Berburu Sunset di Tanah Lot

By mangkoko : last updated 04 Jan 2017

Jangan bilang pernah ke Bali, jika anda belum berkunjung Tanah Lot. Destinasi utama wisata pantai sekaligus wisata budaya di Bali ini memang sungguh ikonik. Saya berani katakan bahwa di benak para pelancong: Bali itu identik dengan Tanah Lot. Jadi jika anda berkunjung ke Bali untuk yang pertama kali, jangan pernah sishkan Tanah Lot dari agenda wisata anda. Kecuali anda rela tak diakui pernah datang ke Bali.

Sunset di Tanah Lot Bali

Sunset di Tanah Lot Bali

Tanah Lot artinya adalah tanah laut. Karena memang bagian paling ikonik disana adalah sebuah batu karang yang menjorok ke laut, terpisah dari bibir pantai. Di atas batu karang tersebut berdiri bangunan suci umat Hindu Bali yang disebut Pura Luhur Tanah Lot. Cerita sejarah pura ini berkaitan dengan perjalanan suci seorang pendeta Hindu bernama Dang Hyang Nirartha pada abad ke-16 Masehi. Pendeta ini berasal dari Blambangan (di pulau Jawa) menuju ke Pulau Bali untuk menyebarkan agama Hindu.

Saat air laut sedang surut kita dengan mudah mencapai batu karang yang menjulang itu dengan cukup berjalan kaki. Dasar batu karang terlihat jelas, menyembulkan warna hijau segar dari rerumputan laut diselang-seling dengan kubangan-kubangan kecil terisi air laut nan jernih. Namun kala laut sedang pasang naik pemandangan ini tak lagi terlihat, karena tempat ini tergenang air laut. Dan batu karang ini akan terlihat terpisah dari pantai.

Pantai Tanah Lot kala pasang surut

Pantai Tanah Lot kala pasang surut

Sunset di Tanah Lot

Kunjungan saya ke Bali kali ini sengaja dilakukan pada saat tidak padat kunjungan, dan pada musim kemarau. Tujuannya agar dapat menjelajah Bali lebih leluasa, termasuk mengejar sunset di Tanah Lot. Pada waktu seperti ini selain kondisi jalanan di Bali tak macet, juga terhindar dari gangguan hujan. Tak lucu kan bila kita sampai ke Tanah Lot ternyata sedang hujan, atau awan hitam menggelantung menutupi langit?

Sunset tak mungkin terlihat bukan?

Berbondong-bondong berburu sunset di Tanah Lot

Berbondong-bondong berburu sunset di Tanah Lot

Waktu terbaik berkunjung ke Tanah Lot adalah pada sore hari, menjelang matahari terbenam (sunset). Meskipun pemandangan dan suasana terindah kala sunset hanya terjadi dalam beberapa menit saja, namun saya menyarankan untuk mengalokasikan waktu lebih lama di Tanah Lot. Jangan datang terlalu mepet senja. Karena Tanah Lot tak hanya sunset, namun ada beberapa spot wisata lain yang sayang dilewatkan. Seperti misalnya menikmati kesegaran air suci yang ada di bawah batu karang. Meskipun berada di laut namun air suci ini terasa tawar menyegarkan.

Menjelang sunset, suasana Tanah Lot akan sangat ramai. Bahkan saat “low season” sekalipun. Jadi kedatangan anda lebih awal memberi keleluasaan untuk memilih tempat terbaik menikmati sunset. Jika anda membawa kamera profesional dengan berbagai perlengkapannya seperti lensa bukaan lebar dan tripot, bisa memilih tempat di ketinggian, supaya bisa menjangkau area lanscape yang lebih luas.

Jika hanya ingin sekedar bersantai, menikmati secangkir kopi Bali di sore hari, silahkan memilih area di atas bukit. Di sana tersedia bangku-bangku kayu berderet sepanjang pinggir bukit. Tempat ini tampaknya menjadi salah satu tempat favorit para wisatawan mancanegara.

Menanti sunset sambil ngopi, favorit wisatawan mancanegara

Menanti sunset sambil ngopi, favorit wisatawan mancanegara

Setelah sunset berlalu, anda bisa lanjutkan dengan menikmati pertunjukan Tari Kecak. Biasanya dilangsungkan mulai jam 18:30, selama sekitar 1 jam. Tiket pertunjukan tari kecak di Tanah Lot sekitar Rp. 60.000,-

Merencanakan Wisata ke Tanah Lot

Merencanakan wisata ke Bali sebenarnya adalah hal yang sangat mudah. Infrastruktur kepariwisataan Bali bisa disebut sebagai yang paling lengkap di Indonesia. Semua perencanaan bisa dilakukan sendiri secara online. Mulailah dengan reservasi hotel dan tiket pesawat. Tak perlu telepon ke travel agent. Anda cukup menggunakan mesin pencari kamar hotel dan tiket pesawat seperti Wego, yang mudah digunakan dan hasilnya sangat lengkap.

Untuk ke Tanah Lot, agar waktunya efektif biasanya di kemas dalam itenerary bersama dengan obyek wisata lain yang sejalur. Yang paling populer adalah mengikuti jalur Bedugul. Di awali pagi hari dari hotel, dan agendakan Tanah Lot menjadi destinasi terakhir pada sore hari.

Baca pula: Tips Wisata Hemat ke Bali – Tanpa Travel Agent

 Itenerary Jalur Wisata Bedugul

  • Dimulai dari penjemputan di hotel pukul 08:30.
  • Pura Taman Ayun, di Mengwi.
  • Melihat terasering di Jatiluwih.
  • Pura Ulun Danu di Tepi Danau Baratan Bedugul, makan siang bisa dilakukan di sini.
  • Kebun Raya Eka Karya Bedugul.
  • Pura Alas Kedaton, sebuah tempat suci yang banyak dihuni oleh ratusan kera.
  • Pura Tanah Lot.
  • Kembali ke hotel

Rencana perjalanan di atas sebaiknya dibuat fleksibel, mengingat jalanan di Bali yang sering macet, terutama saat-saat liburan panjang (high season). Kalau perlu korbankan salah satu destinasi. Misalnya Kebun Raya Eka Karya atau Pura Alas Kedaton. Jangan korbankan tujuan ke Tanah Lot ya, kalau anda tak mau menyesal di kemudian hari!


Share :

One thought on “Berburu Sunset di Tanah Lot

  1. Bali Berlibur

    Hati-hati juga saat high season biasanya jalan menuju tanah lot macet juga 🙂
    Betul itu klo ke tanah lot enakan sore, klo siang, panasnya minta ampun

    mangKoko says:
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.