Festival Organik Semarang 2015

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Ada sebuah event di Semarang yang tampaknya cukup menarik perhatian masyarakat, yaitu Festival Organik bertempat di Atrium Java Supermall Semarang mulai tanggal tanggal 3-5 Oktober 2015. Agenda ini merupakan hajatan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Tengah, ditujukan untuk memperkenalkan produksi hasil budidaya pertanian organik di seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

Festival Organik di Java Supermall Semarang 2015

Festival Organik di Java Supermall Semarang 2015

Seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup ekologis, lebih dekat dengan alam, pangan organik menjadi salah satu issue penting yang mau tidak mau akan meningkat permintaan pasarnya. Trend yang terus meningkat, tentu saja menaikkan demand di masyarakat.

Saat mangKoko berkunjung ke sana (Minggu, 4 Oktober 2015), suasana terlihat sangat meriah saking banyaknya pengunjung. Bahkan beberapa stand telah kosong karena produk yang mereka pemerkan talah habis terjual, padahal pemeran baru memasuki hari ke 2 dari 3 hari yang direncanakan. Trend perhatian masyarakat yang tinggi terhadap produk pangan organik tentu saja menjadi sebuah harapan dan sekaligus peluang bagi para petani organik untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Mengingat produk organik memiliki nilai jual premium padahal dengan biaya tanam yang rendah karena memanfaatkan sarana produksi pertanian lokal baik pupuk maupun pestisida organik yang bisa mereka buat sendidi dengan bahan-bahan alami.

Demo masak di Festival Organik Semarang 2015

Demo masak di Festival Organik Semarang 2015

Pemerintah tampaknya juga lumayan serius mendorong peningkatan produksi pangan organik ini, dengan melakukan bimbingan teknik bertanam organik kepada para petani. Selain itu yang tak kalah penting adalah membantu mempopulerkan keunggulan produk organik di masyarakat dengan mengadakan event-event pameran, seperti Festival Organik Semarang 2015 ini.

Kesadaran pentingnya pola hidup ekologis dipicu oleh kenyataan bahwa kehidupan masyarakat kini selalu bersanding dengan ancaman penyakit-penyakit degeneratif yang konon biang keladinya adalah pola hidup instan, termasuk di dalamnya adalah pola makan instan berupa makanan-makanan cepat saji dan makanan yang diawetkan, bukan makanan-makanan segar, yang dipanen fress dari ladang organik.

Empon-empon organik di Festival Organik Semarang 2015

Empon-empon organik di Festival Organik Semarang 2015

Di samping itu telah banyak pula publikasi hasil penelitian terhadap kelompok masyarakat di daerah-daerah tertentu yang memiliki angka harapan hidup dan tingkat kesehatan yang lebih prima karena terbiasa hanya mengkonsumsi makanan-makanan yang ditanam secara alami.

Beras Organik
Festival Organik di Semarang ini melibatkan kelompok-kelompok tani di hampir seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Beras organik sebagai makanan pokok tampaknya menjadi primadona ditampilkan di banyak stand dari bergabai kabupaten, misalnya di stand Kabupeten Semarang, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Klaten. Dari pantauan di pasar, beras organik memiliki nilai jual sekitar 15% sampai 50% lebih tinggi dibanding beras varietas sama yang non organik.

Pak Eko, dengan produk Beras Sehat di Festival Organik Semarang 2015

Pak Eko, dengan produk Beras Sehat di Festival Organik Semarang 2015

Saya sempat ngobrol dengan pak Eko, yang mewakili stand organik dari Banyumas. Beliau mengaku mengelola lahan sekitar 2 hektar. Menurut beliau bertani organik sangat menguntungkan. Kapasitas produksi masih jauh dari memenuhi permintaan pasar. Beras organik hasil panenannya terserap habis di wilayah kabupaten tempat tinggalnya saja. Belum mampu memenuhi permintaan dari luar daerah.

Lebih lanjut beliau menerangkan bahwa biaya tanam juga rendah, karena pupuk organik yang digunakan bisa dibuat sendiri. Demikian pula efective microorganisma penyubur tanaman dibuat sendiri dengan mencampur isi usus kambing dengan leri bekas cucian beras yang difermentasi selama beberapa minggu.

Sayuran Organik
Selain beras, sayur-sayuran juga menjadi primadona di pasar bahan pangan organik. Karena memang sayuran ini menjadi bagian langsung yang mudah tercemar polutan pestisida selama masa tanam hingga panen. Bayangkan misalnya tanaman bayam atau sawi, bagian yang dikonsumsi adalah bagian daun, dimana sebelumnya dilakukan penyemprotan dengan pestisida kimiawi untuk upaya pengendalian hama. Bukankah itu berarti kita mengkunsumsi sayuran yang telah secara langsung terpapar bahan beracun yang berupa pestisida.

Bertanam sayuran organik bisa dilakukan dengan pot

Bertanam sayuran organik bisa dilakukan dengan pot

Dengan demikian sayur-mayur menjadi tonggak terdepan jika menginginkan hidup lebih sehat secara alami. Beberapa daerah yang terlihat menonjol akan produksi sayur-mayur organik di Jawa Tengah adalah Kabupetan Semarang, Salatiga dan Boyolali. Produk sayur-sayuran organik tersebut relatif mudah didapatkan di supermarket yang ada di kota Semarang.

Menarik tagline Festival Organik ini:
Jateng Gayeng, Petani organik soyo mempeng  … he he

 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.