Coffee Break Gratis ala Agro Wisata Kopi Luwak Bali

By mangkoko : last updated 12 Jan 2016

Agro Wisata Kopi Luwak Bali, saat ini banyak bermunculan di sepanjang jalur wisata tradisional di Pulau Dewata. Bali, memang pantas diacungi jempol untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata. Apapun yang ada di Bali, hampir pasti akan laris manis terjual di pasar wisata internasional.

Coffee break 14 jenis minuman gratis, ala Agro Wisata Kopi Luwak Bali

Coffee break 14 jenis minuman gratis, ala Agro Wisata Kopi Luwak Bali

Sesuai dengan namanya, agroturism ini mengambil tema utama tentang: kopi luwak. Mulai saat penanaman, proses produksi, hingga produk jadi yang siap dinikmati. Produk kopi luwak sebenarnya bukan monopoli dari Bali saja. Banyak tempat di seluruh Indonesia juga memproduksi kopi luwak. Namun membingkai kopi luwak sebagai sebuah tema destinasi wisata, rasanya memang Bali yang paling sukses.

Agroturism Kopi Luwak Bali, banyak terdapat di sepanjang jalur wisata menuju Bedugul dan Ubud. Saya ambil contoh misalnya: “Agro Turism Alas Harum” yang terletak di daerah Tegallalang – Gianyar – Bali. Posisinya tak jauh dari subak terasering (terraced rice fields) di Tegallalang, yang sangat tersohor di kalangan wisatawan manca negara.

Cara mengemas agro wisata ini sungguh kreatif dan unik. Menciptakan kesan positif di benak para pengunjung. Bayangkan, anda tidak pungut biaya, bahkan akan disuguhi 14 jenis minuman gratis!

Aktifitas di Agro Wisata Kopi Luwak Bali

Jika berkunjung ke sana maka anda akan didampingi oleh seorang pemandu (guide) untuk menelusuri perkebunan kopi robusta dan arabika sebagai bahan baku kopi luwak. Pemandu akan menerangkan spesifikasi dan karakter masing-masing jenis kopi yang di tanam di sana.

Kandang luwak

Kandang luwak

Perjalanan berlanjut menuju lokasi produksi, berupa kandang-kandang binatang musang atau luwak (paradoxurus hermaphroditus) yang terbuat dari anyaman kawat. Luwak termasuk binatang malam. Di siang hari kebanyakan mereka tidur di dalam sarang.

Buah-buah kopi arabica yang telah benar-benar masak (ditandai dengan kulit buah berwarna merah) diberikan sebagai makanan untuk luwak. Buah-buah kopi akan dicerna oleh enzim yang ada di perut luwak. Proses fermentasi alami yang terjadi di sistem pencernaan luwak itulah yang akan menjadikan kopi arabica menjadi kopi luwak yang berkualitas tinggi, dan berharga sangat mahal.

Selama di cerna di perut luwak, biji-biji kopi tidak hancur. Nantinya akan utuh keluar bersama kotoran luwak. Kotoran ditampung, biji-biji kopi yang menyertai dipisahkan dari kotoran, dan dicuci bersih.

Kenapa hanya jenis kopi arabica yang digunakan untuk membuat kopi luwak?
Jawab: Karena musang/luwak hanya mau makan kopi arabica yang berbau harum dan manis rasa daging buahnya. Tak mau jenis kopi lain.

Mengeringkan kopi luwak Bali

Mengeringkan kopi luwak Bali

Proses berikutnya adalah pengeringan biji kopi, dengan cara di jemur di bawah sinar matahari. Biji-biji kopi yang telah kering, kemudian disangrai (digoreng tanpa minyak) hingga berubah warna menjadi kehitaman.

Menyangrai biji-biji kopi luwak

Menyangrai biji-biji kopi luwak

Proses berikutnya adalah ditumbuk di lesung yang terbuat dari batu. Kopi yang telah halus selanjutnya di ayak. Kopi sisa ayakan yang masih kasar akan ditumbuk lagi. Demikian seterusnya hingga seluruhnya manjadi halus. Para pengunjung dipersilahkan jika ingin merasakan sensasi rasa menumbuk dan meng-ayak kopi.

Menumbuk kopi

Menumbuk kopi

.

Mengayak kopi luwak

Mengayak kopi luwak

Setelah puas menyaksikan proses pembuatan kopi luwak, kita akan diajak untuk icip-icip gratis berbagai macam jenis minuman produk mereka. Saya lihat ada 14 jenis disajikan dalam gelas-gelas kecil yang ditata pada nampan kayu menyerupai congklak (dakon). Lihat pada foto di bawah, berturut-turut dari kiri ke kanan: mangosteen tea, rosela tea, ginseng tea, cinnamon tea, safron tea, ginger tea, lemon tea, lemongras tea, chocolate coffee, vanila coffee, coconut coffee, white chocolate, dan ginger coffee.

14 Jenis minuman gratis di kopi luwak Bali

14 Jenis minuman gratis di kopi luwak Bali

Khusus untuk icip-icip kopi luwak Bali memang tidak gratis.

Membandingkan rasa kopi Bali dengan kopi luwak Bali. Yang ini tidak gratis

Membandingkan rasa: kopi Bali dengan kopi luwak Bali. Yang ini tidak gratis

Bagian terakhir, pengunjung akan diajak mengunjungi coffe shop yang menyediakan semua produk yang dibuat di agro wisata tersebut. Barangkali saja berminat membawa sebagai buah tangan.

Coffe shop Agro Wisata Kopi Luwak Bali

Coffe shop Agro Wisata Kopi Luwak Bali

Konsep memberikan 14 jenis minuman untuk dicicipi gratis, sungguh ide yang pantas diacungi jempol. Pengunjung yang puas dengan layanan gratis di kawasan Agro Wisata Kopi Luwak Bali, rata-rata akan membeli produk yang ditawarkan, meskipun berharga premium.

Bukankah ini sebuah ide bisnia wisata yang kreatif?

Baca pula: Tips Wisata Hemat ke Bali, Tanpa Travel Agent.


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.