Bertemu Alien Ungu di Gunung Semeru

By Nunuz : last updated 29 Sep 2016

Kalian tentu tidak asing dengan Gunung Semeru. Gunung yang menjadi sangat fenomenal setelah penayangan film 5cm di akhir tahun 2012 lalu. Gunung Semeru tak hanya dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Namun, ia juga dikenal karena memiliki danau yang indah yaitu Ranu Kumbolo, serta padang lavender yang luas yaitu Oro-oro Ombo.

Oro-oro Ombo dikenal keindahannya karena bunga berwarna ungu yang instagramable. Karena warna ungu tersebut ia diidentikan dengan bunga lavender. Padahal, aslinya bunga tersebut adalah Verbena brasiliensi Vell., yang belakangan diketahui sebagai Invasive Alien Species (IAS) atau spesies invasif .

Verbena Brasiliensi Vell.

Verbena Brasiliensi Vell.

IAS adalah spesies asing yang tumbuh diluar habitat aslinya, baik karena diintroduksi maupun tidak, yang menggeser spesies-spesies asli. Spesies ini cukup menghawatirkan karena tak hanya menggeser spesies asli tapi juga bisa menghilangkan spesies asli dimana IAS ini tumbuh sehingga mengganggu ekosistem. Spesies ini bersifat adaptif, memiliki daya reproduksi yang tinggi, dan cepat menyebar.

Verbena Brasiliensis Vell.

Verbena brasiliensis Vell. yang merupakan tumbuhan berupa semak ini sekarang tumbuh subur di Oro-oro Ombo. Tumbuhan yang menguasai sekitar 20 hektar area ini mulai menjadi ancama terhadap spesies-spesies lokal di sana. Maka dari itu, pihak TNBTS mengizinkan tanaman tersebut untuk dipetik, dengan syarat tidak tercecer.

Tapi kenyataannya masih ada pendaki yang tidak mengindahkan himbauan itu. Ketika saya mendaki Semeru beberapa bulan lalu, saya melihat beberapa pendaki memang memetik bunga ini, dan menyelipkannya dengan cantik di tas carriel mereka. Saya pun sempat berfoto di Oro-oro Ombo dan memperhatikan dengan seksama bunga ini. Saya sempat bertanya pada kawan saya,

“Ni bunga penyebarannya gimana sih? Penyerbukanya maksud gue?”
“Iya ya kak, jadi pengen tahu” jawab kawan saya
“Kalau penyerbukannya bisa sangat dengan mudah, sebenarnya kita yang foto-foto disini, bawa polen loh dari bunga-bunga ini, dan tanpa sadar ikut menyebarkannya”

Oro-oro Ombo di Gunung Semeru

Oro-oro Ombo di Gunung Semeru

Entah mengapa pikiran tesebut melintas begitu saja dikepala saya. Karena memang sebelumnya saya telah mengetahui bunga cantik ini adalah Alien spesies.

“Terus para pendaki yang sengaja bawa bunga itu turun dan biji-biji nya tercecer dimana-mana, ada kemungkinan malah ikut menyebarkannya bukan?”

Saya bahkan sempat ngedumel sih ke kawan saya ini ketika menemukan satu buket bunga Verbena menacap manis di salah satu sudut Ranu Kumbolo. Karena penasaran dengan bunga ini, jadilah saya mencari penjelasan mengenai Sang Alien yang cantik ini. Alien yang berasal dari Amerika Selatan ini ternyata sangat mudah menyebar, karena penyebaran bijinya cukup dengan angin saja. Kebayang kan betapa gampangnya bunga ini menguasai Oro-oro Ombo. Ditambah lagi, bijinya mudah menempel dipakaian kita.

Saya juga sempat mendapat info jika Alien Cantik ini mulai menggeser tanaman Anggrek khas di Bromo dan Semeru dari salah satu petugas TNBTS yang tidak sengaja saya temui di Bromo. Karena ternyata Alien ini juga tumbuh di Bromo, dan jadi masalah juga. Duh, kamu kok cantik-cantik bikin masalah sih.

Saya senang ketika banyak pendaki yang peduli akan isu ini, dengan ikut memetik bunga ini. Meskipun masih suka ada yang bully di medsos karena ketidaktahuan mengenai bunga ini. Tapi satu yang masih menggelitik bagi saya, yaitu cara membawanya.

Take your time, take your moment at Ranu Kumbolo

Take your time, take your moment at Ranu Kumbolo

Mungkin kalau mau ambil bunga ini jangan dipetik, tapi dicabut kali ya. Biar musnah sampai ke akar. Tapi bawanya jangan ditenteng macem belanjaan dari Mall. Masukan dalam kantong plastik yang rapat atau kalau mau mempertahankan keindahannya ya bawa plastik press aja. Kalau ditenteng khawatir malah membantu penyebaran bunga ini.

Kalau mau buat oleh-oleh pacar di rumah, sebagai ganti edelweiss yang emang ga boleh dipetik. Boleh lah dijadikan herbarium saja. Bungkus pakai koran dengan akar-akarnya. Biar kering dan bentuknya bagus, terus laminating deh. Eh itu sih bisa jadi pembatas buku atau gantungan kunci, bagus juga kayaknya.


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Eneng Nunuz Rohmatullayaly

Penggemar warna oranye, yang jatuh cinta dengan gunung dan kebudayaan ini bisa ditemui di blog-nya: Kelanaku.com


 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.