Wisata Ziarah Makam Sunan Pandanaran

By mangkoko : last updated 24 Aug 2015

Sunan Pandanaran (Sunan Tembayat) adalah salah satu tokoh penyebar agama islam di Jawa, khususnya di Klaten dan sekitarnya. Beliau hidup se-jaman dengan Wali Songo, namun memang tidak termasuk salah satu dari 9 wali (Wali Songo) tersebut. Makamnya terletak di perbukitan Jabalkat desa Paseban yang termasuk wilayah kecamatan Bayat, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hingga saat ini kompleks pemakaman tersebut banyak diziarahi masyarakat dari seluruh penjuru tanah air.

Gapura Bale Kencur, makam Sunan Pandanaran

Gapura Bale Kencur, makam Sunan Pandanaran

Ada banyak versi cerita tentang Sunan Pandanaran, yang sering pula di sebut sebagai Ki Ageng Pandanaran. Salah satu versi cerita yang banyak dipercaya masyarakat bahwa beliau ini adalah bupati Semarang generasi kedua, putera dari bupati pertama Semarang yang bernama Harya Madya Pandan. Nama aslinya adalah Pangeran Mangkubumi, dan karena kemudian tinggal di Bayat, meninggal dan dimakamkan di sana maka sering pula dipanggil sebagai Sunan Tembayat.

Masjid makam Sunan Bayat (Sunan Pandananan)

Masjid makam Sunan Bayat (Sunan Pandananan)

Di Semarang, ada pula makam Sunan Pandanaran. Letaknya tak jauh dari Jl. Pandanaran, sebuah ruas jalan sentra oleh-oleh khas Semarang yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Apakah Sunan Pandanaran yang dimakamkan di Semarang ini orang yang berbeda dengan Sunan pandanaran yang dimakamkan di Bayat? Sebuah versi cerita yang paling masuk akal menerangkah bahwa: makam di Semarang tersebut sesungguhnya adalah makam Harya Madya Pandan (Sunan Pandanaran I), beliau ini adalah ayahanda dari Sunan Tembayat (Sunan Pandanaran II).

Gapura Panemut, kompleks makam Sunan Pandanaran

Gapura Panemut, kompleks makam Sunan Pandanaran

Kompleks makam Sunan Pandanaran di Bayat terletak di perbukitan Jabalkat (sekitar 860 mdpl). Untuk mencapai lokasi makam kita harus mendaki ratusan anak tangga yang cukup melelahkan dari lokasi tempat parkir kendaraan. Namun jika anda tak ingin ber-capek-ria jalan kaki mendaki tangga, ada jasa ojek yang akan siap mengantar sampai ke atas dengan melewati jalan melingkar di sisi timur bukit jabalkat, melewati jalan di tengah perkampungan penduduk.

Di atas bukit Jabalkat terdapat kompleks pemakaman, dan sebuah masjid tua yang sampai sekarang masih berfungsi dan digunakan untuk beribadah sholat para peziarah. Kompleks makam Sunan Tembayat terdiri dari 6 halaman yang dipisahkan dengan tembok keliling dan dihubungkan dengan pintu masuk khusus. Tempat makam Sunan Pandanaran terletak di sebuah cungkup atau bangunan tertutup yang cukup besar, terletak pada halaman terakhir yang merupakan lokasi paling tinggi.

Bangunan-bangunan kuno monumental yang terdapat di kompleks makam ini antara lain:

  1. Gapura Segara Muncar, berbentuk candi bentar terletak di kaki bukit. Ada sebuah kalimat sengkalan (kalimat pengingat waktu) yang tertulis di sana yaitu: Murti Sarira jleging ratu. yang diartikan sebagai angka tahun 1448 Saka (1526 Masehi)
  2. Gapura Dhudha, berbentuk candi bentar. Disebut dhudha (duda) konon karena saat ditemukan tinggal bagian kiri saja.
  3. Gapura Pangrantunan, berbentuk paduraksa tanpa pintu.
  4. Gapura Panemut, berbentuk candi bentar.
  5. Gapura Pamuncar, berbentuk candi bentar.
  6. Gapura Bale Kencur, berbentuk paduraksa berdaun pintu.
  7. Bangunan-bangunan makam keluarga dan pengikut Sunan Pandanaran
  8. Dua buah padasan (tempat untuk bersuci/wudlu) yang disebut kyai Naga
  9. Bangunan cungkup makam Sunan Pandanaran.

Untuk wisata ziarah ke kompleks makam ini sangatlah mudah. Kabupaten Klaten terletak di tengah antara Yogyakarta dan Solo. Jika anda dari arah kota Yogyakarta, di Pertigaan Bendogantungan sebelum masuk kota Klaten belok kanan menuju arah ke Kecamatan Wedi dan Bayat. Dari Jl. Yogya – Solo tersebut jarak ke Bayat sekitar 10 km. Demikian pula bila anda berkendara dari arah kota Solo, setelah melewati kota Klaten, setelah melewati RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten anda akan segera menemukan pertigaan Bendogantungan, silahkan belok kiri.

Gapura Pangrantungan, kompleks makam Sunan pandanaran

Gapura Pangrantungan, kompleks makam Sunan pandanaran

Sekitar 5 km setelah perempatan Bendogantungan, anda akan sampai di wilayah Kecamatan Wedi, sebuah wilayah kota kecamatan yang cukup maju. Daerah ini terkenal sebagai sentra produksi aneka macam konveksi: baju, celana, busana muslim dan kaos sablon. Untuk menujua ke Bayat silahkan susuri ke arah selatan dan kemudian ke arah timur. Sekitar 5 km lagi sampailah di wilayah kecamatan Bayat.

Padasan Kyai Naga, kompleks makam Sunan pandanaran

Padasan Kyai Naga, kompleks makam Sunan pandanaran

Perhatikan di sisi kiri maupun kanan jalan. Jika anda banyak menyaksikan barang-barang aneka bentuk yang gerabah (tembikar) yang terbuat dari tanah liat, artinya anda telah sampai di Bayat. Wilayah ini memang tersohor sebagai sentra pengrajin gerabah turun menurun, sentra pengrajinnya berada di desa Pager Jurang (Kec. Bayat) dan Melikan (Kec. Wedi). Kualitas dan disain gerabah Bayat tak perlu diragukan lagi. Sangat menarik dipajang sebagai penghias rumah maupun taman. Ada satu hal yang sangat unik dari gerabah Bayat, yaitu cara pembuatannya yang disebut: teknik putaran miring, yang banyak menarik para ahli keramik Jepang untuk menelitinya.

Ruang dalam cungkup makam Sunan pandanaran

Ruang dalam cungkup makam Sunan pandanaran

Tertarik untuk berkunjung ke sana?
Satu hal yang barangkali perlu selalu kita ingat bahwa ziarah ke sebuah makam, siapapun dia yang bersemayam di sana, pada intinya adalah mendoakan mereka yang telah berada di alam baka. Bukan berdoa meminta sesuatu pada mereka.

Referensi:
1. Babad Tanah Jawi
2. Wikipedia, Sunan Bayat, Ki Ageng Pandan Arang
3
Ceritarakyatnusantara.com


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.