Momong di Lawang Sewu

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Di kota lumpia, ada beberapa tempat yang sangat pantas untuk dikunjungi anak-anak. Salah satunya adalah Lawang Sewu yang merupakan salah satu obyek wisata budaya terbaik di Semarang. Selain asyik karena mereka melihat dan merasakan situasi yang tidak biasa mereka lihat, juga mengandung nilai edukasi dan sejarah yang penting. Lawang Sewu adalah sebuah bangunan ikonik yang menjadi salah satu landmark-nya kota Semarang.

Ketika pada pertengahan bulan Juni lalu keponakan-keponakan dari Jakarta dan Djogja pada berkunjung ke Semarang, maka Lawang Sewu menjadi destinasi utama untuk momong mereka.

Momong di Lawang Sewu

Momong anak dan keponakan di Lawang Sewu

Di Lawang Sewu kita masih bisa menyaksikan landscape arsitektur jaman kolonial Belanda yang masih kokoh dan terawat dengan baik. PT Kereta Api Persero sebagai sang empunya tempat ini membentuk Unit Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah untuk me-revitalisasi dan mengelola tempat ini dengan serius sehingga menjadi salah satu destinasi wisata edukatif bernilai sejarah di Semarang.

Naik loko uap di Lawang Sewu

Naik loko uap di Lawang Sewu

Lokasinya cukup luas dalam satu kawasan yang tertutup pagar, sehingga relatif aman membawa anak-anak atau momong mereka disini. Mereka bisa wisata sekaligus belajar sejarah dengan langsung merasakan suasana, meraba dan melihat dengan mata kepala sendiri obyek sejarah, bukan hanya sekedar membaca dari buku.

Selain Lawang Sewu ada pula lokasi lain di Semarang yang memiliki kekayaan arsitektur jaman kolonial juga, namun sebagian besar gedung-gedung tua-nya kurang terawat, sehingga tidak menarik bagi anak-anak. Hanya di sekitar Gereja Blenduk yang lokasinya cukup lumayan untuk membawa anak-anak. Tetapi jika tujuan anda adalah berburu obyek foto yang eksotis, kota lama pantas dipertimbangkan.

Lawang Sewu adalah “sorga para fotografer“,  banyak sudut-sudut di lokasi ini sangat unik, eksotik, dan fotogenik untuk diabadikan dalam sebuah karya fotografi. Bagi pasangan muda yang akan melangsungkan pernikahan, foto prewedding di Lawang Sewu menjadi salah satu favorit pilihan.

Lawang Sewu dari sudut bagian dalam

Wallpaper Lawang Sewu dari sudut bagian dalam

Gedung Lawang Sewu memiliki nilai historis yang sangat penting. Karena merupakan saksi sejarah, lokasi terjadinya peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang yang terjadi pada tanggal 14 – 19 Oktober 1945. Gedungnya sendiri selesai dibangun pada tahun 1907. Kemudian digunakan sebagai kantor Nederlands Indische Spoorweg Maatshchappii atau semacam Kantor Jawatan Kereta Api pada jaman kolonial Belanda. Ciri utama bangunan Lawang Sewu adalah memiliki pintu-pintu berukuran tinggi dan besar khas arsitektur tropis jaman kolonial yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga dari sinilah nama Lawang Sewu berasal. Lawang Sewu artinya adalah pintu seribu.

Aksi seorang seniman sketsa wajah di Lawang Sewu

Aksi seorang seniman sketsa wajah di Lawang Sewu

Lawang Sewu juga sering diasosiasikan dengan tempat yang menyeramkan, banyak hantu yang bergentayangan. Namun jika anda berkunjung ke sana, kemungkinan kesan itu sudah hampir tidak terasa karena kondisinya saat ini cukup bersih, asri dan rapi. Sangat aman dan nyaman untuk mengajak anak-anak berjalan-jalan di sana.

Salah satu oleh-oleh dari Lawang Sewu yang bisa anda bawa ke rumah adalah lukisan sketsa diri, baik yang bergaya sketsa natural maupun sketsa kartun yang bisa di pesan saat itu juga. Untuk membuat sketsa kartun, sang seniman sketsa di Lawang Sewu cukup membutuhkan waktu 5 menit saja.

Para pemandu (guide) Lawang Sewu

Para pemandu (guide) Lawang Sewu

Bagian yang kurang nyaman saat berkunjung ke Lawang Sewu adalah tempat parkir yang tidak tersedia secara layak. Lokasinya memang berada di persimpangan jalan ramai di tengah kota, sehingga menjadi kendala bagi sang pengelola untuk bisa menghadirkan tempat parkir yang representatif. Tetapi bagi sahabat dari luar kota yang tidak membawa mobil sendiri, tidak jadi masalah kan? Lokasinya sangat dekat dan gampang ditempuh dengan kendaraan umum dari Bandara Ahmad Yani maupun dari Stasium Kereta Api Tawang. Sangat dekat juga dengan Jl. Pandanaran yang merupakan sentra oleh-oleh khas Semarang. Jadi jika sahabat sekalian kebetulan berkunjung ke Semarang, sempatkan berkunjung ke Lawang Sewu. Jangan lupa bawa kamera anda.

Sungguh asyik … suwer … nggak rugi kok!


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.