Pasar Klithikan Kota Lama Semarang

By mangkoko : last updated 19 Nov 2015

Anda seorang kolektor barang-barang antik? Ada lokasi buruan yang sayang dilewatkan di kota Semarang yaitu: Pasar Antik Kota Lama. Terkenal pula dengan sebutan Pasar Koka Kola. Namanya memang mirip dengan merek softdrink terkenal, tetapi sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali.

Kalaupun “diutak atik gathuk” kesamaanya, mungkin sama-sama menuntaskan dahaga. Yang satu menuntaskan dahaga mulut dan tenggorokan, dan satunya lagi menuntaskan dahaga mata dan hati para pecinta barang-barang antik.

Pernak-pernik-barang di pasar antik kota lama

Pernak-pernik-barang di pasar antik kota lama

Koka Kola adalah kependekan dari nama sang empunya gawe yaitu Komunitas Klithikan Kota Lama. Pada awalnya pasar ini hanya berlangsung 3 hari (Jumat, Sabtu dan Minggu) pada minggu kedua setiap bulan. Namun belakangan saya lihat selalu dibuka setiap akhir pekan. Jadi sekarang setiap hari Jumat sampai minggu selalu ada, buka hingga malam hari. Selain Koko Kola ada satu lagi komunitas pedagang klithikan yang aktif di sana, yakni Paguyuban Pedagang Barang Seni disingkat Padang Rani.

Pasar Barang Antik
Kata klithikan biasa untuk menyebut: pernak-pernik barang bekas atau antik yang dijajakan di sebuah pasar.  Di pasar ini anda memang akan menemukan segala macam pernak-pernik barang antik. Ada buku dan komik antik, barang rumah tangga seperti seterika arang antik, gilingan kopi antik, rantang-makanan antik, dan juga segala macam mainan anak tempo dulu yang seakan memutar balik angan ke masa kanak-kanak dulu.

Koleksi kamera tempo doeloe di Pasar Antik Kota Lama Semarang

Koleksi kamera tempo doeloe di Pasar Antik Kota Lama Semarang

Salah satu sudut yang menambat mata saya berlama-lama disitu adalah koleksi kamera antik . Gatal rasanya tangan ini untuk segera mengarahkan moncong lensa ke sana. Memborong semua koleksi kamera tempo dulu yang sungguh menarik dibidik dari segala sudut.

Lho … memborong kok dari segala sudut?
Hehe … maksudnya memborong “mengambil gambarnya” doang. Mana kuku … kalau borong secara fisik!

Sepeda motor antik di tawarkan di Pasar Antik Kota Lama

Sepeda motor antik di tawarkan di Pasar Antik Kota Lama

Barang antik yang dipajang tidak melulu pernak-pernik yang berukuran kecil, beberapa sepeda motor antik meramaikan bursa di pasar ini.

Di tempat ini dijadikan pula tempat bertemunya para pecinta sepeda kuno, untuk menunjukkan eksistensi mereka. Diantara mereka suka berdandan ala meneer Belanda tempo dulu, atau ala tentara Dai Nippon dengan topinya yang khas: berbuntut di bagian belakang.

Sepeda-sepeda antik dan para pencintanya di Kota Lama

Sepeda-sepeda antik dan para pencintanya di Kota Lama

Diantara deretan lapak-lapak barang antik, saya menemukan para sahabat muda bersemangat tinggi yang menawarkan kaos dengan konsep menarik. Senada dengan tema pasar antik dan kota lama Semarang. Mas Gesang dan kawan-kawan ini menawarkan kaos-kaos dengan design sederhana namun berkarakter kuat.

Mereka mengangkat tema tentang sejarah dan nasionalisme dalam konteks kehidupan masa kini. Produk mereka juga bisa ditemui secara online di www.Joeang.com. Ujungnya-ujungnya sebuah tshirt bertema “Move On Indonesia” dibungkus di bawa pulang.

