Taman Kupu-Kupu di Kampoeng Kopi Banaran

By mangkoko : last updated 26 Dec 2015

Sekarang kita dapat menikmati koleksi kupu-kupu di Taman Kupu-Kupu di Kampung Kopi Banaran. Berbagai macam koleksi kupu-kupu lokal dapat kita saksikan disana. Terutuma jenis kupu-kupu yang hidup di sekitar area perkebunan kopi yang terletak di Bawen Kabupaten Semarang.

Taman kupu-kupu ini berupa sebuah area taman yang ditutup (seperti green house), namun terbuat dari jaring nylon. Di dalamnya dikondisikan dengan berbagai macam vegetasi agar kupu-kupu dapat terbang bebas, dan hidup nyaman seperti habitat alami mereka.

Taman kupu-kupu di areal Wisata Agro Kampung Kopi Banaran Semarang

Taman kupu-kupu di areal Wisata Agro Kampung Kopi Banaran Semarang

Kampoeng Kopi Banaran adalah sebuah kawasan Wisata Agro yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero), yang terletak di Areal Perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan. Lokasi tepatnya di Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35.

Wilayah ini berada pada ketinggian 480 – 600m dpl, dengan suhu udara sejuk antara 23ºC – 27ºC. Sehingga cukup nyaman sebagai destinasi wisata keluarga. Apalagi lokasi ini relatif dekat ditempuh dari kota Semarang, hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit bermobil melewati tol Semarang – Bawen.

Silahkan baca lebih detil tentang: Kampung Kopi Banaran.

Kupu-kupu bercorak hitam putih coklat yang hinggap di tanaman berbunga ungu

Kupu-kupu bercorak hitam putih coklat yang hinggap di tanaman berbunga ungu

Bagi anda penggemar fotografi makro pasti tahu bahwa memotret kupu-kupu di habitat aslinya bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran ekstra untuk dapat membidiknya. Mereka sangat aktif, terbang kesana-kemari bak peragawati di atas catwalk. Waktu terbaik untuk memotret mereka adalah saat pagi hari. Di pagi hari biasanya angin berhembus lembut, sehingga gerakan kupu-kupu relatif lebih tenang.

Sebuah Taman Kupu-kupu seperti ini memang menjadi sorga para fotografer makro. Area berburu yang terkonsentrasi pada ruang terbatas dan terdapat banyak kupu-kupu aneka jenis di satu tempat, sangat memudahkan sang fotografer mendapatkan sudut bidikan yang representatif.

Namun kemudahan ini tidak ada artinya jika anda datang pada saat yang tidak tepat, misalnya pada siang hari ketika matahari bersinar terik, atau saat-saat liburan panjang. Saat matahari terik kupu-kupu akan cenderung bersembunyi di balik dedaunan. Sedangkan saat liburan panjang, akan terlalu banyak pengunjung di dalam taman, sehingga kupu-kupu menjadi tidak tenang. Mereka akan cenderung terbang ketakutan dan hinggap di langit-langit sungkup jaring, sehingga sangat sulit untuk dibidik.

Kupu-kupu corak coklat putih yang hinggap dengan santainya di atas daun kopi

Kupu-kupu corak coklat putih yang hinggap dengan santainya di atas daun kopi

Suasana sejuk pada pagi hari dan anda beruntung mendapatkan suasana taman yang sepi, para “peri” cantik tersebut akan beterbangan di sekitar daun dan bunga-bungaan yang sengaja di tanam di dalam taman.  Saat inilah waktu ideal membidik mereka.

Untuk memotret kupu-kupu hidup sebaiknya jangan gunakan lampu kilat, supaya mereka tidak kaget oleh kilasan cahaya tiba-tiba. Lampu flash hanya digunakan ketika latar belakang obyek terlihat terlalu terang, seperti misalnya menentang arah cahaya matahari.

Graphium agamemoon, salah satu koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan di Taman Kupu-kupu Kampung Kopi Banaran

Graphium agamemoon, salah satu koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan di Taman Kupu-kupu Kampung Kopi Banaran

Di taman ini juga ada koleksi kupu-kupu kering yang telah diawetkan. Koleksinya memang tidak banyak. Kemungkinan karena taman tematik ini masih relatif baru. Mudah-mudahan ke depan akan terus diperkaya koleksinya.

Kita pantas memberi apresiasi positif pada Kampoeng Kopi Banaran, yang telah mencoba menyajikan fasilitas wisata edukasi yang sangat bermanfaat sebagai media belajar terutama bagi anak-anak. Kita berharap akan terus disempurnakan, dengan semakin melengkapi koleksinya. Ada baiknya pula di sediakan pemandu yang cukup memiliki pengetahuan tentang dunia kupu-kupu. Agar pengunjung tidak sekedar menikmati keindahan kupu-kupu, tetapi juga memahami habitat dan jenisnya.

Update Desember 2015
Kunjungan saya terakhir di bulan Desember 2015, ternyata Taman Kupu-Kupu Kampoeng Kopi Banaran ini telah ditutup. Digantikan dengan Taman Kelinci. Sungguh sayang, ekowisata tematik yang sarat nilai pendidikan ini tak lagi ada. Malah digantikan dengan area tempat anak-anak mngejar-ngejar kelinci. Yang hampir tak ada nilai edukasinya.

 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.