Kuda Lumping 3 Dimensi ala Pandeglang

By Nunuz : last updated 09 Nov 2016

“Teh nanti sore ada kuda lumping di sini. Kuda lumpingnya ada dua” ujar saudara saya yang tinggal di Taman Jaya, Ujung Kulon, Pandeglang ketika saya bertandang ke rumahnya.

“Oh iya? Kayaknya lebaran tahun-tahun sebelumnya ada juga deh kuda lumping” jawab saya

“Iya di sini sering ada kuda lumping, tiap lebaran, acara besar, nikahan, apalagi sunatan pasti ada kuda lumping. Hiburannya itu kalau di sini. Tar abis ashar mulainya” jelasnya

Kuda lumping ala Pandeglang Banten

Kuda lumping Pandeglang Banten

Selepas ashar pertunjukan dimulai. Suara gendang yang ditabuh disusul suara gong dan lengkingan seruling tanda khas pertunjukan kuda lumping sangat familiar di telinga saya. Suara yang sering saya dengar ketika ada perayaan sunatan masal di masjid dekat kampung ketika saya masih kecil.

Jika waktu kecil mendengar suara itu saya langsung berlari untuk menyaksikannya sedekat mungkin, meski ada sedikit rasa takut. Tapi tidak saat ini, saya memilih menyaksikannya dari balik jendela. Jujur saya takut, bahkan ketika beberapa bulan lalu tak sengaja mendapati pertunjukan kuda lumping yang hanya beberapa meter di depan mata, saya langsung lari menghindar. Dan naasnya, di hari berikutnya pertunjukan kuda lumping ada lagi.

Sepertinya masyarakat Ujung Kulon sangat menggemari pertunjukan ini. Saat lebaran tahun ini saja, ada tiga kali pertunjukan kuda lumping di beberapa kampung yang berbeda.

Pertunjukan kuda lumping biasanya dilakukan dua orang atau lebih. Semakin banyak kuda lumpingnya, pertunjukan semakin seru. Pertunjukan kuda lumping di sana tidak berpusat pada area tertentu saja, tapi juga seperti pawai. Kuda lumping diarak mengelilingi kampung dengan diiringi beberapa pemain alat musik dan penduduk-penduduk setempat.

Kuda Lumping 3 Dimensi

Kuda lumping di Pandeglang berbeda dengan yang ada di daerah lain. Kuda lumping Pandeglang berbentuk 3 dimensi. Kerangkanya dibuat dari bambu yang kemudian ditutup ijuk. Sehingga pemainnya memang masuk kedalam replika kuda ini. Ukurannya pun tergolong cukup besar.

Pemain kuda lumping ini memang tak kenal lelah ketika berkeliling kampung, meskipun harus membopong kuda lumping yang berukuran cukup besar. Saat berkeliling kampung, biasanya kuda lumping akan dipegang oleh sang pawang. Tapi tak jarang kuda lumping ini di lepas. Sehingga pemain kuda lumping yang sudah kemasukan roh dan tidak sadarkan diri ini akan berlari kesana-kemari menyerang beberapa penonton yang menggodanya. Saya pernah menyaksikan seorang anak kecil terseok-seok berlari bahkan sampai tersungkur gara-gara dikejar kuda lumping. Ngeri kan? Makanya jangan coba-coba menggoda.

Sang pawang kuda lumping

Sang pawang kuda lumping

Kadang kedua kuda lumping tersebut saling beradu, kalap orang sana menyebutnya. Jika ia sudah kalap siapapun bisa diserangnya. Semakin digoda semakin kalap, dan pertunjukan semakin ramai dan menegangkan.

Ada satu mitos yang berkembang untuk bisa menyaksikan pertunjukan kuda lumping dengan aman yaitu jangan pakai baju merah.  Etah bermula darimana mitos itu berkembang. Setelah berkeliling kampung, kuda lumping akan kembali ke tempat penyelenggara acara, kemudian melanjutkan pertunjukan.

Pertunjukan kuda lumping belum usai ketika mereka kembali ke tempat penyelenggara. Justru pertunjukan sesungguhnya baru saja dimulai. Pertunjukan ini memang kental dengan aura mistis. Berdasarkan informasi yang saya dapat, pemain yang sudah kemasukan roh akan memakan beling, mengupas kelapa dengan mulut layaknya permainan debus khas Banten.

Menyaksikan pawai kuda lumping

Menyaksikan pawai kuda lumping

Ketika pertunjukan usai, sang pawang akan menyadarkan para pemain kuda lumping itu kembali. Dan katanya baru setelah sadar para pemain itu merasa lelah, dan sakit badan. Memang pertunjukan yang menguras energi dan sangat menegangkan.


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Eneng Nunuz Rohmatullayaly

Penggemar warna oranye, yang jatuh cinta dengan gunung dan kebudayaan ini bisa ditemui di blog-nya: Kelanaku.com


 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.