Pameran Bonsai International di Benteng Vredeburg Yogyakarta 2014

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Woow …  inilah satu kata yang sangat pantas untuk melukiskan event International Bonsai Art & Culture Biennale yang telah diselenggarakan di Benteng Vredeburg tanggal 18-21 Oktober 2014 lalu. Pameran bonsai berskala internasional ini mengangkat konsep yang sungguh unik. Setiap peserta dibebaskan untuk mengekspresikan ide-ide tampilan bonsai mereka. Hasilnya bukan hanya pameran tanaman bonsai yang memang berkelas namun juga gaya dan tema displai sangat memanjakan pandangan mata. Seperti parade karya seni 3 dimensi yang tak henti-hentinya mengundang decak kagum.

When Art and Culture Meet Through Bonsai, Benteng Vredeburg Yogyakarta

When Art and Culture Meet Through Bonsai, Benteng Vredeburg Yogyakarta

Pameran bertema “When Art and Culture Meet Through Bonsai” ini rupanya bertujuan ingin menjadikan bonsai sebagai seni yang pantas untuk diapresiasi masyarakat lebih luas. Bahkan masyarakat internasional. Bonsai sekaligus dijadikan duta pariwisata Indonesia, khususnya Yogyakarta. Selain agenda pameran diadakan pula pertunjukan budaya tradisional,  menerbangkan bersama “258 Lanterns Night for Yogyakarta” untuk menyambut HUT Yogyakarta dan pertunjukan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan.

Suasana Pameran Bonsai Internasional 2014 Yogyakarta

Suasana Pameran Bonsai Internasional 2014 Yogyakarta

Sehari rasanya tidak cukup untuk menikmati suguhan yang langka ini. Saya sendiri karena hanya punya waktu sehari di Jogja, akhirnya harus memilih acara yang saya anggap terpenting saja yaitu: pameran. Bagai kucing yang mengendus ikan asin, seluruh bonsai yang dipamerkan dilahap habis. Tak ada secuilpun sudut menarik pada setiap obyek pameran terlewatkan. Semua harus kena jepret, terabadikan lewat moncong lensa sapujagad Nikon 18-105mm yang nongkrong di DSLR kesayangan. Meskipun sebenarnya saya juga bawa lensa macro, namun rasanya hanya lensa sapujagad-lah yang paling praktis untuk mengabadikan ratusan bonsai mesterpieces tersebut. Tentu saja tidak setiap foto tertampung di artikel ini, hanya beberapa foto saja, mudah-mudahan telah mewakili menjadi saksi kedahsyatan pameran bonsai kolosal ini.

Maksud hati sangat ingin mengikuti demo yang menampilkan para master bonsai internasional seperi Robert Steven dan Sulistyanto Soejoso (Indonesia), William N. Valavanis (USA), Mauro Stemberger (Italy), Isao Omachi (Jepang), Pedro Morales (Puerto Rico), Prof Amy Liang dan Cheng ChengKung (Taiwan), Zheng Zhi Lin (China), Chong Yong Yap (Malaysia), Jun Ilaga (Philipina), Manoj Kumar dan Shrikrishna Gadgil (India). Namun karena keterbatasan waktu tinggal di Jogja, terpaksa harus menelan ludah, tidak bisa mengikutinya. Jadi saya mohon maaf jika tidak bisa bercerita kehebatan para master bonsai tersebut.

Lokasi Outdoor, Bonsai Santigi (Pemphis Aacidula) koleksi Sulistyanto Soejoso

Lokasi Outdoor, Bonsai Santigi (Pemphis Aacidula) koleksi Sulistyanto Soejoso

Di Benteng Vredeburg tempat pameran dibagi menjadi 2 bagian utama. Saat memasuki pintu gerbang utama benteng, diujung sebelah timur adalah lokasi pemeran tempat terbuka (outdoor). Tampilan gaya dan tema di lokasi outdoor relatif standard dengan pameran bonsai pada umumnya. Ditata pada rak atau bonsai stand dengan latar belakang layar putih atau ornamen natural seperti bambu. Pemasangan latar belakang seperti ini dimaksudkan untuk lebih menonjolkan detil bonsai tanpa terganggu penampakan benda-benda lain di latar belakang.

Lokasi Indoor, Bonsai Jeruk Kingkit (Triphasia Trifolia) koleksi Robert Steven

Lokasi Indoor, Bonsai Jeruk Kingkit (Triphasia Trifolia) koleksi Robert Steven

Bagian kedua adalah lokasi indoor, yang banyak menampilkan bonsai-bonsai dengan tema yang unik, kreatif, dan imajinatif. Semua jenis bahan diexplorasi untuk mengungkapkan ide sang seniman. Tak terbatas bahan organik semacam kayu atau bambu, namun juga plastik, logam dan aplikasi tata cahaya untuk mendukung tema yang di bidik.

Bursa Bonsai
Tak pernah ketinggalan, setiap event pameran bonsai, selalu disertai dengan stand-stand bursa. Bursa seperti ini adalah kesempatan emas bagi para penghobi bonsai untuk berburu bakalan bonsai yang memiliki prokpek bagus namun masih diperjualbelikan dengan harga murah. Selain itu, ditawarkan pula penjing, berupa batuan alam berbentuk unik. Terkadang dikombinasikan dengan pertumbuhan pohon bonsai pula.


3 thoughts on “Pameran Bonsai International di Benteng Vredeburg Yogyakarta 2014

  1. Dedy@Dentist Chef

    Sorry to said this, but bonsai isn’t a sort of art for me,
    it’s a torture of natural being..
    plants suppost to be grown
    #treehuggingsyndrome gue lg kambuh

    mangKoko says:
    There are always different opinions on everything . It is okay bro.

    Reply
  2. ysalma

    bonsai sama karya 3 dimensinya keren-keren, hasil karya master..
    saya punya beringin usia 20 tahun, anaknya boleh ngambil dari sungai di kampung, niatnya mau belajar bonsai, tp ga jadi bonsai cuma beringin kerdil tak berbentuk :(

    mangKoko says:
    Nilai/kualitas sebuah bonsai memang tidak terkorelasi langsung dengan usia. Namun lebih menunjukkan kekuatan imajinasi dan ketekunan sang master yang ada di balik kehebatan penampilan sang pohon.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.