepada Sugriwa dan menjadi isterinya.

Merasa hutang budi kepada Rama, Sugriwa menawarkan bantuan untuk mencari Shinta. Lantas disusunlah strategi untuk menyelamatkan Shinta. Sugriwa memerintahkan Hanuman untuk segera pergi ke Alengka. Selain memastikan bahwa Shinta masih selamat, juga menjajagi kekuatan angkatan perang Kerajaan Alengka.

Shinta ditawan Taman Kerajaan Alengka yang disebut Taman Argasoka. Rahwana terus membujuk Shinta untuk bersedia menjadi isterinya. Segala cara diupayakan. Termasuk dengan mengutus kemenakannya yaitu Trijata untuk terus mendampingi dan membantu membujuk Shinta. Namun semua bujuk rayu Rahwana tidak pernah berhasil menggoyahkan pendirian Shinta. Sampai kemudian datanglah Hanuman yang berhasil menyusup masuk ke Taman Argaloka. Dia segera menghadap Shinta dan menyampaikan bahwa dirinya adalah utusan Sang Rama. Kesedihan Shinta mendadak hilang, berganti dengan harapan bahwa sang suami tercinta akan segera datang menyelamatkan dirinya.

Hanuman menjajal kekuatan angkatan perang Alengka, bertempur dengan Indrajid

Hanuman menjajal kekuatan angkatan perang Alengka, bertempur dengan Indrajid

Selesai bertemu dengan Shinta, Hanuman tidak langsung meninggalkan Alengka. Dia malah berkeliling sengaja menjajagi kekuatan angkatan perang Kerajaan Alengka.

Bagaimana kelanjutan petualangan Hanuman di negeri Alengka?
Ikuti bagian selanjutnya: Hanuman Obong, Kumbakarna Gugur, dan Api Suci Shinta.

Referensi:
– Id.wikipedia.org
– Rramaayana.wordpress.com


One thought on “Sendratari Ramayana, Kisah Cinta Rama dan Shinta

  1. Cauchy Murtopo

    Ramayana Balet ada di Candi Prambanan. Sangat menakjubkan, apa lagi kalau sedang terang bulan.

    mangKoko says:
    Betul mas, akan sangat beruntung jika mendapatkan suasana tsb.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.