Mendaki Gunung Merapi via Selo

By BAS : last updated 06 Oct 2016

Gunung Merapi, meskipun merupakan gunung berapi paling aktif di Indonesia, namun tak pernah menyurutkan para petualang untuk menaklukkannya. Gunung yang memiliki elevasi 2.913 mdpl ini secara administratif terletak dua propinsi, yakni di antara Kabupaten Sleman – Yogyakarta dan Kabupaten Boyolali – Jawa Tengah.

Mendaki Gunung Merapi

Mendaki Gunung Merapi

Pada awalnya Merapi memiliki beberapa jalur pendakian, diantaranya : jalur Kinahrejo, jalur Babadan dan jalur Selo. Namun, setelah meletus pada tahun 2010 lalu, jalur pendakian Gunung Merapi hanya menyisakan satu jalur saja, yaitu jalur pendakian Selo di Boyolali. Sedangkan jalur lainnya sudah tidak digunakan lagi karena tertutup oleh bebatuan dan pasir.

Jalur Selo

Bagi Anda yang ingin mendaki Merapi melalui jalur Selo ini, pertama harus menuju ke Basecamp Barameru yang terletak di Desa Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Cara termudah untuk menuju Basecamp Barameru adalah dengan melalui jalur Cepogo, Kabupaten Boyolali. Ada dua jalur yang bisa kita lalui, pertama dengan mengikuti rute Salatiga-Boyolali-Cepogo-Selo, dan kedua dengan rute Salatiga-Kopeng-Ketep Pass-Selo.

Dari kedua rute tersebut, lebih disarankan untuk melalui rute Boyolali-Cepogo karena lebih menghemat waktu, rute ini sama dengan cara menuju ke Basecamp Selo Merbabu, lokasi Basecamp Barameru hanya berjarak beberapa meter saja dari arah menuju Basecamp Selo Merbabu. Patokannya setelah Anda sampai di Selo adalah terdapatnya papan besar layaknya di Hollywood bertuliskan New Selo yang berada di lereng Gunung Merapi.

Jalur menuju puncak Merapi

Jalur menuju puncak Merapi

Sesampainya di Basecamp kita diwajibkan untuk resgistrasi dengan meninggalkan satu KTP setiap rombongan dan menuliskan barang bawaan kita, biaya registrasi di Gunung Merapi sebesar Rp. 16.000/orang.

Setelah registrasi dari Basecamp perjalanan pertama kita akan menuju ke arah tulisan New Selo tadi dengan jalur aspal halus namun sangat menanjak, jalur ini bisa kita gunakan untuk pemanasan terlebih dahulu karena jalur pendakian Merapi merupakan jalur yang cukup berat sebab lebih didominasi oleh tanjakan.

Perkiraan Waktu Pendakian

Basecamp – Gerbang Pendakian (Pos 1)

Perjalanan menuju Gerbang Taman Nasional Gunung Merapi atau Pos 1 memakan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan jalur yang terus menanjak, sepanjang perjalanan kita akan melewati perkebunan warga dengan pemandangan Gunung Merbabu yang terlihat megah didepan mata.

Setelah melewati perkebunan kita akan melalui jalur tanah seperti bekas aliran air. Jalur ini memiliki banyak percabangan dengan sedikit petunjuk. Jadi jika Anda mendaki hanya beberapa orang pastikan anda bekerjasama dalam mencari jalur yang tepat.

Pos 1 – Pos 2

Sesampainya di Pos 1, silahkan istirahat terlebih dahulu. Setiap Pos di Gunung Merapi bentuk bangunannya hampir sama dengan Pos di Gunung Lawu, yaitu berupa gazebo yang bisa digunakan untuk berteduh.

Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 memakan waktu kurang lebih 1 jam, dengan jalur yang lebih berat. Kita diharuskan melewati jalur tanah dan bebatuan yang cukup menguras tenaga. Jika musim penghujan harus lebih berhati-hati, karena jalur ini cukup licin.

