Wisata Alam Goa Kreo – Waduk Jatibarang

By mangkoko : last updated 04 Nov 2015

Goa Kreo adalah goa alami yang berada di daerah Kandri, kecamatan Mijen, Kota Semarang. Letaknya berada pada lereng sebuah bukit menghadap ke Waduk Jatibarang yang baru saja selesai dibangun. Bagian paling menarik dari obyek wisata ini adalah paduan dari waduk (danau buatan) dan kera-kera jinak yang menghuni pepohonan dan goa-goa kecil di bukit sekitar perairan waduk.

Jembatan Goa Kreo melintas Waduk Jatibarang

Jembatan Goa Kreo melintas Waduk Jatibarang

Goa Kreo sendiri memang telah lama dikenal oleh masyarakat Semarang dan sekitarnya sebagai salah satu obyek wisata alam. Namun karena kondisinya kurang terawat dengan baik sehingga tidak banyak dilirik bahkan oleh masyarakat Semarang sendiri.

Namun setelah dibangun Waduk Jatibarang yang terlihat asri dan megah, maka kini berubah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan baru.

Waduk Jatibarang diresmikan pada pertengahan tahun 2014 lalu, diperkirakan mampu mencakup daerah tangkapan air seluas 54 km persegi. Luas genangan mencapai 189 hektar dan elevasi puncak setinggi 157 meter. Kapasitas penampungan air total diperkirakan mencapai 20,4 juta meter kubik,

Waduk Jatibarang sebagai pengendali banjir kota Semarang yang tampak megah

Waduk Jatibarang sebagai pengendali banjir kota Semarang yang tampak megah

Waduk ini dibagun dengan tujuan sebagai pengendali banjir, pasokan air baku untuk irigasi dan air minum, pembangkit tenaga listrik (PLTA) dan pengembangan potensi pariwisata.

Sebagai pengendali banjir, keberadaan waduk dipadukan dengan normalisasi Kali Garang, pembangunan Banjir Kanal Barat dan drainase kota sebagai upaya mencegah berulangnya tragedi banjir bandang Semarang yang memilukan di tahun 1990. Konon waktu itu puluhan rumah hancur dan tak kurang dari 34 orang meninggal dunia.

Saat mengunjungi Goa Kreo, saya teringat dengan suasana Uluwatu di Bali. Kera-kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang jinak berkeliaran di sepanjang tebing-tebing perbukitan, dengan latar belakang Pura Uluwatu di tepi pantai terjal batu karang nan eksotis dan magis.

Kemiripan dengan Goa Kreo adalah adanya kera-kera ekor panjang yang berkeliaran jinak dan latar belakang kemilau perairan. Meskipun di Uluwatu merupakan perairan pantai, sedangkan di Goa Kreo berupa waduk.

Kera-kera ekor panjang yang terlihat jinak berinteraksi dengan pengunjung

Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang terlihat jinak berinteraksi dengan pengunjung

Ke depan, jika Waduk Jatibarang telah dilengkapi dengan fasilitas wisata air (water sport) yang representatif, akan benar-benar bisa menjadi salah satu andalan wisata Jawa Tengah. Khususnya kota Semarang yang saat ini sedang berusaha mengejar ketertinggalan agar menjadi setara dengan kota-kota metropolitan lain di Indonesia.

Setiap akhir pekan dan hari libur panjang, Goa Kreo selalu dipadati pengunjung. Seorang sahabat bercerita bahwa pada menjelang pergantian tahun 2015 lalu, sekeluarga berkunjung ke lokasi ini, namun harus menelan kekecewaan karena tidak dapat masuk ke lokasi saking penuhnya pengunjung yang datang.

Fasilitas seperti toilet dan tempat parkir memang telah tersedia, namun terasa masih sangat kurang. Hal lain yang terasa mengganggu adalah sampah yang terlihat berserakan karena tidak cukup disediakan tempat sampah. Pengawasan dari pengelola tampaknya juga kurang intensif sehingga mulai terdapat corat-coret yang mengganggu pandangan mata.

Di sisi lain, ada masalah ekologis yang terkadang luput diperhatikan. Kera-kera jinak yang berinteraksi dengan pengunjung memang bisa menjadi daya tarik wisata. Namun jika tidak dikelola secara bijak hal ini akan merusak habitat dan perilaku alami binatang penghuninya.

Primata yang setiap hari berinteraksi langsung dengan ratusan pengunjung tanpa ada regulasi yang ketat dari pengelola akan membuat perilaku mereka berubah. Mereka akan menggantungkan pemberian makanan dari para wisatawan. Beberapa ekor kera mulai terlihat nakal, dengan mencuri dan merebut paksa makanan dan minuman yang dibawa pengunjung saat mereka lengah.

Kera ekor panjang di Goa Kreo yang mulai terlihat tidak sesuai dengan perilaku alaminya

Kera ekor panjang di Goa Kreo yang mulai tampak tidak sesuai dengan perilaku alaminya

Memang tidak mudah memadukan unsur wisata dengat ekologi. Namun saya kira bukannya tidak mungkin. Upaya sungguh-sungguh dari pengelola, terutama pemerintah kota Semarang untuk menjaga kelangsungan hidup alami harus dilakukan dengan serius.

Sebuah obyek wisata yang selaras dengan alam, tidak merusak habitat maupun perilaku alami satwa yang ada di dalamnya, saya yakin sangat menarik untuk dikunjungi. Karena bukan lagi sekedar sebuah tempat berlibur, namun sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda yang akan datang.

Semoga ini akan terwujud di Goa Kreo!


Share :

One thought on “Wisata Alam Goa Kreo – Waduk Jatibarang

  1. Indra Kusuma Sejati

    Selain memiliki view pemandangan yang indah, tempat wisata alam goa kreo waduk jatibarang ini juga memiliki keunikan tersendiri ya kang, apalagi kalau lihat prilaku hewannya di sana seperti yang tertangkap dalam kamera seperti foto-foto lucu ini. he,, he, he,, keren euy….

    mangKoko says:
    Benar mas Indra, namun mestinya tetap harus dijaga supaya tidak merusak habitat dan perilaku alami satwa yang hidup di dalamnya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.