Mendaki Gunung Lawu via Cemoro Sewu

By BAS : last updated 28 Sep 2016

Gunung Lawu merupakah salah satu gunung di pulau Jawa yang sangat populer bagi para pendaki. Gunung setinggi 3.265 mdpl ini terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tepatnya  ada di antara Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur). Gunung Lawu sesungguhnya adalah gunung berapi, namun dalam status istirahat. Diperkirakan meletus terakhir pada tahun 1885.

Gunung Lawu

Gunung Lawu (Credit image pada manusialembah.blogspot.com)

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, yaitu Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah yang merupakan puncak tertinggi. Di lereng Gunung Lawu terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Akibat lama tak aktif, Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan yang sangat rapat vegetasinya.

Di lereng gunung ini terdapat pula sejumlah tempat yang sangat populer sebagai daerah tujuan wisata, yaitu Tawangmangu dengan air terjun “Gerojogan Sewu”-nya yang sangat tersohor , Cemorosewu, dan Telaga Sarangan. Selain itu berdiri pula dua komplek situs percandian yaitu: Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Gunung Lawu adalah gunung yang unik di Pulau Jawa. Berbeda dengan kebanyakan gunung yang ada di Indonesia, di puncak Gunung Lawu terdapat sebuah warung yang sangat terkenal dikalangan para pendaki yang pernah sampai ke sana. Yaitu Warung Mbok Yem, sebuah warungunik karena berada di puncak Gunung Lawu. Bisa jadi inilah warung tertinggi di Indonesia.

Warung Mbok Yem di Puncak Gunung Lawu

Warung Mbok Yem di Puncak Gunung Lawu. (Credit image pada telusurindonesia.com)

Jika anda berniat mendaki hingga ke puncak Gunung Lawu, ada tiga jalur pendakian yang bisa anda tempuh, yaitu :

  1. Jalur Cemoro Sewu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur
  2. Jalur Cemoro Kandang di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
  3. Dan Jalur Candi Cheto di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Dari ketiga jalur tersebut, jalur pendakian Cemoro Sewu di Magetan merupakan jalur paling favorit bagi para pendaki. Di bawah ini merupakan tips bagi anda yang ingin mendaki di Gunung Lawu via Cemoro Sewu:

Jalur Menuju ke Basecamp Cemoro Sewu

Jika anda datang menggunakan transportasi umum dari Semarang, Solo atau kota-kota disekitarnya silahkan mengikuti rute menuju ke Kabupaten Karanganyar (Tawangmangu). Jika menggunakan bus turun di Terminal Karang Pandan. Selanjutnya menuju Basecamp di Magetan dengan mencarter mobil pickup.

Atau bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, sama halnya dengan rute diatas, pertama kita harus menuju kearah Tawangmangu, lalu perjalanan dilanjutkan dengan menuju ke perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur (sudah terdapat banyak papan petunjuk jalan), setelah sampai di perbatasan kita akan melihat Basecamp Cemoro Kandang terlebih dahulu sebelum sampai di Basecamp Cemoro Sewu, kedua Basecamp tersebut terletak disebelah jalan raya dan hanya berjarak sekitar 300 meter saja.

Sesampainya di Basecamp silahkan istirahat terlebih dahulu dan melakukan registrasi. Biasanya anda diminta meninggalkan salah satu KTP anggota rombongan. Biaya registrasi di Gunung Lawu sebesar Rp.10.000 per orang.

Sunrise di Puncak Gunung Lawu

Sunrise di Puncak Gunung Lawu

Estimasi Waktu Pendakian

  • Basecamp – Pos 1 Wes-Wesan (1,5 jam)
  • Pos 1 – Pos 2 Watu Gedeg (2 jam)
  • Pos 2 – Pos 3 Watu Gede (2 jam)
  • Pos 3 – Pos 4 Watu Kapur (2 jam)
  • Pos 4 – Pos 5 Jolotundo (30 menit)
  • Pos 5 – Sendang Drajat (15 menit)
  • Sendang Drajat – Puncak Hargo Dalem (30 menit)
  • Puncak Hargo Dalem – Puncak Hargo Dumilah (1 jam)

Total : (kurang lebih 9 jam tergantung kecepatan kita berjalan)

Basecamp – Pos 1

Perjalanan pertama menuju Pos 1 kita akan melewati daerah perkebunan, kemudian segera memasuki wilayah hutan yang rimbun. Sepanjang perjalanan juga akan ditemukan Sendang Panguripan. Jalur menuju Pos 1 juga terbilang masih ringan dengan didominasi oleh bebatuan yang sudah ditata rapi. Sesampai di Pos 1 kita akan menemukan warung dan sebuah bangunan yang cukup luas, yang bisa menampung banyak orang.

