Sensasi Berendam Air Panas Alami di Guci

By mangkoko : last updated 23 Oct 2015

Taman Wisata Air Panas Guci terletak di lereng Gunung Slamet (Jawa Tengah), berada di ketinggian sekitar 1500 mdpl. Guci secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Bumijawa,  Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dari kota Tegal dapat ditempuh dengan mobil sekitar 1 jam (berjarak sekitar 42 km) ke arah selatan, melewati Slawi, sebuah daerah yang yang sangat terkenal menghasilkan teh yang enak.

Taman Wisata Air Panas Guci, Bumijawa Tegal

Taman Wisata Air Panas Guci, Bumijawa Tegal

Gambaran Suasana di Guci
Jika anda pernah berkunjung ke  Pemandian Air Panas Alami Ciater Subang, maka suasana di Guci tidak jauh berbeda. Disana terdapat air terjun kecil, sungai-sungai yang mengalirkan air begitu jernih. Di atas permukaan air selalu terlihat kabut putih berupa uap air panas yang mengambang ke udara.

Wisata Guci selalu identik dengan wisata mandi. Meskipun udara lereng pegunungan cukup dingin menggigit kulit, air panas yang mengguyur seluruh tubuh dari pancuran-pancuran yang terus-menerus mengalir sepanjang waktu sangat nyaman mengusir udara dingin yang menggigit.

Asyiknya water massage, cucuran air pancuran yang memijat punggung

Nikmatnya “water massage”, cucuran air panas dari pancuran yang memijat punggung

Ciri Air Panas Alami di Guci
Mandi dengan air panas alami dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan membuat awet muda, karena pada umumnya air panas alami mengandung belerang dan mineral lain dari dasar gunung berapi. Namun tampaknya kandungan mineral belerang di Guci tidak terlalu tinggi, jika dirasakan hampir tak tak terasa, seperti air tawar saja. Berbeda dengan di Ciater, air panasnya mengandung belerang yang sangat terasa (konon komposisi cukup ideal untuk kesehatan), dan bila terkena mata akan terasa pedih.

Taman Wisata Air Panas Guci menempati areal sekitar 210 hektar (ref: id.wikipedia.org). Ada beberapa air terjun (air panas) di Guci, salah satu yang paling terkenal adalah air terjun Jedor yang terletak di atas pancuran 13. Konon seorang lurah bernama Jedor adalah pemilik air terjun setinggi 15 meter ini, sehingga nama Jedor menjadi populer untuk menyebut air terjun unik ini.

Gerbang masuk ke Pancuran 13 Guci

Gerbang masuk ke Pancuran 13 Guci

Pancuran-pancuran tempat mandi umum di Guci dinamai berdasarkan jumlah pancuran yang ada. Diantaranya yang cukup populer yaitu pancuran 5, pancuran 7, pancuran 13 dan pancuran 17. Di pancuran-pancuran ini selalu ramai pengunjung. Tua muda, pria maupun wanita memadati lokasi ini untuk mandi bersama. Kepadatan pengunjung terutama terjadi pada hari Sabtu-Minggu, hari libur nasional maupun hari libur sekolah.

Biasanya sejak subuh lokasi ini sudah mulai didatangi pengunjung baik dari kota Tegal maupun dari berbagai daerah lain. Kita dapat mengidentifikasi tempat asal mereka dari berbagai macam logat yang terdengar saat bicara. Saya sempat menangkap seorang bapak tua yang berbicara berlogat betawi namun terasa medok laiknya orang-orang tegal. Ada pula beberapa orang yang berbicara dengan bahasa Sunda. Tentu saja pengunjung terbanyak adalah orang-orang yang berbicara dengan logat bahasa Jawa.

Sesaat setelah matahari terbit, Pancuran 13 telah penuh sesak

Sesaat setelah matahari terbit, Pancuran 13 telah penuh sesak

Pada pagi suhu udara di Guci menjadi sangat dingin. Sebelum turun dari mobil, saya sempat melirik termometer di dasboard menunjukkan angka 14 derajad celcius. Aktifitas paling nyaman dilakukan pada kondisi seperti itu tentu saja adalah mandi di pancuran air panas.

