11 Manfaat Mendaki Gunung

By Sansan : last updated 02 May 2017

Saya pernah ditanya oleh seorang teman, “Apa sih enaknya mendaki gunung?, apa tujuannya?, dan apa yang kamu dapat di atas gunung sana?”.

Belum sempat aku menjawabnya, dia terus memberondong dengan pendapatnya, “Naik gunung itu hanya cape, baju kotor, ribet bawa carrier gede, harus hidup di dalam hutan, fasilitas terbatas, sinyal ponsel tak ada, kedinganan pula”

11 Manfaat Mendaki Gunung

Mungkin seperti itulah gambaran mendaki gunung di kepala orang-orang yang tidak pernah mencobanya. Pikir saya.

Bingung mau menjawab apa, saya jawab saja sekenanya: bahwa ini adalah urusan hati. Dia tidak akan pernah tahu makna mendaki sebelum melakukan pendakian sendiri. Namun, setelah perbincangan itu berakhir, pertanyaan itu masih saja terngiang di kepala. Saya terbawa kritis terhadap hobi yang selama ini saya lakukan. Selain urusan hati, kenapa saya harus mendaki gunung?

Di tengah kegelisahan, saya mendapatkan jawaban dari seorang Soe Hok Gie kala dia ditanyai hal serupa.

Jawabannya: “Patriotisme tidak akan mungkin tumbuh dari hiprokisi dan dengan slogan-slogan, namun anda akan mencintai sesuatu dengan tulus, apabila mengenal sesuatu itu dengan baik dan benar. Mencintai Tanah Air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Alam Indonesia dari dekat.”

Selain jawaban itu, saya juga menemukan jawaban-jawaban lain tentang alasan kenapa saya harus mendaki gunung. Paling tidak, ada sebelas manfaat yang bisa saya dapatkan ketika mendaki gunung. Coba simak berikut ini:

1. Naik Gunung Membangkitkan Rasa Nasionalisme

Tentunya alasan pertama saya ambil dari jawaban Gie. Betul, mendaki gunung akan membawamu kepada keindahan alam Indonesia. Melihatnya dari dekat akan menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia, merasa bangga dan bersukur bahwa kita terlahir di negara yang keelokannya sangat memukau. Bahkan, dalam beberapa pendakian, tidak jarang saya bertemu dengan bule dan dia berkata;

“The nature of Indonesia is very beautiful”

Saya memberitahumu, saat kau mendaki gunung, kau akan melihat betapa kecenya alam Indonesia, pohon-pohon berdiri gagah, bunga-bunga tumbuh cantik warna-warni. Apalagi setelah kamu menginjak puncak, kau berdiri di atas samudra awan alam menyaksikan bentangan alam dari ketinggian. Semakin sering melakukan pendakian, semakin besar pula kecintaan terhadap Indonesia.

2. Pendakian Akan Mengajarkan Kepada Kemandirian

Berbeda dengan keadaan di rumah. Kebutuhanmu selalu terpenuhi, saat kau lapar, makanan sudah tersaji di lemari makanan. Tapi keadaannya tidak akan seperti itu saat kau berada dalam pendakian. Saat lapar, kamu harus memasak sendiri. Bangun tidur, kau sendiri yang akan melipat sleeping bag.

Perlahan, kebiasaan seperti itu, melakukan semuanya seorang diri, akan membuatmu terbiasa dalam kehidupan yang mandiri. Mendaki gunung, mengasah kemampuanmu untuk menjalani hidup yang tidak bergantung kepada orang lain.

3. Pendakian Memberitahumu Bahwa Hidup ini Sangat Berharga

Terkadang, kita lupa untuk bersukur atas kehidupan yang tuhan berikan, kita sering mengutuk takdir yang telah kita terima, seakan hidup adalah hal sepele, remeh dan sama sekali tidak berharga.

Kenyataannya, khidupan adalah anugrah. Sebuah pendakian di gunung Papandayan pernah mengajarkan saya akan hal itu. Seekor Babi menyerang tenda kami dan melalap habis perbekalan makanan yang kami bawa. Hasilnya?, makanan-makanan yang tersisa sedikit menjadi sangat berarti.