Merambat menuju puncak Merapi

Merambat menuju puncak Merapi

Pos 2 – Pos 3 Watu Gajah

Di Pos 2 Merapi, pemandangan memang tidak terlalu mengesankan, namun saat hujan datang, dari Pos 2 ini kita bisa melihat air terjun di sisi sebelah barat. Air terjun ini mengalir deras ditengah-tengah pepohonan hutan.

Di Pos 2 ini terdapat lahan yang cukup menampung 2 tenda, namun tidak disarankan untuk bermalam disini karena tidak bisa melihat pemandangan apapun, terutama sunrise.

Melanjutkan perjalanan menuju Pos 3 atau biasa disebut Watu Gajah jalur menjadi semakin berat dan ekstrim. Kita akan melewati jalur bebatuan, dimana di beberapa bagian kita dipaksa untuk menggunakan tangan sebagai tumpuan.

Di jalur menuju Pos 3 ini kita sudah bisa melihat Gunung Merbabu lagi karena kita akan mendekati batas vegetasi, di Gunung Merapi sendiri juga terdapat bunga edelweis, namun bunga ini berada di ujung jurang yang cukup berbahaya dan sulit dijangkau. Perjalanan menuju Pos 3 memakan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam, tergantung kecepatan dalam berjalan.

Pos 3 – Pasar Bubrah

Nah, di Pos 3 inilah kita akan menemukan jalur mendatar pertama. Pos 3 merupakan sebuah lahan datar yang dapat menampung beberapa tenda, tak jarang pendaki lebih memilih mendirikan tenda disini karena aman dari terpaan angin.

Pasar Bubrah

Pasar Bubrah

Pos 3 juga menjadi tempat terakhir atau batas vegetasi di Gunung Merapi. Setelah melewati Pos ini kita tidak akan menemukan tumbuhan lagi. Perjalanan menuju Pasar Bubrah dari Pos 3 memakan waktu sekitar 30 menit dengan jalur yang sedikit lebih ringan.

Jalur menuju Pasar Bubrah ini didominasi oleh bebatuan dan pasir. Jalur ini akan cukup berbahaya ketika hujan angin dan kabut karena tidak ada penghalang seperti pepohonan, sebagai gantinya kita harus bersembunyi diantara bebatuan yang ada.

Sesampainya di Pasar Bubrah kita akan disambut dengan papan bertuliskan: Pasar Bubrah, dan sebuah memoriam tepat dibawahnya. Pasar Bubrah merupakan sebuah dataran yang sangat luas dengan hanya ada bebatuan dan pasir saja.

Di puncak Merapi

Di puncak Merapi

Biasanya pendaki mendirikan tenda terakhir di Pasar Bubrah karena tempatnya yang sangat luas dan bisa menampung puluhan tenda, namun sayangnya tidak ada penghalang agar tenda tidak terkena angin, jadi cukup berbahaya ketika terjadi badai.

Untuk menuju puncak, dari Pasar Bubrah memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan jalur yang sangat ekstrim, yaitu tanpa petunjuk sama sekali, jadi kita harus mencari jalan sendiri menuju puncak, jalur yang harus dilewatipun berupa pasir dan bebatuan yang rawan longsor, jadi sangat berbahaya.

Karena itu pihak Barameru sudah memberi peringatan agar pendaki tidak naik sampai puncak, namun jika pendaki tetap ngotot ingin mendaki sampai puncak, pihak Barameru tidak bertanggung jawab jika terjadi apa-apa pada pendaki.

Kawah Gunung Merapi

Kawah Gunung Merapi

Dari puncak kita bisa melihat kawah Merapi yang terlihat masih menyemburkan asap belerang, dari puncak ini kita juga bisa melihat gagahnya Gunung Merbabu yang berada tepat disebelah. Puncak Merapi terbilang cukup sempit, jadi Anda harus berhati-hati saat berada diatas, terutama ketika ramai.



Penulis tamu (kontributor): Bayu Aji Saputro

Seorang anak muda yang hobi jalan-jalan, untuk menjadikan diri lebih baik.


 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.