Pura Taman Ayun Bali

By mangkoko : last updated 09 Sep 2016

Pura Taman Ayun adalah salah satu destinasi yang wajib anda kunjungi saat pertama kali ke Bali. Pura ini dianggap sebagai “pura Ibu” (Paibon) bagi Kerajaan Mengwi – Bali. Taman Ayun artinya adalah taman yang indah (beatutiful garden), karena memang pura ini berada di sebuah taman yang indah, luas, tertata rapi, dan dikelilingi oleh kolam ikan.

Pura Taman Ayun, Mengwi Bali

Pura Taman Ayun, Mengwi Bali

Untuk menuju kompleks pura, kita harus berjalan melewati halaman depan berupa taman yang cukup luas. Kompleks bangunan pura-nya sendiri tidak diperbolehkan dimasuki wisatawan umum. Hanya bisa menyaksikan dari luar pagar batu yang mengelilingi pura.

Pura Taman Ayun dibangun pada tahun 1556 Saka (1634 Masehi) oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu dengan arsitek yang konon berasal dari Negeri Cina. Arsitektur bangunan-bangunan yang ada di Taman Ayun sungguh unik. Dengan ciri khas bentuk atap yang bertingkat-tingkat menjulang tinggi ke angkasa. Jumlah tingkat atap selalu ganjil. Yang tertinggi bertingkat 11, kemudian diikuti 9 tingkat, 7 tingkat, 5 tingkat, 3 tingkat, dan yang terpendek adalah 1 atap.

Setiap hari Selasa Kliwon wuku Medangsia (menurut pananggalan Saka) di pura ini diselenggarakan piodalan (upacara) untuk merayakan ulang tahun berdirinya pura. Karena memang pura ini diresmikan pada hari Selasa Kliwon-Medangsia bulan keempat tahun 1556 Saka (ref: candi.perpusnas.go.id)

Pura Taman Ayun yang terdaftar di UNESCO sebagai salah satu dari warisan dunia (World Heritage List) ini terletak di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Berjarak sekitar 18 Kilometer dari kota Denpasar. Jika anda menyusun itenerary atau rencana penjalanan sendiri tanpa menggunakan travel agent, masukkan destinasi Pura Taman Ayun bersamaan dengan destinasi lain yang sejalur menuju Bedugul.

 

Jembatan Pura Taman Ayun, Bali

Jembatan melintas kolam Pura Taman Ayun, Bali

Tips lengkap menyusun rencana perjalanan ke bali, silahkan baca: Tips Wisata Hemat ke Bali Tanpa Travel Agent.

Pelataran Luar Pura Taman Ayun

Taman Ayun menempati areal seluas sekitar 2,5 hektar (100 x 200 m2), terbagi menjadi, pelataran luar dan Pelataran Dalam. Dari luar ke dalam, letaknya semakin tinggi. Pelataran Luar, yang disebut Jaba, terdapat disisi luar kolam.  Terdapat sebuah jembatan melintasi kolam dari Pelataran Luar menuju Gapura Bentar yang merupakan pintu masuk ke Pelataran Dalam. Palataran Dalam ini dikelilingi tembok yang terbuat dari batu.

Gapura Bentar, Pura Taman Ayun

Gapura Bentar, Pura Taman Ayun

Di Pelataran Luar ini terdapat sebuah wantilan, semacam pendapa tempat pertemuan. Wantilan merupakan tempat umum yang biasanya digunakan untuk pelaksanaan upacara dan juga sebagai arena sabung ayam, yang dilaksanakan dalam kaitan dengan penyelenggaraan upacara di pura. Bangunan-bangunan keagamaan yang ada di pelataran ini antara lain adalah Meru, Candi, Gedong, Padmasana, dan Padma Rong Telu.

Wantilan (pendopo) di Pura Taman Ayun

Wantilan (pendopo) di Pura Taman Ayun

Pelataran Dalam Pura Taman Ayun

Pelataran Dalam di Pura Taman Ayun terbagi menjadi 3 bagian. Yang pertama adalah tempat untuk menikmati keindahan pura sambil beristirahat di sebuah bale bundar. Di sebelah bale bundar terdapat sebuah kolam yang ditumbuhi tanaman teratai. Di tengahnya berdiri sebuah tugu yang memancarkan air ke sembilan arah mata angin. Di sisi timur terdapat sekumpulan pura kecil yang disebut Pura Luhuring Purnama.

Pelataran Dalam kedua lokasinya lebih tinggi dari pelataran dalam pertama, terdapat 9 relief penjaga setiap penjuru mata angin atau menurut kepercayaan Hindu merupakan simbol kekuatan Dewata Nawa Sanga. Di sisi sebelah timur terdapat sebuah pura kecil yang disebut Pura Dalem Bekak. Sedangkan di sudut barat terdapat balai Kulkul yang atapnya menjulang tinggi.

Pelataran Dalam ketiga, terletak paling tinggi. Terdapat pintu Gelung dengan posisi ada di tengah. Pintu ini hanya dibuka pada saat upacara khusus. Pintu lain ada di sisi kiridan  kanan, biasanya digunakan untuk aktifitas keluar masuk kegiatan sehari hari. Pelataran dalam ketiga ini dianggap sebagai tempat paling penting dan disucikan. Bangunan-bangunan candi dan meru terdapat di sini, diperuntukkan sebagai tempat pemujaan umat Hindu Bali. Bangunan-bangunan keagamaan yang terdapat dihalaman ini diantaranya adalah Meru, Candi, Gedong, Padmasana dan Padma Rong Telu *).

Pura Taman Ayun, dari sisi belakang

Pura Taman Ayun, dari sisi belakang

Suasana di Pura Taman Ayun ini terkesan sunyi, menenangkan dan magis. Mungkin ini muncul oleh adanya perpaduan taman luas yang terawat, bersih dan rapi denga pura hindu yang dianggap sangat sakral bagi masyarakat Hindu Bali.

Saya banyak menemukan berbagai macam tanaman-tanaman langka yang tumbuh di Taman Pura. Seperti misalnya pohon Maja (Crescentia Cujete) yang terlihat atraktif memamerkan buah-buah besar berwarna hijau segar. (Baca: Apakah Buah Maja Rasanya Pahit?).

Catatan: *)

  • Meru adalah salah satu jenis tempat pemujaan untuk Istadewata, bhatara- bhatari yang melambangkan gunung Mahameru. Landasan filosofis dan meru adalah berlatar belakang pada anggapan adanya gunung suci sebagai stana para dewa dan roh suci leluhur. Untuk kepentingan pemujaan akhirnya gunung suci itu dibuatkan berbentuk replika (tiruan) berbentuk bangunan yang dinamai candi, prasada dan meru. (ref: babadbali.com)
  • Gedong adalah semacam tugu, bagian atasnya berupa konstruksi kayu, atapnya dari alang-alang, ijuk atau bahan-bahan penutup lain mengikut bentuk dan fungsinya.
  • Padmasana adalah sebuah tempat untuk bersembahyang dan menaruh sesaji bagi umat Hindu Bali.
  • Padma Rong Telu : Padma kurung 3 ruangan.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.