Saat itu, sepotong roti bagaikan penyambung nyawa, sebungkus mie instan berubah menjadi sangat berharga. Pendakian itu memberitahuku bahwa kehidupanku di rumah adalah kehidupan yang sangat berarti. Mungkin, bagi sebagian orang, keadaan saya yang menyedihkan adalah keadaan mereka pada setiap harinya.

4. Membangun Kepedulian Terhadap Sesama

Senyuman ramah antar sesama pendaki, saling mengulur tangan saat bergelut dengan track curam dan saling mengobati saat seseorang tergelincir adalah hal yang sangat mudah ditemukan di atas gunung sana. Terjalin rasa kepeduliaan, meskipun sebelumnya tidak kenal, bahkan baru pertama kali bertemu.

Oleh sebab itu, perlahan demi perlahan, pendakian demi pendakian akan membangunkan rasa peduli terhadap sesama manusia, rasa peduli terhadap sesama makhluk tuhan. Kepedulian yang pada jaman sekarang merupakan barang langka.

5. Pendakian Mengajarkan Kita Pada Hidup Fluktuaktif

Perjalanan menyusuri track pendakian, jalur yang kita temui tidak selamanya datar, terkadang menurun deras, menanjak tajam, berliku, terhalang pohon tumbang bahkan terkadang kita harus merangkak untuk melewati jalanan yang licin dan sadis.

Begitu pula saat kita menyusuri perjalanan hidup. Kehidupan tidak selamanya tentram, terkadang ada masalah berat, harus menghadapi rintangan, terkadang sedih, bahkan ada kalanya kita terpuruk dan tidak berdaya sama sekali.

Pendakian memberitahu kita tentang hidup yang fluktuaktif, seperti roda, kadang kita berada di atas dan ada saatnya kita berada di bawah.

6. Mengajarkan Kita Tentang Ketelitian dan Kecermatan

Dalam pendakian, kamu dituntut untuk memiliki ketelitian dan sikap cermat. Setidaknya dalam 3 hal di bawah ini.

Pengaturan Keuangan

Setiap pendakian pasti membutuhkan kecermatan dalam menghitung keungan dan biaya pengeluaran. Segala sesuatu yang berhubungan dengan uang harus dicermati dengan baik. Tidak lucu apabila kita kehabisan uang di tengah-tengah pendakian dan menyusahkan orang kita temui, seperti mengamen atau minta-minta untuk mengumpulkan ongkos pulang. Nanti, orang-orang akan mengatakan;

“Peralatan pendakian kan mahal-mahal, kenapa ini masih minta-minta.”

Perkiraan Waktu

Bagi para pendaki, menyaksikan sunrise di atas puncak adalah barang mewah yang tidak bisa dibeli. Hal itu membuat mereka harus teliti dan cermat dalam mengatur waktu, jam berapa memulai pendakian, berapa lama beristirahat, kapan harus mendirikan tenda, kapan makan dan jam berapa harus bangun. Itu semua dilakukan supaya sunrise tidak terlewatkan.

Semakin sering mendaki, maka kecermatan akan semakin terasah. Sebab, masing-masing gunung berbeda dalam jarak tempuhnya, ada yang tiga jam sudah sampai puncak dan ada juga yang harus menghabiskan beberapa hari. Berbeda juga dalam mengatur waktu. Kecermatan sangat dibutuhkan.

Mengatur Perbekalan Makanan

Pendaki juga dituntut cermat dalam mengatur perbekalan makanan, adalah ancaman berbahaya apabila kehabisan makanan di tengah-tengah pendakian. Bisa berujung kepada kecelakaan, merasa lapar, kehilangan konsentrasi dan tergelincir saat bergelut dengan track curam.

Dalam pendakian, kita harus cermat dalam mengatur tiga hal di atas. Pendakian demi pendakian, dari waktu ke waktu, kita akan terbiasa melakukan segala sesuatu dengan cermat dan teliti. Segala pilihan dalam kehidupan diputuskan dengan ketelitian dan sikap cermat.

