Bursa Bonsai 2014 di Taman KB Semarang

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Bursa bonsai selalu menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu para penggemar pohon (kerdil) dalam pot ini. Seperti laiknya sebuah bursa (pasar), banyak pilihan bakalan bonsai yang berasal dari berbagai kota ditawarkan. Demikian pula dengan bursa bonsai yang diadakan di Taman KB Jl. Menteri Supeno Semarang sejak tanggal 3 sampai 16 November 2014.

Bakalan-bakalan bonsai yang di tawarkan di bursa

Bonsai-bonsai yang di tawarkan di bursa

Bursa bonsai ini merupakan bagian dari Pameran Nasional Bonsai PPBI Cabang kota Semarang yang dibuka untuk masyarakat umum mulai tanggal 9 s/d 16 November 2014. Namun untuk bursanya telah mulai digelar sejak tanggal 3 November dan akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya pameran bonsai nasional 2014 di Semarang tersebut.

Bagi sahabat penggemar bonsai di Semarang dan sekitarnya yang belum mengetahui event ini, masih banyak kesempatan untuk berburu bakalan di sana. Meskipun saya yakin sahabat sekalian umumnya sudah mengetahui agenda ini jauh-jauh hari sebelumnya. Sejak beberapa minggu lalu teman-teman para penggemar bonsai di Semarang telah heboh saling mengabarkan: “Nanti awal Nopember ada pameran bonsai di Taman KB lho!”

Bursa bonsai menjadi saat paing ditunggu para penggemar bonsai

Bursa bonsai menjadi saat paing ditunggu para penggemar bonsai

Agenda acara yang berhubungan dengan aktifitas ramah lingkungan seperti ini pastas untuk diapresiasi. Karena bisa menjadi oase yang menyegarkan kehidupan di kota besar seperti Semarang. Sebenarnya event-event seperti ini dulu sering diadakan, namun sejak meredupnya pamor anthurium sekitar tahun 2008, meredup pula geliat event go green yang mengasyikkan ini. Pameran-pameran hortikultura dan sejenisnya tidak pernah lagi diadakan.

Setelah sekitar 5 atau 6 tahun vakum, di tahun 2014 ini tampaknya aktifitas yang menyegarkan jiwa dan pandangan mata ini kembali menggeliat. Dimulai dari akhir April 2014 lalu mulai diadakan lagi Pameran Flora Fauna di Taman KB. Jika di Jakarta punya Lapangan Banteng yang merupakan tempat bergengsi digelarnya event Agro Expo tahunan, maka Taman KB bagaikan Lapangan Banteng-nya Semarang. Lokasinya memang sangat strategis, tidak jauh dari pusat kota Simpang Lima. Pemkot Semarang mencanangkan untuk mengadakan event serupa setiap 6 bulan sekali. Dan setelah 6 bulan, janji tersebut ditepati dengan digelarnya Pameran Bonsai. Sedangkan pada 6 bulan lalu thema yang ditampilkan adalah anggrek.

Para Petani Penggiat Bonsai
Hari Sabtu kemarin, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan para penggiat bonsai di stand mereka masing-masing. Bonsai ternyata telah menjadi keasyikan (baca: hobi) yang sangat potensial menjadi mata pencaharian yang sangat menjanjikan. Dan hobi ini bukan monopoli mereka para orang tua lho, banyak generasi muda yang juga menekuni hobi ini.

Mas Joko Winarso, barangkali bisa menjadi salah satu contoh dari generasi muda yang menekuni budi daya bonsai. Dengan menyebut usaha kebunnya di Kartosuro Solo sebagai: Budi Daya Bonsai Natural, mas Joko menghasilkan karya seni bonsai yang lebih kuat beraliran natural. Bakalan-bakalan bonsai yang dia pajang di stand dia sungguh membuat ngiler para penggemar bonsai.

Mas Joko Winarso (Solo) yang lagi asyik pruning bonsai Kimeng

Mas Joko Winarso (Solo) yang lagi asyik pruning bonsai Kimeng

Di stand lain, saya bertemu dengan pak H. Muslih MS, seorang pensiunan PNS bidang kesehatan di Purwokerto ini sangat bersemangat bercerita tentang hari-harinya yang sangat mengasyikkan pasca pensiun. Beliau membuka stand dengan nama Banyumas Bonsai Lumbir. “Saya pernah mainan di burung berkicau mas, dan juga merpati …”, kata beliau. “Tetapi itu semua saya tinggalkan setelah asyiik menekuni bonsai. Rasanya sungguh adem bergaul dengan bonsai-bonsai itu di rumah setiap hari.” cerita beliau lebih lanjut.

Pak H. Muslih MS, yang sangat bersemangat bercerita tentang keasyikannya ber-bonsai pasca pensiun

Pak H. Muslih MS, yang sangat bersemangat bercerita tentang keasyikannya ber-bonsai pasca pensiun

Apakah sahabat sekalian juga penggemar bonsai ?
Hobi atau kegemaran memang menjadikan kehidupan terasa lebih asyik, lebih berwarna, lebih menggembirakan. Apalagi hobi-hobi yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Rasanya kita turut merasa berarti, menjaga kelestarian bumi.


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.