Festival Kota Lama Semarang 2015

By mangkoko : last updated 16 Nov 2016

Festival Kota Lama Semarang 2015 adalah salah satu agenda yang menjadi identitas unik kota Semarang. Acara ini digelar tiap tahun, dan tahun ini merupakan tahun ke-4. Festival Kota Lama, dimaksudkan menjadi salah satu dari upaya menghidupkan kawasan Kota Lama Semarang agar dapat diakui dunia internasional menjadi Kota Warisan Dunia (World Heritage) di tahun 2020 nanti. World Heritage diartikan sebagai warisan alam maupun budaya peninggalan masa lalu agar terus hidup menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan generasi masa depan.

Vestifal Kota Lama Semarang, Pasar Sentiling 2015

Festival Kota Lama Semarang, Pasar Sentiling 2015

Pemerintah kota Semarang sendiri sudah mulai membenahi infrastriktur jalan dan lingkungan di Kota Lama agar kawasan yang tadinya kumuh, tak terawat dan selalu tergenang air rob, menjadi spot yang layak sebagai sebuah kawasan yang dapat dipamerkan sebagai kawasan wisata. Salah satu permasalahan utama berupa rob akibat pasang naik air laut sudah terlihat membuahkan hasil. Satu persatu bangunan-bangunan kuno peninggalan jaman kolonial di pugar oleh pemiliknya dan fungsikan menjadi spot-spot yang mendukung keberadaan sebuah kawasan kota yang dulu berjuluk Little Nederland itu.

Membangkitkan kembali roh kota lama memang tak hanya menggantungkan harapan dari pemerintah kota semata. Namun peran serta dari masyarakat kota Semarang sendiri, baik pemilik maupun pihak-pihak yang beraktifitas di Kota Lama dan sekitarnya menjadi salah satu kunci keberhasilan. Warga kota Semarang secara umum sesungguhnya cukup antusias mendukung bersinarnya kembali cahaya kota lama menjadi kawasan yang pantas dibanggakan sebagai wilayah yang cantik dan eksotis. Terbukti setiap ada event budaya diselenggarakan di sini selalu dipadati pengunjung.

Baca pula: menikmati musik tempo dulu – Kala Malam di Stasium Tawang

Festival Kota Lama, Pasar Sentiling 2015
Seperti tahun-tahun sebelumnya, format acara Festival Kota Lama 2015 berupa pasar malam, yang populer disebut sebagai Pasar Sentiling. Kata “sentiling” berasal dari sebuah event berskala internasional yaitu Koloniale Tentoonstelling di tahun 1914. Pasar Sentiling 2015 diselenggarakan selama 2 hari yakni tanggal 19–20 September 2015. Menempati lokasi di sekitar Gereja Blenduk dan Taman Srigunting kawasan Kota Lama Semarang. Format acaranya tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu (baca: Pasar Sentiling 2014), berupa pagelaran musik, pasar klithikan, kampung batik, kuliner paradeplein (parade kuliner), dan kampung akik.

1. Symphony Kota Lama
Pagelaran musik diberi tajuk Sympony Kota Lama, di langsungkan di panggung utama yang terletak di sesi sebelah barat, di depan gedung Jiwasraya yang berseberangan dengan Gereja Blenduk. Hari pertama dimeriahkan oleh penampilan Ruth Sahanaya, performance piano oleh Prof. Hye Won Jo dari Korea dan New Season Orchestra. Sedangkan di hari ke-2 (Minggu malam) dimeriahkan oleh Henny Purwonegoro, Grup Jazz Nita Artsen & Patrick Lauwerends dan pertunjukan perkusi dari Bambang Is dkk.

Symphony Kota Lama, Pasar Sentiling 2015

Symphony Kota Lama, Pasar Sentiling 2015

2. Pasar Klithikan
Pasar klithikan barang-barang antik (vlooien markt) ditempatkan di sebelah timur Taman Srigunting. Pasar klithikan ini sebenarnya merupakan agenda tetap yang selalu ada di kota lama, tidak hanya saat terjadi event tahunan seperti ini. Bagi kolektor dan penggemar barang-barang antik, tempat ini memang sangat menarik dijelajahi. Baca lebih lanjut artikel khusus tentang: Pasar Klithikan Kota Lama Semarang.

3. Kampung Batik
Kampung Batik dan Kampung Akik merupakan spot baru Pasar Sentiling, karena sebelumnya belum ada. Kampung Batik berada di sisi paling timur, menempati area di sepanjang jalan depan Gallery Semarang, atau di samping kanan Spiegel Bar & Bistro. Sepanjang jalan ini didominasi oleh stand-stand batik dari International Batik Center (IBC) Pekalongan.

4. Kampung Kuliner
Bagi saya bagian yang selalu menarik adalah Kampung Kuliner tempo dulu. Kita tahu kota Semarang memiliki khasanah kekayaan kuliner yang enak-enak dan beragam jenis, sebagai hasil akulturasi budaya etnis Jawa dan China yang  melahirkan jajanan Semarangan tempo dulu yang melegenda. Malam itu, saya menikmati sepiring lontong cap gomeh yang sungguh nendang, dan segelas es puter Conglik yang telah menjadi salah satu legenda kuliner Semarangan.

Lontong Cap Gomeh di Pasar Sentiling 2015

Lontong Cap Gomeh di Pasar Sentiling 2015

Es puter Conglik di Pasar Sentiling 2015

Es puter Conglik di Pasar Sentiling 2015

5. Kampung Akik
Sedangkan Kampung Akik berada jauh berseberangan di sisi barat, tepatnya di belakang Gereja Blenduk. Sesungguhnya tak pantas disebut kampung akik, kerena hanya terdapat beberapa lapak pedagang batu akik. Tampaknya kampung akik sekedar coba-coba mengikuti arus tren batu mulia yang sedang menjadi perhatian masyarakat Indonesia, tak terkecuali masyarakat kota Semarang.

6. Expo Transportasi Kuno
Selain acara khas pasar malam diatas, Festival Kota Lama 2015 dimeriahkan pula dengan Expo Transportasi Kuno berupa mobil-mobil antik sangat eksklusif buatan di bawah tahun 1950an. Salah satu mobil dipamerkan yang banyak menyedot perhatian pengunjung adalah sebuah mobil eks Presiden Indonesia pertama: Ir. Soekarno. Banyak pengunjung yang asyik memanfaatkan kesempatan ini untuk selfie berlatar belakang mobil bersejarah itu.

Expo Transportasi Kuno di Festival Kota Lama 2015

Expo Transportasi Kuno di Festival Kota Lama 2015

Mobil eks Presiden pertama RI di Festival Kota Lama 2015

Mobil eks Presiden pertama RI di Festival Kota Lama 2015

7. Pameran Patung Kontemporer
Galeri Semarang (Contemporary Art Gallery) yang berada di Jl. Taman Srigunting no 5-6, tak ketinggalan turut serta memeriahkan dengan menggelar Pameran Patung dari Asosiasi Pematung Indonesia. Pameran ini telah berlangsung sebelumnya yakni tanggal 15 Agustus 2015 dan berakhir tanggal 18 Oktober 2015.

 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.