3 Angkringan Asyik di Semarang

By mangkoko : last updated 05 May 2017

Angkringan alias warung sego kucing konon berawal di kota Solo dan Jogja. Ciri khas yang yang membedakan warung model ini dengan warung makan lain adalah menggunakan gerobak kayu yang ditutup dengan tenda sederhana. Warung sego kucing umumnya mulai terlihat di pinggir-pinggir jalan tatkala matahari telah bersembunyi di ufuk barat. Karena memang menyediakan menu untuk makan malam bagi pelanggannya.

Menu yang disajikan tersohor dengan sebutan “sego kucing” yaitu nasi bungkus dalam porsi mini yang telah dilengkapi dengan lauk sederhana seperti pindang, teri, babat, oseng-oseng dan berbagai macam lauk-pauk rumahan. Disediakan pula camilan berupa aneka gorengan dan kue-kue jajan pasar.

Makan di Angkringan: pilih menu - bayar - baru kemudian dinikmati

Memilih menu di Angkringan Lounge Mbah Kerto

Pilihan minuman hangat di warung angkringan menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri. Biasanya berupa sajian aneka macam wedang tradisional yang sungguh pas sebagai teman nongkrong di malam hari. Ada kopi tubruk, kopi susu, teh nasgitel (panas-legi-kentel), teh krampul, teh jahe, wedang uwuh dan sebagainya.

Macam sajian minuman tergantung pada spesialisasi masing-masing warung. Konon salah satu rahasia kenikmatan wedang-wedang sajian warung sego kucing karena air panasnya dididihkan dalam ceret-ceret tradisional dengan api pembakaran menggunakan arang kayu.

Warung Angkringan Di Kota Semarang
Di kota Semarang banyak pula terdapat warung angkringan, meskipun tidak sebanyak di Jogja maupun Solo. Mereka menggelar gerobak kayunya di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat lain yang banyak dilalui masyarakat. Apresiasi masyarakat Semarang terhadap warung angkringan tak beda jauh dengan dua kota tetangganya itu.

Terbukti di malam hari terlihat warung-warung tersebut selalu ada pengunjung yang nongrong asyik di dalamnya. Segitiga emas kota Jogja – Solo dan Semarang (sering disingkat Joglosemar) di poros tengah pulau Jawa ini memang memiliki lingkungan sosial dan budaya yang mirip, sehingga tren yang terjadi di salah satu kota, akan mudah menular di 2 kota yang lain.

Pengunjung warung angkringan kaki lima umumnya adalah kaum lelaki, terutama anak-anak muda. Namun fase perkembangan berikutnya muncul warung angkringan permanen dengan penataan interior menarik ala cafe. Bahkan dilengkapi pula dengan akses wifi gratis, dan life music sehingga lebih menarik lagi bagi pengunjung untuk berlama-lama di sana.

Beberapa warung angkringan ala cafe sengaja mendisain warungnya dengan tema tertentu, misalnya suasana tempo dulu, suasana taman, rumah kayu dan sebagainya. Lampu penerangan yang semula remang-remang diubah menjadi terang benderang. Kategori pengunjung menjadi meluas, tak lagi didominasi anak-anak muda. Pengunjung keluarga: bapak, ibu dengan mengajak putera puterinya menjadi pelanggan baru. Karena memang suasana cocok untuk mengajak-anak-anak menikmati makan malam asyik, dengan biaya terjangkau, murah-meriah.

Berikut ini, beberapa warung angkringan di Semarang yang lokasi dan suasananya mendukung untuk bisa dinikmati bersama seluruh keluarga. Diantaranya adalah:

1. Angkringan Ing Medoho
Lokasi warung angkringan ini di Jl. Medoho, depan SMK PGRI 1 Semarang, tak jauh dari Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Dari traffict light Tlogosari ke Jl. Medoho. Setelah menerobos bawah jembatan tol, akan segera terlihat tempatnya di sisi kanan jalan.

Suasana lantai 2 di Angkringan Ing Medoho Semarang

Suasana lantai 2 di Angkringan Ing Medoho Semarang

Angkringan ini menempati sebuah bangunan 2 lantai bernuansa kayu dan bambu. Informasi lebih lengkap silahkan baca artikel khusus tentang: Angkringan Ing Medoho.

2. Angkringan Lounge Mbah Kerto
Angkringan Lounge Mbah Kerto adalah favorit si Nok anak saya. Bertema seperti sebuah garasi mobil, dengan menempati sebuah halaman yang cukup luas. Sebagian besar meja ditata di luar ruangan outdoor, sehingga seperti suasana sebuah pesta kebun. Life music berada di sebuah panggung kecil dengan tata-suara yang lumayan asyik dinikmati.

Suasana pesta kebun di Angkringan Lounge Mbah Kerto

Suasana pesta kebun di Angkringan Lounge Mbah Kerto

Lokasinya di Jl. Soekano Hatta, tidak persis di pinggir jalan raya, sedikit masuk gang. Silahkan baca lebih lanjut tentang Angkringan Lounge Mbah Kerto.

3. Angkringan Kedai Blendoek
Seebelumnya angkringan ini terletak di sebelah timur Gereja Blenduk Jl. Letjen. Suprapto (Kota Lama Semarang). Namun saat ini angkringan ini pindah lokasi ke halaman samping Museum Manddala Bhakti di Jl. Soegija Pranata No. 1 Semarang, tepat di bundaran Tugu Muda, atau berseberangan dengan Lawang Sewu. Angkringan ini sangat ramai pengunjung, terutama pada malam minggu. Karena telah menjadi destinasi wisata kuliner, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke Lawang Sewu pada malam hari.

Menikmati makan malam di Angkringan Blendoek Kota Lama Semarang

Menikmati makan malam di Angkringan Blendoek Semarang (lokasi lama)

 

Angringan Kedai Belendoek Semarang (lokasi baru di Tugu Muda)

Itulah 3 warung angkringan di Semarang yang asyik dinikmati bersama keluarga. Jika sahabat para pembaca mengetahui ada angkringan lain di Semarang yang asyik pula, tolong kabar-kabari ya! Bisa kita tambahkan di sini agar lebih memperkaya referensi.

 


Share :

One thought on “3 Angkringan Asyik di Semarang

  1. Firdaus Firdian

    Konsep baru patut diapresiasi. Tapi menurut saya dengan konsep tersebut sudah tidak lagi mencerminkan angkringan lagi lebih tepatnya bisa disebut sebagai kafe walaupun minuman yang dijual tidak melulu kopi. Karena image masyarakat jawa tengah masih menganggap angkringan sebagai warung kecil dengan ciri khas grobaknya. Ditemani dengan lampu remang2 membuat siapa saja bisa betah nongkrong di angkringan.

    mangKoko says:
    Setuju mas Firdaus,
    Namun memang sebuah konsep sederhana yang potensial menjadi perhatian publik, akan menarik kreasi para entrepreneur untuk mengembangkan konsep dasar tsb. untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
    Trims sudah berkunjung 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.