Nonton Tari Barong dan Keris di Batubulan

By mangkoko : last updated 26 Feb 2016

Tak lengkap rasanya ke Bali tanpa nonton pertunjukan tari barong dan keris (Barong and Keris Dance). Sebuah seni tradisional yang sesungguhnya termasuk sakral, namun sekarang menjadi profan untuk pertunjukan turis. Kini tari barong menjadi pentas tari yang paling banyak disaksikan orang di Bali.

Kenapa? Karena selain selalu dimainkan setiap hari, juga waktu pertunjukannya pada pagi hari. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, agenda pertunjukan pagi ini ini sangat praktis, menjadi satu rangkaian kunjungan ke destinasi wisata lain.

Barong Bali

Barong Bali

Baca juga artikel tentang referensi Agenda Wisata Bali.

Bandingkan misalnya dengan pertunjukan Tari Kecak, yang sesungguhnya tak kalah indah. Namun karena biasanya diselenggarakan kala matahari telah terbenam (waktu maghrib). Sehingga sering wisatawan membatalkan keinginan nonton tari kecak karena sudah kelelahan, setelah seharian menjelajah Bali. Apalagi jika membawa serta anak-anak.

Panggung pertunjukan tari barong dan keris yang paling banyak dikunjungi wisatawan berada di Desa Batubulan, Gianyar Bali. Main setiap hari mulai pukul 9:00 WITa, selama kurang lebih 1 jam.

Harga tiket pertunjukan Tari Barong di Batubulan sebesar Rp 120.000,- (publish rate) pada akhir tahun 2015 lalu. Namun akan lebih hemat 40% hingga 50% jika anda memesan online jauh hari sebelumnya. Ada beberapa website yang melayani pemesanan online ini. Antara lain taribarong.co.id, taribarongbatubulan.com, taribarong.com, taribarongbali.com dsb.

Rangda Bali

Rangda Bali

Ada banyak macam Barong Bali. Diantaranya adalah barong ketket, barong bangkal, barong asu, barong brutuk, barong kadingking, barong gegombrangan, barong gajah, barong macan, dan barong landung. Yang biasa ditampilkan di panggung pertunjukan di Batubulan adalah barong ketket. Sosoknya berwujud peduan antara singa, macan, sapi dan boma dengan hiasan rumbai-rumbai yang indah.

Jalan Cerita Tari Barong dan Keris

Nonton pertunjukan ini akan lebih asyik jika anda telah mengerti jalan ceritanya. Sehingga anda lebih menikmati koreografi tarian yang sengaja ditampilkan atraktif dan jenaka, tanpa terganggu pertanyaan dalam hati untuk menebak-nebak cerita di balik adegan demi adegan. Kecuali anda mengerti bahasa Bali yang digunakan.

Pasukan keris sedang beraksi

Pasukan keris sedang beraksi

Dalam suatu adegan, mungkin anda akan dibuat ngeri kala para pemainnya menusuk-nusukkan keris tajam ke perutnya sendiri. Namun disaat lain, anda bisa dibuat tertawa terbahak-bahak meskipun tak mengerti sedikitpun bahasa Bali. Karena para seniman ini piawai menampilkan bahasa tubuh yang jenaka lewat tarian.

Adegan jenaka, matinya sang babi hutan

Adegan jenaka, matinya sang babi hutan

Tari Barong dan Keris mengambil cerita dari cuplikan episode cerita Mahabarata. Menceritakan tentang pertarungan antara kebaikan (Barong) dan kejahatan (Rangda). Barong digambarkan sebagai binatang mitologi berbentuk singa. Sedangkan Rangda digambarkan sebagai sosok raksasa berwajah bengis dan menyeramkan.

Keseluruhan cerita dibagi dalam lima atau babak, sehingga biasa disebut sebagai drama lima babak.

Cerita berpusat pada salah seorang Pandawa, yakni Sahadewa (Sadewa) putera bungsu Dewi Kunthi. Sahadewa akan dikorbankan oleh ibunya sebagai persembahan untuk Durga. Sesungguhnya Kunthi tak sampai hati mengorbankan anaknya, sehingga berniat membatalkan rencana pengorbanan itu. Namun kemudian karena terpedaya oleh bujukan Durga, Kunthi menjadi marah kepada Sahadewa, dan mengikatnya di bawah pohon sampai saatnya waktu persembahan tiba.

