Museum Kereta Api, di Lawang Sewu

By mangkoko : last updated 16 Nov 2016

Tahukah anda jika di Lawang Sewu terdapat Museum Kereta Api?

Lawang Sewu selain merupakan obyek wisata arsitektur peninggalan jaman penjajahan Belanda tempo dulu, gedung kuno ini juga difungsikan sebagai Museum Sejarah Kereta Api, sehingga memperkaya pilihan destinasi wisata edukatif di kota Semarang.

Loko uap seri C 2301 yang dibuat tahun 1908

Loko uap seri C 2301 yang dibuat tahun 1908

Melalui Unit Pelestarian Benda Sejarah,  PT. Kereta Api Persero sebagai pemilik aset, telah memfungsikan Lawang Sewu manjadi Museum Kereta Api. Sungguh asyik, instagramable berfoto ria diatas loko uap tua berseri C 2301 yang konon dibuat pada tahun 1908 ini. Dulu loko tua ini diopersikan melayani rute antara Semarang – Jatirogo, dan Semarang – Blora hingga tahun 1980.

Apa yang ada di sana?
Banyak pernak-pernik yang berhubungan dengan operasional sistem perkeretaapian tempo dulu yang di pamerkan di sana. Salah satu yang terlihat unik adalah: Tuas Wesel Alkmaar, yang terlihat masih sangat terawat. Peralatan ini berfungsi untuk menggerakkan palang sinyal, yaitu sistem signaling untuk mengatur lalu-lintas kereta api tempo dulu.

Tuas wesel alkmar memiliki beberapa tuas (handle) mekanik yang diopersikan secara manual oleh petugas jaga di stasium kereta api. Wesel dan palang sinyal terhubung dengan tuas penggerak menggunakan kawat baja. Anda bisa mencoba seberapa berat menggerakkan tuas-tuas wesel yang terbuat dari baja ini!

Tuas wesel alkmar, peralatan signaling manual kereta api

Tuas wesel alkmar, peralatan signaling manual kereta api

Ada pula koleksi Lampu Hansen. Lampu ini juga merupakan peralatan persinyalan kereta api namun bersifat mobile, dibawa oleh petugas pemeriksa keamanan jalur rel. Ada dua warna cahaya yang dibangkitkan dari lampu ini yaitu hijau dan merah. Warna hijau memberi tanda pada masinis kereta bahwa jalur aman untuk dilewati. Sedangkan warna merah memberikan pesan kereta harus berhenti kerana jalur belum aman.

Di sana terdapat pula replika sistem perkereta apian dan segala macam pernak-pernik yang berhubungan dengan sejarah kereta api.

Replika sistem perkeretaapian Indonesia

Replika sistem perkeretaapian Indonesia

Sejarah Kereta Api
Konon rel kereta api pertama yang di bangun di Pulau Jawa adalah jalur Semarang – Vorstelanden. Kata Vorstenlanden dipakai pada jaman penjajahan Belanda dulu untuk menyebut “wilayah-wilayah kerajaan”, dalam hal ini adalah wilayah yang sekarang menjadi  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Wilayah Surakarta (Solo).

Daerah segitiga emas yang sekarang sering di sebut sebagai Joglosemar ini memang merupakan pusat perekonomian (penghasil komuditas pertanian) yang sangat produktif namun masih sulit dijangkau sehingga menjadi prioritas pembangunan jalur kereta api.

Jalur-jalur lain kemudian menyusul dibangun, namun di lakukan oleh pihak swasta. Antara lain adalah jalur Semarang – Juwana (tahun 1881), jalur trem JSM (Java Spoorweg Maatschappii) di Tegal (tahun 1885) yang di tahun 1887 dibeli oleh SCS (Semarang Cheribon Stoomtram). Dan juga jalur Surabaya – Wonokromo (tahun 1889) yang dikelola oleh Oost Java Stoomtram Maatschappii.

Ruang Museum yang menampilkn miniatur dan pernak-pernik perkereta apian

Ruang Museum yang menampilkn miniatur dan pernak-pernik perkereta apian

Adapun stasiun pertama di Semarang dibangun di Tambaksari Kemijen dekat dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pada tahun 1914 stasiun Tambaksari dibongkar karena akan dibangun stasiun baru di Tawang. Sebagian bangunan stasiun Tambaksari masih dipakai sebagai gudang, sehingga dikenal dengan sebutan stasiun Semarang Gudang. (ref. pamflet Museum Kereta Api Lawang Sewu)

Di salah satu sudut museum terpasang sebuah lukisan yang menarik perhatian. Ternyata ini adalah lukisan Stasiun Brumbung terletak di Kembangarum, Mranggen, Demak. Stasiun ini berada tak jauh dari jalan raya Semarang – Purwodadi. Keberadaan stasiun Brumbung konon sangat penting karena merupakan tempat percabangan bagi jalur rel ke Surabaya (timur) dan Surakarta (tenggara).

Lukisan stasiun Brumbung Demak

Lukisan stasiun Brumbung Demak, koleksi Museum Kereta Api Lawang Sewu

Itulah beberapa hal menarik yang dapat kita temukan di Museum Kereta Api di Gedung Lawang Sewu. Ada museum lain yang lebih komplet koleksinya, meliputi berbagai macam jenis loko yang pernah beroperasi tempo dulu, yaitu di Museum Kereta Api Ambarawa. Yang terletak di sebelah selatan Semarang, dapat ditempuh sekitar 1 jam dengan mobil dari Semarang.

Artikel tentang Arsitektur Gedung Lawang Sewu silahkan baca pada artikel Momong di Lawang Sewu  yang telah terbit sebelumnya. Dan juga Wallpaper Arsitektur Lawang Sewu yang telah pula tersedia untuk di download.

Referensi:
– Dokumentasi Museum Sejarah Kereta Api Lawang Sewu Semarang
– id.wikipedia.org


2 thoughts on “Museum Kereta Api, di Lawang Sewu

  1. Museum Timah

    Bagus ya. Ini baik untuk edukasi anak-anak.

    mangKoko says:
    Lumayan mas, memperbanyak obyek yang bisa dilihat saat berkunjung ke Lawang Sewu

    Reply
  2. Inayah

    barusan kesini..dan lagi mau nulis postingan,,,eh nemu postingan ini

    mangKoko says:
    Tapi tetap nulis kan mbak Inayah?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.