Pos 1 – Pos 2

Perjalanan menuju Pos 2 akan melewati jalur yang sedikit lebih menanjak, sama halnya dengan Pos 1, di Pos 2 juga terdapat sebuah warung yang menjual makanan, sepanjang perjalanan kita masih melewati jalur bebatuan yang ditata rapi oleh masyarakat setempat. Jalur menuju Pos 2 juga terbilang masih ringan.

Pos 2 – Pos 3

Setelah melewati Pos 2, jalur mulai menanjak dengan jalanan bebatuan dan jurang disisi sampingnya. Pemandangan juga sudah semakin terbuka, sepanjang perjalanan kita akan ditemani oleh bebatuan besar dan pepohonan yang menjadi ciri khas jalur pendakian Cemoro Sewu. Pos 3 sendiri merupakan sebuah bangunan yang sama seperti di Pos 1 dan Pos 2, namun disini tidak terdapat warung.

Pos 3 – Pos 4

Setelah melewati Pos 3, kita akan dihadapkan dengan jalur menanjak dan terlihat cukup rusak akibat kebakaran hutan. Jalur ini berupa anak tangga dari batu. Sepanjang perjalanan kita hanya akan melihat pepohonan disisi jalur, Pos 4 sendiri merupakan dataran yang sangat sempit dan hanya bisa menampung 2 tenda saja.

Pos 4 – Pos 5

Jalur dari Pos 4 menuju Pos 5 terbilang cukup ringan karena lebih banyak didominasi oleh jalur datar. Selain itu pemandangan juga sudah mulai terlihat sebab sudah minim pepohonan. Sepanjang perjalanan menuju Pos 5 kita akan menemukan Sumur Jolotundo disisi kiri. Pos 5 sendiri merupakan sebuah dataran luas dimana terdapat warung yang bisa kita gunakan untuk bermalam, jadi tidak perlu mendirikan tenda.

Pos 5 – Sendang Derajat

Jalur menuju Sendang Derajat kita diharuskan menuruni bukit terlebih dahulu sebelum dipaksa menanjak lagi, namun perjalanan cukup singkat kok, Sendang Derajat merupakan lokasi favorit bagi para pendaki untuk bermalam, disini cukup luas dan bisa menampung banyak tenda, selain itu juga terdapat sumber air yang bisa kita gunakan untuk mengisi persediaan logistik, biasanya para pendaki mendirikan tenda terakhir disini sebelum melakukan summit pada saat fajar.

Sabana Sendang Derajat

Sabana Sendang Derajat

Sendang Derajat – Puncak Hargo Dumillah

Dari sini jalur sudah bukan bebatuan lagi, melainkan berupa tanah hingga puncak, jalur menuju Puncak Hargo Dumillah, yaitu puncak tertinggi Gunung Lawu terbilang cukup menguras tenaga, kita akan dipaksa terus mendaki dengan jalur menanjak hingga sampai puncak, banyak yang mengatakan jika tanjakan ini mirip dengan tanjakan cinta di Gunung Semeru.

Sesampainya di Puncak Hargo Dumillah kita akan menemukan sebuah tugu dengan bendera merah putih diujungnya, inilah puncak tertinggi Gunung Lawu, gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah dengan ketinggian 3265 Mdpl.

Tugu di Puncak Hargo Dumilah

Tugu di Puncak Hargo Dumilah

Tips Mendaki di Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Gunakan alas kaki yang nyaman dan cocok untuk kegiatan outdoor, sebab kita akan lebih banyak melewati jalur bebatuan yang cukup menyiksa kaki.

  1. Tim terbaik adalah 4-8 orang
  2. Pilihlah waktu yang cocok untuk mendaki, yaitu pada musim kemarau.
  3. Lokasi camp terbaik sebelum summit adalah di Warung Mbok Yem, Sendang Derajat dan Pos 5.
  4. Gunung Lawu dianggap sebagai salah satu gunung yang angker di Pulau Jawa, jadi disarankan untuk selalu menjaga etika dan sikap ketika sedang mendaki.


Penulis tamu (kontributor): Bayu Aji Saputro

Seorang anak muda yang hobi jalan-jalan, untuk menjadikan diri lebih baik.


 


Share :

One thought on “Mendaki Gunung Lawu via Cemoro Sewu

  1. Ardian Nugraha

    terima kasih, sangat membantu dan memberikan pencerihan (y)

    mangKoko says:
    Terima kasih kembali mas Ardian

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.