Alamanda si Bunga Terompet

By mangkoko : last updated 04 Oct 2014

Bunga alamanda (allamanda cathartica) banyak ditanam sebagai tanaman hias di halaman, sebagai pagar hidup atau dirambatkan sebagai pergola sehingga bisa sebagai peneduh sekaligus penghias taman. Sebagian orang mempercayai tanaman evergreen ini sebagai penolak bala jika ditanam di depan rumah.

Bunga Alamanda Coklat Muda

Bunga Alamanda Coklat Muda

Sosok tanaman bisa tumbuh mencapai lebih dari 2 meter tingginya. Bagian paling menarik tentu saja adalah bunga berbentuk terompet yang bermekaran sangat atraktif. Warna bunga alamanda ada bermacam-macam, kuning, pink, ungu, dan mang Koko menemukan juga yang berwarna coklat muda seperti foto di samping.

Konon alamanda berasal dari Amerika tengah dan Amerika Selatan, dan kemudian menyebar ke daerah-daerah lain beriklim tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia bunga alamanda sering dipanggil juga dengan bunga terompet emas, bunga lonceng kuning dll. Dalam bahasa Inggris disebut yellow bell, golden trumpet dan buttercup flower.

Tanaman ini tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai ketingguan sekitar 700 meter dpl. Dapat berbunga terus-menerus sepanjang tahun asalkan mendapatkan paparan sinar matahari penuh.

Cara menanam alamanda umumnya dilakukan dengan stek batang, karena dengan cara ini tanaman alamanda relatif mudah tumbuh besar. Perbanyakan alamanda dengan biji bisa juga dilakukan, meskipun kurang lazim dilakukan di Indonesia. Padahal banyak seeds atau bibit alamanda hibrida beraneka warna banyak ditawarkan oleh online seeds shop di luar negeri. Silahkan dicari di Google dengan keyword: allamanda seeds, atau mengikuti lelang di Ebay.

Kuncup bunga alamanda

Kuncup bunga alamanda

Manfaat Medis Tanaman Alamanda
Beberapa literature menyebutkan bahwa tanaman alamanda mempunyai manfaat medis, walaupun memang tidak populer. Daun alamanda berasa pedas pahit dipakai sebagai pencahar, obat penyakit kulit seperti eksim, bisul dan kurap. Getah alamanda bersifat antibakteri dan antibiotik.

Sedangkan bunganya digunakan untuk mencegah komplikasi malaria dan pembengkakan limpa. Bagian akarnya bisa digunakan untuk mencegah penyakit kuning. Hal yang perlu diwaspadai, secara umum alamanda bersifat racun, sehingga penggunaan untuk pengobatan hendaknya berhati-hati.

(Referensi: id.wikipedia.org, dan sumber lain).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.