Pasar Imlek Semawis 2015

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Pasar Imlek Semawis, atau kadang disebut Pasar Malam Semawis adalah sebuah even tahunan unik yang selalu di selenggarakan setahun sekali di kota Semarang. Agenda budaya yang diprakarsai oleh berbagai Komunitas Tionghoa Semarang ini digelar setiap menjelang tahun baru Imlek. Pasar Semawis tahun 2015 diadakan mulai sore ini tanggal 14 Februari 2015 sampai dengan 17 Februari 2015.

Pasar Imlek Semawis diadakan di kawasan pecinan Semarang, yaitu di sepanjang Jl. Wotgandul Timur. Bagi anda yang kebetulan lagi berada di kota Semarang, jangan lewatkan kesempatan langka ini. Di sana akan anda temui bazar makanan tradisional tempo dulu, baik jajanan ala Jawa maupun pecinan, bazar UMKM, pentas budaya Wayang Potehi, Xiang Qi (catur gajah), musik tradisional Tionghoa Lam Kwan, atraksi Wushu, kesenian Trutuk Semarangan, dan tentu saja tak ketinggalan atraksi Barongsai dan Liong Samsie.

Barongsai di Pasar Imlek Semawis 2015

Barongsai di Pasar Imlek Semawis 2015

Jalan di daerah pecinan Semarang relatif agak rumit, dan sebagian jalan satu arah, sehingga bagi yang tidak terbiasa akan sedikit membingungkan. Saran saya gunakan taksi dari hotel tempat anda menginap, minta di antar ke Pasar Malam Semawis di daerah Pecinan, di Jl. Wotgandul Timur.

Pasar Semawis diharapkan menjadi cermin pluralisme kehidupan masyarakat ibu kota Jawa Tengah ini. Sebagai area pembauran budaya bagi siapaun, tak mengenal perbedaan etnis, agama, maupun status sosial. Harjanto Halim, seorang pengurus Komunitas Pecinan Semarang (Kopi Semawis) seperti yang di kutip harian Suara Merdeka mengharapkan bahwa seluruh masyarakat bisa ikut merayakan dan mengambil makna positif dari semangat imlek, bukan hanya bagi warga Tionghoa saja. Seperti halnya perayaan Iedul Fitri yang telah menjadi kegembiraan bersama.

Kemeriahan Pasar Imlek Semawis 2015

Kemeriahan Pasar Imlek Semawis 2015

Rektor Unika Sugijapranata Prof Dr Ir Yohanes Widianarko mengapresiasi agenda tahunan ini denga menyebut satu kata kunci yaitu “akulturasi” yang menjadi modal utama sehingga even seperti ini terus terselenggara hingga menginjak kali ke 12 di tahun ini. Jika di kota-kota lain hanya sekedar hangat-hangat tahi ayam atau “obor blarak”, berbeda di Semarang, kultur masyarakatnya sangat terbuka dan sangat menghargai spirit toleransi antar agama, etnis maupun budaya. Sehingga akulturasi menjadi hal yang tidak terlalu sulit di duwujudkan.

Sebuah contoh sederhana di kompleks perumahan tempat saya tinggal, di wilayah Semarang Timur, setiap perayaan Hari Raya Iedul Adha, semua lapisan masyarakat “guyub rukun” ikut bergabung merayakan. Kami bersama-sama menyembelih kambing dan sapi untuk di bagi-bagikan. Sebagian juga di masak untuk dinikmati bersama oleh semua warga tanpa membedakan etnis maupun agama.

Apa saja jajanan khas Semarang yang akan dapat anda ketemukan di sana?

Salah satu sudut di stand jajanan Pasar Imlek Semawis 2015

Salah satu sudut di stand jajanan Pasar Imlek Semawis 2015

Saya sendiri selalu mengidam-idamkan lontong Cap Gomeh yang sungguh membuat jakun turun naik keenakan. Masakan yang satu ini adalah contoh nyata dari akulturasi budaya peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan Jawa. Hidangan berupa lontong dengan berbagai macam lauk dan sayur yaitu opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng ati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk ini memberi sensasi unik tak terlupakan bagi saya.

Kaligrafi Mandarin di stand Suara Merdeka, Pasar Imlek Semawis 2015

Kaligrafi Mandarin di stand Suara Merdeka

Makanan ini memang jarang di temukan sehari-hari. Bagi keluarga Tionghoa, biasanya disantap pada saat perayaan Cap Gomeh, yaitu 15 hari setelah Imlek. Tetapi di Pasar Malam Semawis biasanya ada yang menjual, sehingga menjadi kesempatan emas untuk memuaskan selera.

Makanan lain adalah aneka macam soto, pisang plenet, nasi goreng babat khas Semarang, dan tentu saja lumpia isi rebung bambu yang telah menjadi ikon kota Semarang.

Ragam minumannya-pun tak kalah eksotis, es puter Cong Liek, wedang kacang dan wedang tahu yang hangat dengan sentuhan lembut kembang tahu di dalamnya.

Sebagai kenang-kenangan untuk dibawa pulang, anda bisa pula mengunjungi stand Harian Suara Merdeka yang menyediakan layanan membuah karikatur wajah, kaligrafi Mandarin, photo booth Frame Koran raksasa dan lain lain.

Jadi tunggu apa lagi, masihkan tidak tertarik mengunjunginya? Tahun ini Pasar Imlek Semawis mengambil thema ketegasan, sesuai dengan situasi nasional saat ini. Akan seperti apa wujud Pasar Semawis 2015 dengan tema ketegasan tersebut?

Yuk kita saksikan bersama!


3 thoughts on “Pasar Imlek Semawis 2015

  1. Museum Timah

    Pasti seru baget pasarnya. Pengin bisa ke pasar itu.

    mangKoko says:
    Betul memang seru mas!
    Semakin malam semakin penuh pengunjung, sampai berdesak-desakan.
    :-)

    Reply
  2. Yudi

    Jadi ingat salah satu episode Upin Ipin yang Imlek… 😀

    mangKoko says:
    He he … begitu ya mas Yudi!

    Reply
  3. Barongsai imlek

    Great blog you have here.. It’s difficult
    to find high quality writing like yours nowadays.
    I honestly appreciate individuals like you! Take care!!

    mangKoko says:
    Thank you for your appreciation

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.