Goa Gong Pacitan, Goa Terindah di Jawa

By mangkoko : last updated 09 Nov 2016

Jangan pernah bilang pernah ke Pacitan jika anda belum pernah ke Goa Gong. Goa Gong adalah goa terindah di Pacitan, bisa jadi goa terindah di pulau Jawa. Bahkan ada sebuah artikel online yang menyebut bahwa Goa Gong adalah goa terindah di Asia Tenggara. Eksotisme dan keindahan goa ini rasanya memang tak ada bandingannya dengan goa-goa lain yang telah menjadi obyek wisata di pulau Jawa.

Salah satu speleotem Goa Gong yang sungguh menakjubkan

Salah satu speleotem Goa Gong yang sungguh menakjubkan

Goa Gong sungguh eksotis saat dijelajahi. Di kiri kanan atas bawah lorong penuh dengan stalaktit dan stalakmit aneka bentuk, melembung menggumpal di sana sini sehingga perasaan seakan terbawa pada usus perut makhluk hidup raksasa. Barangkali inilah analogi wujud dari rahim Ibu Pertiwi. Sungguh indah, eksotis … mungkin beginilah suasana tatkala kita masih berada di rahim ibu yang mengandung kita selama 9 bulan lebih.

Baca pula: Tips Wisata ke Pacitan – Pesona Pacitan – Goa, Pantai dan Batu Akik

Goa Gong terkandung di dalam perut bumi gunung Gong-gongan yang terletak di wilayah Dusun Pule, Desa Bromo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Dari pusat Kota Pacitan jaraknya kira-kira 37 km ke arah barat. Dinamai Goa Gong karena ada stalaktit yang menggantung di atap goa bila dipukul akan menimbulkan bunyi bergema seperti laiknya suara gong, salah satu instrumen musik gamelan Jawa.

Goa Gong, bagaikan rahim Ibu Pertiwi

Goa Gong, bagaikan rahim Ibu Pertiwi

Jalan menuju Goa Gong relatif mulus dan mudah ditempuh baik dari arah Yogyakarta (Wonosari) maupun dari arah Solo. Jalanan cukup lebar dan nyaman dilewati. Setelah memasuki perkampungan beberapa km menjelang lokasi jalanan memang menyempit sehingga kendaraan harus pelan, apalagi bila harus bersimpangan.

Keistimewaan Goa Gong adalah bangun ruangannya yang mengkubah raksasa sepanjang sekitar 100 m, lebar 15-40 m, dan tinggi antara 20-30 m. Mulut goa berupa lorong pendek penuh dengan stalaktit dan stalakmit menghubungkan dengan ruangan goa berkubah tersebut.

Ruang mengkubah Goa Gong Pacitan

Ruang mengkubah Goa Gong Pacitan

Speleotem atau ornamen yang ada di dalam goa menghiasi seluruh penjuru ruangan.Bentuk stalaktitnya juga beraneka macam, Ada yang meruncing, ada pula yang tipis melebar menjuntai bagaikan sebuah tirai batu.Sebagian permukaan stalaktit ditumbuhi heliktit. Helektit, helictite, sebuah ornamen gua (speleothem) mempunyai bentuk melengkung (bengkok) atau seperti cacing dan memiliki tampak melawan gravitasi selama proses pertumbuhannya (Ref: caves.co.id).

Dari sisi bawah, banyak terdapat stalakmit yang permukaannya berlapis flowstone, sehingga terlihat ornamen yang seperti bertumpuk-tumpuk. Ornamen-ornamen ini sebagian terlihat menyerupai sesuatu, dan  setiap kumpulan ornamen ini diberi nama lokal yang menarik seperti Selo (batu) Jengger Bumi, Selo Paku Buwono, Selo Bantaran Angin, Selo Gerbang, Selo Citro Cipto Agung, Selo Adi Citro Buwono dsb.

Stalaktit dan stalakmit Goa Gong

Stalaktit dan stalakmit Goa Gong

Air rembesan dari batu-batuan karst terkumpul pada cekungan-cekungan yang membentuk kolam-kolam kecil yang tak pernah kering sepanjang tahun. Airnya terlihat jernih dan sejuk dingin bila tangan di celupkan. Konon air kolam goa ini membuat awet muda bagi yang mencuci muka dengan air ini.

Dari sisi Geologi, Goa Gong berkembang pada batugamping Formasi Wonosari yang terbentuk sekitar 10-15 juta tahun. Diawali batugamping mengalami karstifikasi, terangkat dari dasar laut pada permukaan Kuarter sekitar 1,8 juta tahun lalu. (Ref: Baliho Gong Cave, The Wonder of Underground World)

Batu "Salam 2 Jari" Goa Gong

Batu “Salam 2 Jari” Goa Gong

Goa Gong pertama kali dieksplorasi tahun 1995 oleh pak Wakino dan kawan-kawan, yang merupakan penduduk asli setempat. Di tahun 1996 direnovasi oleh Pemda Pacitan dengan dibangunnya prasarana seperti undak-undakan (tangga), pagar pengaman, penerangan listrik dan kipas-kipas penyejuk ruangan agar pengunjung nyaman dan dimudahkan menjelajah di dalam perut goa.

Pak Wakino (Drs) sang pemrakarsa eksplorasi Goa Gong dalam buklet yang beliau tulis mengutipkan sebuah kalimat yang menarik dalam bahasa Jawa:

Wus kawistoro ing saniskara Hyang Manon mbabar praba ing bumi Bomo Redi Gong kang dadi arane, sumimpen edining manusaloka. Tandha yektining Pangeran Tuhu aweh emut marang kita”

Yang kurang lebih terjemahannya adalah:
Sudah kelihatan mata bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah menunjukkan cahaya cemerlang di daerah bernama Bomo gunung Gong, tersimpan keindahan tiada tara. Pertanda Keagungan Tuhan sebagai pengingat kepada kita semua.

Seperti lazimnya budaya masyarakat Indonesia jika berkunjung ke suatu daerah atau ke tempat wisata selalu tak melupakan oleh-oleh atau buah tangan khas dari tempat yang dikunjungi. Obyek wisata Goa Gong yang masih berada di wilayah Pacitan tentu saja oleh-oleh favorit adalah batu akik (sejenis calchedony) yang memang banyak ditemukan dan manjadi andalan industri kecil kerajinan Kabupaten Pacitan.


One thought on “Goa Gong Pacitan, Goa Terindah di Jawa

  1. Sekolah Pariwisata Yogyakarta

    Terima kasih info tentang ini sangat bermanfaat.
    Tempat-tempat yang bagus di Indonesia sebenarnya banyak yang belum tereksplorasi untuk diolah menjadi tempat wisata.
    Semoga website ini terus menyajikan info yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

    mangKoko says:
    Terima kasih mas, atas doa-nya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.