Kemarau Panjang: Musim Buah Jamblang

By mangkoko : last updated 07 Nov 2015

Sepulang dari pasar kemarin, bunda*) membawa oleh-oleh sekantong buah jamblang. Dilihat dari warna kulit buah yang telah ungu kehitaman artinya telah benar-benar masak, siap disantap. Tak sabar untuk segera menikmati rasa manis dan sepet sang “plum van Java” ini. Musim kemarau panjang seperti sekarang (bulan September-Oktober) merupakan kesempatan emas untuk menikmati sensasi rasa buah eksotis yang sudah semakin langka ini. Kemarau panjang memang saat panen raya buah jamblang.

Semangkuk jamblang hitam yang telah matang

Semangkuk jamblang hitam yang telah matang

Buah jamblang (Syzygium cumini) populer pula dengan nama duwet (juwet). Bentuk dan warnanya mirip buah anggur. Berbentuk lonjong dengan warna ungu kehitaman. Ukuran panjang sekitar 3 x 2 cm dan berat setiap butir buah sekitar 8-12 gram. Di tengah daging buah terdapat biji tunggal yang cukup keras.

Saat ini jamblang termasuk tanaman langka, jarang ditemui tumbuh di pekarangan rumah masyarakat. Konon hanya di Lamongan Jawa Timur, tanaman ini masih banyak dikebunkan dan dilestarikan. Bahkan ada sebuah desa di sana memiliki kebun jamblang cukup luas. Jika sedang berbuah banyak menarik perhatian masyarakat. Menjadi sebuah destinasi wisata yang unik, yakni Wisata Kebun Duwet.

Buah duwet bisa langsung dimakan segar. Masyarakat di Jawa mempunyai kebiasaan membubuhi buah-buah jamblang yang telah masak dengan garam dan sedikit gula, kemudian dikocok-kocok pada wadah yang tertutup. Cara seperti ini membuat buah menjadi agak memar, mengurangi rasa sepat dan menambah rasa manis buah jamblang. Buah jamblang baru enak dimakan segar jika telah benar-benar masak, tandanya jika di tekan sudah terasa empuk dan warna dominan kehitaman. Buah yang belum benar-benar masak, rasanya akan terasa sangat sepat.

Buah jamblang (duwet) hitam - Syzygium cumini

Buah jamblang (duwet) hitam – Syzygium cumini

Pertumbuhan Tanaman
Tanaman jamblang tumbuh baik di datarang rendah sampai ketinggian 500 mdpl. Dilaporkan pula masih bisa tumbuh baik hingga ketinggian 1800 mdpl. Di halaman depan rumah mangKoko di Semarang tumbuh sebatang pohon jamblang putih, ditanam dalam pot besar sebagai tabulampot. Saat ini juga sedang berbuah juga.

Baca juga: Jamblang Putih, Lebih Manis dan Tidak Sepet, varietas unggul tanaman jamblang yang bisa di tanam di dalam pot.

Jamblang termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh di sembarang tempat, sangat toleran terhadap berbagai jenis tanah baik di lahan basah maupun kering. Pada umumnya jamblang diperbanyak dengan biji, namun jika anda berniat menanamnya pilihnya kultivar unggul dalam bentuk bibit sambung pucuk atau cangkok. Karena jenis bibit sambung pucuk dan cangkok akan mewarisi karakter tanaman induk dan lebih cepat berbuah dibanding ditanam dari biji.

Khasiat Buah Jamblang
Buah jamblang atau duwet) bersifat sejuk, dan merupakan astringent yang cukup kuat. Astringen adalah zat yang menyebabkan kontraksi atau mengerutkan sel-sel biologis. Sehingga saat makan jamblang mulut akan terasa kesat, karena jaringan sel di bibir dan mulut agak mengerut.

Daging buah jamblang banyak mengandung vitamin A dac C. Dipercaya pula berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Kulit kayu, biji dan daunnya digunakan untuk mengobati penyakit kencing manis (diabetes) dan diare.

Namun jika tenggorokan lagi terasa kurang enak disebabkan karena sedang radang, makan buah jamblang sering menyebabkan rasa gatal di tenggorokan. Akibatnya akan meningkakan frekuensi batuk. Minum teh yang dibubuhi madu bisa menjadi alternatif alami  yang cukup efektif untuk meredakan batuk. Kemungkinan rasa gatal disebabkan zat astringent dalam jamblang yang bersentuhan dengan peradangan di tenggorokan. Hal ini dibuktikan dengan jamblang putih yang kandungan astrigentnya lebih rendah, tidak menyebabkan rasa gatal.

Ref:
– id.wikipedia.org/wiki/Jamblang
– & dari berbagai sumber

Catatan:
*) bunda = panggilan untuk isteri (seperti cara anak saya memanggil)

 


Share :

One thought on “Kemarau Panjang: Musim Buah Jamblang

  1. Yullya

    Dimana cara saya mendapatkan buah juwet nya ya. Mohon info untuk bumil yg sedang mengidam. Suwun

    mangKoko says:
    Hallo Yullya yang lagi ngidam 🙂
    Buah duwet adanya di pasar-pasar tradisional.
    Isteri saya memberi saya oleh-oleh duwet/jamblang sepulang dari Pasar Banget Ayu di Semarang.
    Saya sendiri sangat jarang ke pasar, lebih suka ke kebun … he he.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.