Lapak Joeang Cloth yang mengangkat tema design sejarah dan nasionalisme

Lapak Joeang Cloth yang mengangkat tema design sejarah dan nasionalisme Indonesia

Bagi para pecinta fotografi, pasar ini menjadi obyek bidikan yang unik dan menarik. Bukan hanya barang dagangan yang di pajang saja yang menarik sebagai obyek foto, namun juga lingkungan pasar dadakan ini yang terletak di kawasan Kota Lama Semarang.

Letak persisnya adalah di sebelah timur Gereja Immanuel Jl. Letjen Suprapto No. 32 Semarang, hanya dipisahkan oleh taman Srigunting. Mungkin banyak yang tidak mengenal nama gereja ini, tetapi jika saya sebut Gereja Blenduk, pasti anda pernah mendengarnya. Karena bangunan warisan jaman kolonial ini sangat terkenal sebagai salah satu ikon kota Semarang. Sampai saat ini masih sangat terawat dan berfungsi normal untuk kebaktian bagi umat Kristen Protestan.

Lokasi Pasar Klithikan Kota Lama di sebelah timur Gereja Mblenduk

Gereja Blenduk, ikon kota Semarang ini berada di sebelah barat Pasar Klithikan Kota Lama

Banyak obyek arsitektur menarik lain yang ada di sekitar kawasan ini. Diantaranya adalah Gudang Gambir, bangunan Asuransi Jiwasraya dan bangunan lain yang saat ini difungsikan sebagai rumah makan Ikan Bakar Cianjur.

Pasar Klitikan Kota Lama memang tidak menempati areal yang luas, namun memberi kesan unik yang tidak akan ditemukan di pasar antik lain. Silahkan datang pagi-pagi disini, suasananya masih relatif sepi dan nyaman untuk menikmati eksotisme kota lama Semarang. Jika lapar kerena belum sarapan, ada warung hik atau warung nasi kucing yang siap memberikan pengalaman kuliner murah meriah namun mengasyikkan.

Menikmati menu warung Hik di Taman Srigunting Kota Lama

Menikmati menu warung Hik di Taman Srigunting Kota Lama

Menikmati segelas teh manis hangat plus sebungkus atau dua bungkus nasi kucing dengan macam-macam lauk sesuai selera menjadi pengalaman yang pengin selalu terulang. Anda bisa makan di gerobag hik sang pedagang. Atau dibawa ke taman Srigunting untuk dinikmati disana. Taman ini nyaman karena lumayan bersih dan rindang oleh pepohonan besar. Yang penting, tetap jaga kebersihan, dan buang sampah pada tempatnya.

Bukankah Kota Lama Semarang adalah salah satu wisata unik, asyik, dan murah meriah di Semarang?

Di tempat yang sama juga selalu dilangsungkan event menarik yaitu Festival Kota Lama dengan tema Pasar Sentiling. Sebagai upaya napak tilas expo berskala internasional Koloniale Tentoonstelling yang diselenggarakan 100 tahun lalu di Semarang.

 


5 thoughts on “Pasar Klithikan Kota Lama Semarang

  1. Tuxlin

    Saya malah tertarik sama setrika yang ada di foto pertama mas, itu kan yang masih pake arang kan? Hihihihi dulu pwrnah pake itu, bajunya bau sangit smua 😀

    mangKoko says:
    Betul mas, itu seterika arang yang bikin sangit.

    Reply
  2. angki

    wow yashica 635 dkk keren ams kayaknya perlu deh kapan” ke situ buat nemu itu barang” anti mantep ams jalan”nya josh dah mas Koko

    mangKoko says:
    Setuju … memang mantep mas Angki!
    :-)

    Reply
  3. eksak

    aku malah rung tau mrono, paling yo ng njohar, mbulv karo borneo. hehe

    mangKoko says:
    Lha … kan sudah dekat mas !

    Reply
  4. Anis Hidayah

    Eow di Semarang ada juga tow Pasar Klithikan??? tak kira Pasar Klithikan hanya ada di Jogja,,,, bagus juga pasarnya

    mangKoko says:
    He he … betul mbak Anis (eh … mbak atau mas ya?)
    Trims telah sudi berkunjung.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.