Kemudian datanglah Dewa Wisnu yang meberikan kesaktian pada Sahadewa sehingga menjadi tak terkalahkan.

Kala datang waktunya persembahan, Durga turun untuk membunuh Sahadewa. Namun ternyata tak mampu menaklukkan Sahadewa yang kini telah menjadi sakti. Sebaliknya malahan Durga dikalahkan. Sahadewa sebenarnya tak tega membunuh Durga, namun Durga sendiri meminta agar dirinya dibunuh, agar bisa masuk surga. Dan akhirnya Sahadewa membunuh Durga.

Terbunuhnya Durga menjadikan Kalika sang murid menuntut balas. Membela sang guru dengan mencoba membunuh Sahadewa. Kalika kalah, kemudian berubah wujud menjadi babi hutan. Namun karena terus diburu dikejar-kejar masyarakat menjelmalah dia menjadi burung raksasa (paksi).

Dalam wujud burung raksasa-pun ternyata Kalika tak mampu mengalahkan Sahadewa. Sehingga kemudian menjelma menjadi Rangda yang sangat sakti. Kini tak mudah bagi Sahadewa untuk mengalahkan Rangda. Sahadewa-pun berubah wujud menjadi Barong agar mampu menandingi kedigdayaan Rangda.

Perkelahian Barong vs Rangda

Perkelahian Barong vs Rangda

Perkelahian antara Barong dan Rangda ternyata tak pernah berakhir. Tak ada satupun yang menang maupun kalah. Pesan moral dibalik cerita ini adalah analogi dari pertarungan abadi antara kebajikan dan kebatilan. Selalu ada di muka bumi, tak pernah berakhir hingga kini. Meskipun kemudian Barong memanggil bala-bantuan pasukan keris sekalipun, tetap tak mampu menaklukkan Rangda yang sakti.

Keagungan Budaya Nusantara

Penampilan tarian tradisional Bali (Tari Barong dan Kecak), termasuk gamelan pengiringnya, adalah salah satu yang paling menakjubkan di mata masyarakat internasional. Sehingga pantas jika wisatawan dari seluruh dunia, tak bosan-bosannya mengunjungi Bali.

Meski sesungguhnya tak hanya Bali yang memiliki khasanah budaya yang sungguh indah ini. Banyak daerah lain di penjuru Nusantara ini yang memiliki kekayaan budaya setara. Salah satu contoh yang mirip misalnya Reog Ponorogo, Jawa Timur. Konon barong Bali adalah metamorfosis dari Reog Ponorogo ini.

Namun kenapa barong Bali yang sangat populer di dunia pariwisata?
Karena masyarakat Bali adalah jagonya mengemas segala sesuatu yang ada di sana menjadi produk wisata yang menarik untuk dinikmati para pelancong dari seluruh dunia.

Dari sisi koreografi dan tata panggung, pertunjukan tari barong Bali sesungguhnya kalah megah dibanding Sendratari Ramayana yang dipentaskan di Candi Prambanan. Pertunjukan budaya ini sangat recomended untuk disaksikan.

Jika anda belum pernah menyaksikannya, cobalah sekali-kali sempatkan nonton di Prambanan. Sungguh asyik dan membanggakan. Bahkan anak-anak pun turut asyik menikmatinya, tanpa harus mengerti bahasa tutur yang digunakan. Karena lebih banyak menggunakan bahasa tubuh (tari) yang universal. Dapat dimengerti oleh siapapun.

Baca lebih lanjut di: Ramayana Ballet, Mister Bean, dan Charlie Chaplin.

Jadi, tidakkah anda kepengin juga memperkaya batin dengan menikmati budaya luhur negeri sendiri seperti Tari Barong dan Keris di Bali ini?

Referensi:

  • Sekehe Barong Sila Budaya, Puri Anom Batubulan
  • Sejarah Tari Barong, Taribarongbatubulan.com
  • Barong Bali, id.wikipedia.org
  • Nasip Seni Sakral, oleh Gde Aryantha Soetama.

Share :

One thought on “Nonton Tari Barong dan Keris di Batubulan

  1. Anis Hidayah

    Wah harga tiketnya sudah lumayan agak mahal juga ya bang…. Padahal dulu pas kesini masih murah ew… suka ama ceritanya bang, yang nusuk – nusuk keris ke perutnya ituloh, bener – bener bikin ngeri 🙂

    mangKoko says:
    Kan ada tips-nya supaya dapat tiket murah!
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.