Wedangan dan Hik: Angkringan ala Solo

By mangkoko : last updated 01 Sep 2016

Kota Solo disebut sebagai cikal bakal tumbuh dan berkembangnya model warung angkringan yang kini telah merambah kota-kota besar di Indonesia. Jika ada pertanyaan, “Dari manakah asal mula warung angkringan?” Kebanyakan orang akan menjawab, “Solo dan Jogja”.

Antara Solo dan Jogja, manakah yang lebih dulu ada angkringan?
Sulit untuk menjawabnya. Karena belum pernah ada kajian sejarah yang komprehensif yang dapat dijadikan rujukan mengenai asal mula warung angkringan di kedua kota budaya tersebut.

Salah satu pilihan menu angkringan di Solo

Salah satu pilihan menu angkringan di Solo

Sejak jaman dahulu penjual makanan keliling di Solo populer disebut Hik. Ada yang mengartikan kata “Hik” sebagai singkatan dari Hidangan Istimewa ala Kampung. Saya sendiri lebih meyakini bahwa sebutan Hik karena si penjual biasanya meneriakkan kata “hiiik …” sepanjang jalan yang dilewati sebagai tanda identitas jenis makanan yang dijajakannya. Teriakan kata “hik” inilah yang membuat orang-orang menyebutnya: Hik.

Ada pula penjual jenis makanan serupa, namun tidak kelilingan, tetapi mangkal di pinggir jalan. Orang Solo menyebut: Wedangan (Warung Wedang). Warung seperti ini biasanya menggunakan gerobak dorong yang dilengkapi dengan tenda dan bangku-bangku kayu untuk tempat duduk pembeli.

Hik dan wedangan bisa disebut sebagai angkringan ala Solo, karena memang jenis makanan dan cara penyajiannya kurang lebih serupa. Yakni berupa aneka camilan, gorengan, nasi bungkus yang telah dilengkapi lauk dalam porsi kecil dan tentu saja aneka minuman hangat (wedang).

Warung-warung angkringan seperti ini memang lebih terkesan maskulin, karena konsumennya didominasi kaum lelaki dewasa. Hal ini disebabkan karena warung angkringan biasanya dibuka pada malam hari, dengan suasana ala kadarnya dan penerangan remang-remang.

Transformasi Warung Angkringan

Seiring dengan perkembangan jaman, warung angkringan bertransformasi ke dalam format yang lebih menarik bagi segala lapisan dan usia. Sehingga tak hanya diminati kaum hawa, namun juga wanita dan anak-anak. Sehingga sekarang jamak kita temukan pengunjung sekeluarga asyik makan bareng di warung angkringan di era modern.

Joglo Wedangan Ngarsopuro Solo

Joglo Wedangan Ngarsopuro Solo

Transformasi model warung angkringan ini menarik. Kini tak hanya ada warung tenda remang-remang di kaki lima, namun juga warung angkringan ala cafe yang menempati tempat-tempat yang lebih representatif. Beberapa diantaranya di rancang dengan tema-tema khusus, misalnya tema masa lalu, suasana pesta kebun, dan lain-lain. Sering pula dilengkapi dengan fasilitas koneksi wifi gratis dan life music untuk semakin memanjakan pengunjung.

Warung Wedangan di Solo

Warung wedangan, hik atau angkringan tradisional masih banyak terdapat berbagai penjuru Kota Solo. Biasanya mangkal di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat strategis pada malam hari. Beberapa yang sangat populer misalnya: Hik Pak Gerok di Jl. AdiSucipto, Hik Kodim di depan markas Kodim Jl. Slamet Riyadi, Hik Pak Kumis di Manahan, Wedangan Bung Klithik di Depok, dan masih banyak lagi.

Namun jika anda tak sekedar makan malam, tetapi ingin menemukan kenyamanan bersama keluarga, beberapa tempat wedangan atau angkringan modern di Solo ini bisa menjadi rekomendasi untuk dicoba.

1. Wedangan Omah Lawas

Wedangan Omah Lawas, terletak di tengah kota Solo, tepatnya di Jl. Dr Supomo No. 55 Solo. Sesuai dengan namanya, warung ini menempati sebuah rumah lama (lawas) namun masih cukup bagus dan bersih. Konon rumah ini dulunya merupakan pabrik batik.

Memilih menu di wedangan Omah Lawas Solo

Memilih menu di wedangan Omah Lawas Solo

Wedangan Omah Lawas menyajikan berbagai macam wedang seperti teh manis, teh jahe, wedang krampul khas Solo, bandrek, kopi, kopi jahe dan sebagainya. Makanan yang disajikan tak beda jauh dengan umumnya sebuah warung angkringan. berupa aneka camilan, lauk pauk nasi bungkus dengan aneka pilihan lauk dan sebagainya. Porsi menu nasi kucing (nasi bungkus) yang disajikan di Warung Wedangan temasuk agak besar. Karena umumnya angkringan menyajikan menu nasi kucing yang benar-benar mini.

Meskipun di warung ini pembelinya lumayan banyak, apalagi jika pas malam minggu atau malam liburan namun karena tempatnya lumayan luas, sehingga tak perlu khawatir kehabisan tempat.

2. Soto dan Wedangan Ngarsopuro

Soto dan Wedangan Ngarsopura terletak di Jantung Kota Solo, yakni di Jl. Diponegoro No. 9 Solo. Posisinya persis di depan destinasi wisata malam hari di Solo yaitu Ngarsopuro Night Market. Tak jauh dari Keraton Mangkunegaran Surakarta. Warung wedangan ini menempati sebuah rumah joglo yang asri dan lumayan luas. Sehingga cukup nyaman untuk makan malam beserta keluarga.

Memilih menu di Wedangan Ngarsopuro

Memilih menu di Wedangan Ngarsopuro

Sedangkan gelaran Ngarsopuro Night Market berupa pasar malam yang hanya ada pada setiap malam minggu saja. Di sana anda akan menemukan segala macam makanan, pernak-pernik produk industri kecil dan kerajinan khas Solo yang di sajikan pada stand-stand yang terbuka (open market)

Seperti pada umumnya sebuah warung angkringan, menu andalah Wedangan Ngarsopuro adalah berupa berbagai macam wedang, seperti wedang krampul, teh nasgitel, teh jahe, jahe susu, bandrek, wedang dongo dan lain-lain. Menu makanan andalan adalah aneka nasi kucing dengan berbagai macam lauk pauk, ditambah camilan khas Solo dan aneka gorengan.

Epilog

Sebagai sebuah kota budaya, banyak hal di Solo yang asyik untuk dijelajahi dan dicoba. Termasuk khasanah kekayaan kulinernya. Jadi di Solo tak hanya ada Timlo Solo, Sego liwet, atau tengkleng kambing. Namun juga ada hik, wedangan dan angkringan yang asyik dinikmati sekaligus tempat nongkrong beserta keluarga.


Share :

One thought on “Wedangan dan Hik: Angkringan ala Solo

  1. Cah Solo

    Kalo boleh koreksi dikit:

    Posisinya persis di depan destinasi wisata malam hari di Solo yaitu Ngarsopuro Night Market. Tak jauh dari “Keraton Kasunanan Surakarta”.

    Lebih tepatnya “Keraton Mangkunegaran Surakarta”.

    mangKoko says:
    Teima kasih mas, atas koreksinya
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.