Wisata Kampoeng Rawa Ambarawa

By mangkoko : last updated 03 Nov 2015

Bagi anda yang tinggal di Jawa Tengah, khususnya kota Semarang dan sekitarnya, Kampoeng Rawa yang terletak di tepian Rawa Pening Ambarawa sangat pantas dilirik sebagai alternatif tempat wisata keluarga. Tempat ini menawarkan potensi keindahan alam, produk ikan segar air tawar, maupun potensi lain yang dihasilkan kawasan rawa atau danau yang terbentuk di cekungan antara Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran.

Rumah Makan Kampoeng Rawa Ambarawa

Rumah Makan Kampoeng Rawa Ambarawa

Kampoeng Rawa dapat ditempuh dengan mobil sekitar 1 jam dari kota Semarang, melewati jalan tol baru Semarang – Bawen. Keluar dari pintu tol Bawen, belok ke kanan mengikuti arah ke Yogyakarta. Sebelum masuk kota Ambarawa ambil jalur lewat Jalan Lingkar Ambarawa. Tak berapa jauh akan segera terlihat lokasi Kamppoeng Rawa berada di sisi kiri jalan.

Lokasi wisata ini relatif baru, dipopopulerkan sejak tahun 2012 sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan petani dan nelayan yang menggantungkan hidupnya pada Rawa Pening. Ada 12 kelompok tani dan nelayan yang bersatu, bersama-sama bahu membahu membentuk paguyuban Kampoeng Rawa untuk mengelola tempat ini.

Saat mengunjungi tempat ini, anda akan disuguhi pemandangan alam tepi Rawa Pening, dan persawahan yang menghijau menyegarkan pandangan mata. Sebuah rumah makan apung siap menyambut anda dengan sajian aneka masakan ikan segar hasil produk karamba para petani ikan Rawa Pening.

Untuk mencapai Rumah Makan Apung Kampoeng Rawa ini anda harus menyeberang dengan menggunakan rakit kayu. Mengingatkan saya pada Warung Apung Rowo Jombor di Klaten yang telah lebih dahulu menerapkan cara yang sama untuk menuju lokasi rumah makan serba ikan itu. Ciri khas seperti ini memang bisa menjadi daya tarik dan pengalaman unik bagi para wisatawan yang berkunjung.

Aneka permainan di Kampoeng Rawa Ambarawa

Aneka permainan di Kampoeng Rawa Ambarawa (credit image kampoengrawa.com)

Sebagai destinasi wisata keluarga, tempat ini juge dilengkapi dengan wahana permainan untuk anak-anak seperti becak air, becak mini, ATV, Flying Fox dan lain-lain. Disediakan pula perahu wisata yang bisa di sewa untuk menjelajah Rawa Pening. Untuk menyewa sebuah perahu bermotor tempel yang bisa dinaiki sekitar 8 orang ini anda harus merogoh kocek Rp 100.000,- (Oktober 2014).

Rawa Pening selama ini dipersepsi dengan rawa yang selalu dirundung masalah tingginya sedimentasi lumpur yang menyebabkan pendangkalan dan pertumbuhan gulma tumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali sehingga selalu menutupi permukaannya. Sehingga fungsinya sebagai sumber air untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya menjadi kurang maksimal.

Upaya untuk terus meningkatkan fungsi perairan danau terus dilakukan. Masyarakat sekitar dilibatkan secara aktif. Upaya ini diharapkan sekaligus mengangkat kesejahtaraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi perairan secara maksimal namun tetap menjaga kelestarian ekosistem danau.

Perahu wisata untuk berkeliling Rawa Pening

Perahu wisata untuk berkeliling Rawa Pening

Salah satunya adalah dengan menjalankan konsep One Village One Product (OVOP). Dengan mengembangkan desa perikanan karamba apung. Eceng gondok juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan diolah menjadi barang-barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

MangKoko punya sahabat seorang peternak kambing yang suka membeli eceng gondok dari Rawa Pening. Konon eceng gondok termasuk bahan pakan ternak yang cukup potensial bagi pertumbuhan ternak kambing. Sebelum di berikan pada ternak, eceng gondok difermentasi dengan mikro organisma lokal (MOL) semacam EM4. Tujuannya agar lebih awet disimpan, meningkatkan nilai gizi dan lebih mudah dicerna. Dengan menggunakan pakan seperti ini ternyata juga mengurangi bau kotoran secara signifikan.


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.