Buah Makasar, Lada Pahit Berkhasiat Obat

By Sulis : last updated 16 Nov 2016

Mungkin anda belum pernah mengetahui buah makasar, karena memang bukan termasuk buah yang populer dikonsumsi. Apalagi sosok tanamannya juga jarang di temui di sekitar kita. Padahal jika di telisik dari nama latinnya, yaitu Brucea Javanica, kemungkinan besar tanaman ini berasal dari wilayah pulau Jawa, atau paling tidak banyak tumbuh di Pulau Jawa.

Buah makasar disebut pula: lada pahit. Mulai dilirik orang karena dipercaya ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit. Diantaranya adalah kanker serviks dan diabetes melitus.

Buah makasar, penakluk diabetes melitus

Buah makasar, lada pahit berkhasiat obat

Tanaman makasar tumbuh tersebar di benua Asia dan Australia. Mulai dari Sri Lanka, Indo Cina, Cina selatan, Taiwan, Thailand, Malaysia dan Indonesia.  Sebelum dibudidayakan, tanaman Brucea Javanica tumbuh sebagai semak belukar,  liar di hutan atau perkebunan. Atau kadang-kadang difungsikan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini berkembang biak dengan biji, sehingga wilayah persebaran tanaman ini mencapai wilayah yang cukup luas.

Di negeri kita, ada yang menyebut nya amber merica. Masyarakat lampung mengenal tanaman ini dengan berul, di Sunda di kenal sebagai walot, tambara merica di Makassar.

Di Jogja tempat tinggal saya, penduduk menamainya woh makasar atau buah makasar. Tak banyak yang menanam tanaman ini, tapi ada satu atau dua warga yang sengaja menanam ini karena tahu akan manfaatnya.

Morfologi Tanaman Makasar

Brucea Javanica termasuk tanaman perdu, dengan tinggi 1 sampai 1,25 meter. Untuk kota-kota besar tumbuhan ini sudah makin jarang di temukan, meskipun secara umum, tanaman ini mudah tumbuh di semua kondisi tanah.

Ciri lainnya yang tampak adalah bentuk daun dengan tulang daun menyirip, tepi daun yang kasar dan memiliki buah berbentuk bulatan-bulatan kecil, bergerombol mirip merica. Pada waktu muda, buah berwarna hijau, dan akan menjadi coklat lalu berangsur hitam di saat tua. Uniknya, hampir semua bagian dari tanaman makasar, bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Tanaman buah makasar. (Image courtesy by hkti.org)

Tanaman buah makasar. (Image courtesy by hkti.org)

Merujuk pada www.informatika.lipi.go.id, Buah makasar mengandung alkaloid (brucamarine, yatanine), glikosida (brucealin, yatanoside A dan B, kosamine), dan phenol (brucenol, bruceolic acid). Bijinya mengandung brusatol dan bruceine A, B, C, E, F, G, H. Daging buahnya mengandung minyak lemak, asam oleat, asam linoleat, asam stearat, dan asam palmitoleat. Buah dan daunnya mengandung tanin.

Manfaat Tanaman Buah Makasar

Bagian yang paling banyak digunakan adalah buahnya. Daging buah makasar yang sudah tua, biasanya digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengobati diare kronis. Caranya pun sangat praktis, yaitu mengupas kulit luar, dan kemudian langsung menelannya utuh. Sekali konsumsi, untuk ukuran tubuh dewasa dengan berat badan normal sekitar 3 sampai 5 butir. Rasanya pahit. Bagi yang tidak bisa berkompromi dengan rasa pahit, bisa membungkus daging buah makasar dengan bantuan kapsul.

Selain langsung menelannya, buah makasar bisa juga dikonsumsi dengan dibuat semacam kopi. Menjemur buah yang sudah tua,  menggilingnya hingga halus, dan kemudian baru di konsumsi. Disamping mengatasi diare, air rebusan buah makasar dipercaya mampu menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes melitus,  mengatasi  keputihan dan bahkan kanker serviks.

Brucea Javanica

Brucea javanica yang berbuah lebat. (Image courtesy by: dietoflife.com)

Daun buah makasar  bisa juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Cara yang lazim digunakan adalah dengan merebus, lalu diambil sarinya. Khasiat ramuan ini adalah untuk mengatasi keluhan sakit pinggang. Tumbukan daun makasar, bisa juga digunakan untuk mengompres  bagian tubuh yang bengkak atau memar akibat benturan atau pukulan benda keras.

Sementara akar, bisa digunakan untuk penanganan terhadap kasus pengobatan malaria. Cara yang digunakanpun relatif sama, yaitu merebusnya untuk kemudian diambil sarinya.

Efek Samping Tanaman Makasar

Apapun yang berlebihan, pasti akan memiliki efek samping atau bahaya ikutan. Demikian pula dengan pemanfaatan bagian-bagian tanaman makasar ini. Ada beberapa gejala yang timbul sebagai tanda tengah mengalami keracunan akibat tanaman ini, diantaranya mual, pusing, muntah, koma yang bisa berujung ke kematian.

Hmm..mirip sebilah mata pisau. Berguna, tapi bisa juga berbahaya. Sekedar saran, meski relatif lebih aman, tetap gunakan ramuan herbal apapun dengan bijak. Kurangi resiko, dengan tidak mengujicobakan pada bayi, anak-anak dan ibu hamil.

Referensi:

  • www.informatika.lipi.go.id
  • id.m.wikipedia.org/wiki/buah_makasar

 


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Tri Sulistiyowati

Seorang Mom Blogger yang tinggal di Yogyakarta ini adalah ibu dari 2 anak. Kegemaran utama adalah menulis dan jalan-jalan.


 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.