Pameran Batu Akik di Sriratu Semarang

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Ada kesempatan menarik bagi para penggemar batu akik di Semarang dan sekitarnya. Saat ini sedang berlangsung Pameran batu akik di Semarang, lokasinya di Pasaraya Sriratu Jl. Pemuda No. 29-33 Semarang. Event pameran bertajuk Pameran & Lomba Batu Permata Indonesia ini berlangsung dari tanggal 25 Februari s/d 1 Maret  2015.

Pameran Batu Permata di Semarang yang di banjiri pengunjung

Pameran Batu Permata di Semarang yang di banjiri pengunjung

Pameran & Lomba Batu Permata yang diprakarsai oleh Semarang Gems Lover Community Semarang (Semar GLo) ini telah dibuka oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi diharapkan dapat menjadi wadah interaksi sekaligus ekspresi bagi para penggemar batu mulia di Semarang. Siapa tahu event ini menjadi gerbang masuk dan pengembangan bisnis batu mulia di pusat-pusat perbelanjaan.

Ada sekitar 70 stan para penjual batu permata dari seluruh Indonesia yang mengikuti gelaran acara ini. Hampir semua jenis batu mulia dipamerkan disana, rubi, safir, zamrud dan tentu saja batu akik, yang sesungguhnya digolongkan sebagai batu semi mulia (semi precious stone). Dan yang menjadi primadona tentu saja batu akik yang sedang naik daun di seluruh penjuru tanah air.

Stan Pameran
Hampir semua stan sesak dipenuhi pengunjung. Apalagi stan yang menawarkan obral batu akik 4 biji 100 ribu rupiah. Sangat asyik memilih batu sesuai selera.  Batu-batu yang diobral ini tentu saja adalah sortiran alias tidak dianggap bernilai tinggi bagi sang penjual. Namun diantara ribuan butir-butir batu yang di-oprokkan di situ selalu saja ada yang lumayan bagus dan unik, sehingga cukup menarik. Konon nilai batu akik sangat ditentukan oleh persepsi masing-masing orang.

Memilih batu akik 100 ribu dapat 4 biji

Memilih batu akik 100 ribu dapat 4 biji

Wabah demam batu akik tampaknya bergaung ke seluruh penjuru Nusantara, tak terkecuali masyarakat kota Semarang. Terbukti pada hari pertama pameran kemarin area pameran penuh sesak dipadati oleh pengunjung. Sebagian besar tentu saja kaum lelaki. Ibu-ibu dan anak-anak terlihat bergerombol duduk-duduk di kursi yang disediakan di depan panggung pameran, rupanya mereka menunggu para bapak dan mas yang lagi asyik berburu akik.

Berburu batu akik berbekal segepok uang bagi kebanyakan orang bukanlah sesuatu yang menantang.  Lebih asyik jika berhasil menemukan batu berharga murah namun memiliki karakter atau pola yang unik sehingga dipersepsi berharga, bukan membeli batu dengan harga selangit. Rasanya itulah kepuasan tertinggi para penggemar batu.

Memilih bahan akik harga seribuan

Memilih bahan akik harga seribuan

Hal seperti ini umumnya hanya mungkin jika membentuknya sendiri dari bahan batu mentah. Sehingga tidak mengherankan jika sebuah stan yang menyediakan bahan batu akik murah dari sungai Klawing di Purbalingga menjadi salah incaran banyak orang. Batuan pecah yang di rendam air di ember-ember plastik tersebut memang harganya sangat terjangkau, mulai dari 1000 rupiah hingga 50.000 rupiah. Siapa tahu menemukan batu bercorak unik dan bernilai tinggi diantara ribuan butiran batu yang hanya seharga sebutir permen. Menarik bukan?

Lomba Batu Permata
Untuk lombanya sendiri akan memperebutkan Piala Walikota Semarang. Kita bisa saksikan batu-batu seperti apa sih yang dianggap bagus sehingga mampu memenangkan lomba? Masyarakat yang awam dengan dunia akik terkadang dibuat bengong tak habis pikir, sebutir batu yang dipasang pada sebentuk cincin yang terlihat biasa saja kadang dihargai sangat tinggi hingga sampai ratusan juta rupiah.

Demikian pula dengan fenomena batu bacan yang lagi menggila popularitasnya saat ini. Harganya terasa sangat tidak rasional. Seorang pemilik stan menunjukkan sebutir batu bacan, “Batu bacan ini telah laku 8,5 juta”, katanya. Padahal dliihat kasat mata, keindahan batu manik ringin (green crysophase) yang sama-sama berwarna hijau tidak kalah dengan bacan (terlepas dari kualitas yang berhubungan dengan tingkat kekerasannya).  Harganyapun terpaut jauh lebih murah, dapat dibeli dengar harga hanya ratusan ribu saja.

Itulah sekilas suasana di Pameran Batu Akik di Pasaraya Sriratu Semarang. Jika ingin berburu ke sana, tetap rasional dan tetap teliti sebelum membeli ya!