7. Menikmati Proses

Sebelum menikmati pemandangan di atas gunung, menyaksikan betapa indahnya alam Indonesia. Ada proses yang harus dilewati terlebih dahulu, baik itu rasa lelah, menanggung beban carrier, menghadapi tanjakan-tanjakan sadis atau kedinginan di atas gunung. Namun hal terpenting bukanlah saat mencapai puncak, tapi sejauh mana kita bisa menikmati proses-proses sebelum mencapai puncak.

Sama halnya dengan kehidupan yang sedang kita jalani. Setiap orang menginginkan kesuksesan. Namun kesuksesan tidak bisa didapatkan begitu saja. Ada proses yang harus dilewati, baik itu cobaan, harus bekerja keras atau bertahan saat ujian menerpa. Namun setelah sukses nanti, kita akan memahami, hal terpenting bukanlah kesuksesan, tapi sejauh mana kita bisa menikmati proses. Pendakian akan memberitahumu tentang cara menikmati proses.

8. Belajar Fokus

Pendakian adalah sebuah perjalanan menuju puncak tertinggi, para pendaki akan memfokuskan tujuan mereka kepada puncak tersebut. Setiap tanjakan, track sadis atau rintangan tidak membuat mereka menyerah, mentasbihkan puncak sebagai tujuan pendakian.

Sama halnya dalam kehidupan, kita anggap saja bahwa sebuah puncak gunung adalah kesuksesan dalam hidup. Kita harus fokus bila ingin sukses. Jangan pernah menyerah kepada setiap rintangan yang kita temui saat berproses menuju sukses.

9. Memahami Arti Perjuangan

Semua pendaki pasti paham bahwa sebuah pendakian adalah perjalanan yang membutuhkan pengorbanan dan sikap juang yang tinggi. Tanpa perjuangan, puncak mustahil bisa ditapaki.

Ibaratnya seperti di atas, puncak gunung adalah kesuksesan. sukses hanya untuk mereka yang berani berjuang dalam melewati proses. Tanpa perjuangan, mustahil kesuksesan bisa kamu rasakan.

10. Mengenalikan Diri Sendiri

Bila kita tetap menikmati zona nyaman, tanpa melakukan pendakian, petualangan dan membenturkan diri sendiri ke luar zona nyaman. Sampai kapan pun, kita tidak pernah tahu tentang kemampuan diri kita sendiri.

Oleh karenanya, cobalah pergi ke gunung, benturkan dirimu dengan angin yang dingin, debu yang bertebaran atau panas matahari yang menyengat. Maka kita akan tahu dimana batasan-batasan diri dan sampai dimana kemampuan kita ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman. Apakah merasa down, mengeluh, marah-marah atau masih bisa bercanda ria bersama teman pendakian?.

11. Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

Pendakian adalah perjalanan yang akan membawamu kepada kemegahan alam, baik berupa batu besar yang gagah, pohon-pohon tinggi yang menjulang, keabadian bunga Edelweis atau air terjun yang bergemuruh. Demikian adalah sebagian kemegahan alam yang bisa kita saksikan saat mendaki gunung.

Setiap kemegahan itu menimbulkan sebuah tanya. Siapa atau apa yang lebih megah dibanding alam semesta?. Jawaban yang muncul pertama kali adalah siapa menciptakan alam semesta itu sendiri, yaitu tuhan yang maha Pencipta. Pendakian demi pendakian akan melahirkan kekaguman terhadap tuhan.

Demikian adalah 11 manfaat yang akan kamu dapatkan ketika melakukan sebuah pendakian atau alasan kenpa sesekali kamu wajib mencoba mendaki gunung.

Semoga bermanfaat dan salam lestari


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Sani Ramadhan

Seorang perindu ketinggian, penikmat kopi di kala senja, pemuja kata-kata indah dan pecinta pena.


 


Share :

5 thoughts on “11 Manfaat Mendaki Gunung

    1. Sani Ramadhan

      Iya gan, mendaki gunung adalah salah satu hobi yang tidak sia-sia.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.