Tips Mendaki Gunung Prau – Wonosobo

By BAS : last updated 25 Oct 2016

Gunung Prau adalah salah satu favorit bagi para pendaki. Gunung yang terletak di Kabupaten Wonosobo ini sebenarnya tidaklah terlalu tinggi, dari permukaan air laut ketinggiannya hanya sekitar 2.565 meter saja.  Namun panorama pemandangan alamnya memang luar biasa indah.

Golden Sunrise di puncak Gunung Prau

Golden Sunrise di puncak Gunung Prau

Wonosobo, adalah  sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan kontur wilayahnya yang berupa dataran tinggi. Dan anda pasti pernah mendengar: Dataran Tinggi Dieng, yang menjadi daya tarik utama destinasi wisata di Wonosobo.

Bagi para pendaki gunung, tentu saja bukan Dieng, tetapi puncak Gunung Prau yang lebih menarik perhatian, tentu saja untuk didaki, ditaklukkan. Gunung Prau terletak berdampingan dengan gunung kembar Sumbing dan Sindoro. Jika anda berminat, berikut adalah tips mendaki gunung Prau yang harus anda ketahui.

Jalur Pendakian

Ada beberapa jalur pendakian yang bisa anda gunakan, yakni jalur Dieng, Wates, Kalilembu, Dwarawati, Kenjuran, Campurejo, Pranten dan Patak Banteng.  Dari kedelapan jalur tersebut, jalur via Patak Banteng menjadi jalur paling disukai para pendaki.

Jalur Patak Banteng memang relatif lebih dekat dan mudah diakses dari kota terdekat seperti Temanggung, Semarang dan sekitarnya. Selain itu jalur Patak Banteng terbilang berjarak pendek, sehingga cepat ditempuh untuk sampai di puncak. Jalurnya yang juga tidak banyak percabangan, sehingga tidak membingungkan dan membuat pendaki tersesat.

Meskipun cukup pendek, namun jalur Patak Banteng ini terbilang sedikit lebih berat dari jalur lainnya. Sepanjang perjalanan dari basecamp sampai puncak, kita harus menghadapi jalanan yang menanjak relatif tajam. Ditambah dengan minimnya jalur mendatar menyebabkan banyak pendaki  yang kewalahan.

Bagi anda pendaki pemula, jalur Patak Banteng paling direkomendasikan. Karena paling sering dilalui sehingga dinilai cukup aman. Lagi pula ada beberapa warung di pos-pos pertama yang bisa dijadikan tempat istirahat. Waktu tempuh untuk sampai di puncak melewati jalur ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam, meskipun tetap tergantung seberapa cepat kita berjalan.

Para pendaki biasanya memulai pendakian pada malam hari. Dan juga harap di ingat walaupun gunung Prau terbilang pendek namun udara di puncak sangat dingin, jadi ketika mendakinya pastikan anda membawa jaket tebal dan kantong tidur (sleeping bag) agar terlindung dari dinginnya malam di puncak gunung.

Jalur pendakian gunung Prau didominasi oleh tanah dimana jika musim kemarau akan sangat berdebu, jadi pastikan juga membawa masker atau buff agar debu tidak masuk ke sistem pernafasan. Disamping itu jalur ini cukup licin saat musim hujan.  Dan satu hal lagi yang perlu diingat: bahwa sepanjang jalur Patak Banteng tidak ada sumber air, pastikan anda membawa perbekalan air secukupnya.

Puncak Gunung Prau

Puncak gunung Prau sangat mudah untuk dikenali. Saat terlihat dataran yang sangat luas dan beberapa bukit kecil maka itulah tandanya sudah sampai di puncak. Disarankan untuk mendirikan tenda di dekat pepohonan untuk mengurangi terpaan angin yang kadang masih bisa menembus tenda.

Puncak gunung Prau terkenal dengan dengan sebutan perbukitan teletubbies, dimana terdapat banyak sekali bukit-bukit yang mirip dengan yang terlihat di acara tv anak-anak tersebut.

Bunga-bunga daisy yang bermekaran

Bunga-bunga daisy yang bermekaran

Sayangnya di gunung Prau tidak ada bunga edelweis. Namun anda akan menemukan banyak sekali bunga daisy. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya lonthe sore.

Gunung Prau juga terkenal dengan “golden sunrise” yang sungguh sangat mempesona. Jika anda beruntung berada di pundak saat cuaca cerah, maka mata anda akan dimanjakan indahnya matahari terbit dan lautan awan menyelimuti dataran tinggi dieng. Ditambah dengan panorama Gunung Sumbing Sindoro didepan mata yang menambah keindahan pemandangan di puncaknya. Pemandangan inilah yang dijadikan sebagai logo salah satu produk air mineral populer di Indonesia.

Jika tidak terlalu lelah, cobalah anda naik ke salah satu bukit yang berada di sisi barat, maka dari puncaknya akan terlihat Telaga Warna dan Kawah Sikidang yang terus menyemburkan asap belerang.

View Telaga Warna dari puncak Gunung Prau

View Telaga Warna dari puncak Gunung Prau

Hal terakhir yang harus tetap diingat! Bagi setiap pendaki janganlah membuang sampah sembarangan. Minimalkan bekal makanan yang banyak menghasilkan sampah. Bawalah turun sampah anda, karena gunung bukan tempat sampah.



Penulis tamu (kontributor): Bayu Aji Saputro

Seorang anak muda yang hobi jalan-jalan, untuk menjadikan diri lebih baik.


 


Share :

3 thoughts on “Tips Mendaki Gunung Prau – Wonosobo

    1. Bayu As

      tidak ada sumber air sampai puncak, tapi ada warung di pos 1 dan 2, kalo fasilitas basecamp ya kayak basecamp gunung lainnya mas

      Reply
  1. hariyadih

    bos mau tanya nih,
    klo naek trek malam bisa ga ya soalnya ane dari jakarta pagi sampe wonosobo (belum termasuk ke dieng) malam nih
    apakah dimungkinkan track malam

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.