Pazaar Seni 2014

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Bagi sahabat sekalian yang tinggal di Semarang dan sekitarnya, ada sebuah gelaran seni dan budaya yang sayang untuk dilewatkan. Formatnya adalah sebuah pasar seni, nama keren-nya adalah Pazaar Seni 2014. Gelaran ini diselenggarakan dari tanggal 24-30 Agustus 2014 jam 9:00-22:00 WIB di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang beralamat di Jl. Sriwijaya 29 Semarang.

Selamat Datang di Pazaarseni 2014

Selamat Datang di Pazaarseni 2014

Agenda acaranya meliputi Pasar Seni Rupa berupa lukisan dan patung, Pameran Industri Kreatif & Karya Komunitas Seni, Exsebisi Mural, Konser Music & Fest Musik Indie (jam 15:00-22:00), Workshop Penulisan Seni (25-26 Agustus 2014), dan Pentas Sastra & Teater (26-28 Agustus 2014), dan Pentas Wayang Orang (30 Agustus 2014).

Pazaarseni 2014 di TBRS Semarang

Pazaar Seni 2014 di TBRS Semarang

Dewan Kesenian Semarang (Dekase) sebagai penyelenggara acara ini mengharapkan gelaran budaya ini menjadi upaya untuk mengejar ketertinggalan dari kota-kota lain seperti Solo dan Jogja telah menjadikan konsep Taman Budaya menjadi tempat ideal untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan.

Potensi berkesenian masyarakat Semarang sesungguhnya tidak kalah dengan kota-kota lain. Akulturasi antara budaya Jawa pesisiran dengan budaya China menjadi identitas unik dan menarik untuk di populerkan sebagai salah satu daya tarik wisata. Karakter masyarakat yang relatif toleran dan bersumbu panjang, alias tidak gampang tersulut isu-isu rasialisme menjadi modal sangat berharga bagi kehidupan sosial dan perkembangan budaya masyarakat Semarang.

Mural di Pazaarseni Semarang 2014

Mural menghiasi tembok di sekeliling lokasi Pazaar Seni Semarang 2014

Gelaran semacam Pazaar Seni ini sesungguhnya bukan sekedar sebagai titik pertemuan antara produk kesenian dengan pembeli, namun lebih dimaksudkan sebagai ajang apresiasi karya budi daya para empu kesenian. Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah sarana edukasi budaya bagi anak-anak, generasi muda kita. Sebuah generasi yang akrab bersentuhan dengan kearifan budaya sendiri yang adiluhung akan bisa menjadi penerus estafet yang kreatif, lembut hati, dan menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman.

Pasar Seni Rupa di Pazaarseni Semarang 2014

Pasar Seni Rupa di Pazaar Seni Semarang 2014

Di tengah keterbatasan sarana yang ada, niat Dekase untuk menjadikan gelaran ini sebagai agenda rutin tahunan pantut diapresiasi dan didukung. Dukungan paling nyata bagi kita masyarakat Semarang adalah dengan sudi berkunjung rame-rame bersama seluruh keluarga.

Anak-anak lumayan asyik kok diajak ke sini!
Mereka bisa berjalan-jalan di Taman Budaya Raden Saleh yang teduh dengan pepohonan rindang sambil melihat-lihat lukisan yang dipamerkan. Si Nok anak saya, terlihat sangat asyik memperhatikan seorang pelukis cilik dari Jakarta yaitu Aliyya Ulayaa Zalfaa yang sedang beraksi menumpahkan expresi seninya di atas sebuah kanvas.

Annisa Ulayya Zalfaa, seorang pelukis cilik (11 tahun) sedang beraksi

Annisa Ulayya Zalfaa, seorang pelukis cilik (11 tahun) sedang beraksi

Di stand lain, Susmiadi seorang pelukis bulu, menggunakan bulu-bulu unggas yang ditempel satu persatu di atas kanvas menghasilkan karya lukisan bulu yang terlihat menakjubkan bagi pandangan orang awam seperti mamang. Kerapihan, kreatifitas, dan ketelitian dalam menyusun bulu-bulu menjadi karya seni lukis yang sangat indah tentu saja sangat mudah menarik simpati siapapun untuk mengaguminya.

Sebuah lukisan bulu yang luar biasa

Sebuah lukisan bulu dari stand pelukis Susmiadi yang terlihat menakjubkan !

Lokasi Pasar Seni yang berada di luar ruangan di bawah kerindangan pohon-pohon besar menjadi salah satu keunikan tersendiri. Terlihat sebatang pohon yang berada di tengah sebuah stand menjadi salah satu sudut menarik untuk memajang lukisan bertema alam di sekelilingnya.

Sebuah stand lukisan di Pasar Seni Rupa Pazaarseni 20014

Sebuah stand lukisan mengelilingi pohon hidup di Pazaar Seni 20014

Fasilitas yang ada di TBRS memang masih terlihat seadanya. Namun tidak ada salahnya kita dukung upaya menggiatkan berkesenian di Semarang dengan mengunjungi rame-rame. Siapa tahu berawal dari gelaran acara yang sederhana, kelak berkembang menjadi agenda budaya yang manjadi salah satu icon menarik kota Semarang tercinta.

Updated 1 Agt 2014:
Meskipun baru sekali ini diadakan, Pazaar Seni 2014  dinilai cukup sukses. Suaramerdeka.com melaporkan, apresiasi masyarakat Semarang terhadap seni terutama lukisan cukup tinggi. Terbukti sampai acara ditutup tercatat mempu membukukan omset sekitar 800 juta rupiah. 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.