Seorang ibu dengan anaknya sempat bercerita pada saya bahwa beliau dari Purwodadi Grobogan berombongan berangkat jam 10 malam dan sampai di Guci pada subuh dini hari.  Anggota rombongannya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera mandi, agar badan terasa hangat atau mengusir hawa dingin yang memang sangat menggigit tulang.

Aktifitas lain yang sangat mengasyikkan adalah bermain air di sungai. Tak hanya menarik perhatian anak-anak, namun orang dewasa. Sungai di lokasi wisata Guci memang menggiurkan untuk terjun bermain-main di dalamnya. Airnya sangat jernih, mengalir diantara bebatuan berwarna hitam.

Uniknya bebatuan ini tidak licin. Sebabnya mungkin karena tidak ditumbuhi lumut. Lumut inilah biang keladi bebatuan menjadi licin. Air sungai yang lumayan panas bukan merupakan habitat ideal bagi pertumbuhan lumut.

Asyik bermain air di sungai yang mengalirkan air panas

Asyik bermain air di sungai yang mengalirkan air panas

Diluar aktifitas yang berhubungan dengan air: disediakan pula kuda tunggang untuk berkeliling area wisata. Tarifnya 15 ribu rupiah sekali berputar. Si Nok anak saya tidak puas hanya sekali berkeliling, dia minta 2 kali keliling. Barangkali di benaknya terbayang bagai seorang gadis coboy, atau Sheriff Callie’s Wild West seperti cerita kartun kegemarannya.

Akses Jalan Munuju Guci
Guci dapat ditempuh dari kota Tegal ke selatan melewati Slawi. Selain itu bisa pula ditempuh dari arah timur, dari Pantura – Pemalang – Moga – Guci. Saat berangkat, kami menggunakan jalur melewati Slawi, karena waktu itu memang sedang ada acara di kota Tegal. Sedangkan pulangnya (ke Semarang) menggunakan jalur lewat Jalan Raya Moga menuju Pantura Pemalang.

Akses jalan keduanya cukup bagus. Jika anda datang dari arah timur, jalur Moga – Pemalang lebih dekat sekitar 20 km dibanding jalur Tegal – Slawi. Jalur ini juga lebih landai, tidak ada tanjakan yang cukup ekstrim. Sedangkan jalur Slawi lebih berat. Ada beberapa tanjakan menikung yang cukup ekstrim. Kita harus ekstra hati-hati.

Sebaiknya hindari perjalanan ke Guci pada long week end dan liburan sekolah. Karena di Guci akan penuh sesak dengan pengunjung. Kurang nyaman menikmatinya bersama keluarga.

Ditambah dengan kemacetan yang selalu terjadi, disebabkan saking banyaknya kendaraan pribadi maupun bus besar yang melintas di jalan ke arah Guci yang relatif sempit.

Bagaimana sahabat, tertarik pula mengunjungi Guci ?

Atau barangkali anda berminat menginap bersama keluarga barang semalam di sana?
Asyik juga, dan pantas dicoba. Ada beberapa hotel yang cukup bagus dan terjangkau untuk menginap di Guci. Fasilitas uniknya tentu saja adalah kolam renang air panas yang lebih privat karena hanya diperuntukkan bagi tamu-tamu hotel.

Silahkan baca artikel berikutnya tentang Menginap di Guci, informasi tentang beberapa hotel di Guci yang bisa menjadi pertimbangan pilihan jika ingin menginap.

Referensi:
1. Dinas Pariwisata Kab. Tegal (disparbud.tegalkab.go.id)


Share :

One thought on “Sensasi Berendam Air Panas Alami di Guci

  1. resep masakan

    waah sangat alami sekali, dan yang bikin serunya tu disana ramenya, jadi pengen kesana : )

    mangKoko says:
    Betul mbak Nisa, … sangat ramai
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.