Lolita Cherry, Dewandaru Manis Dari Brazil

By mangkoko : last updated 16 Nov 2016

Lolita Cherry (Eugenia Uniflora) adalah tanaman perdu yang menghasilkan buah-buah kecil berwarna merah tua jika telah masak. Di Indonesia disebut pohon dewandaru, sebutan lain adalah Surinam Cherry (bahasa Inggris), Pitanga (Brazil), Brazilian Cherry, dan Cayenne Cherry.

Konon tanaman ini asli berasal dari wilayah tropis di pantai timur Amerika Selatan, mulai dari Suriname sampai Brazil bagian selatan. Di Indonesia selain dipanggil dengan nama dewandaru, juga sering dipanggil dengan nama asam selong dan cerme belanda.

Bunga dan kuncup lolita cherry

Bunga dan kuncup lolita cherry

Lolita Cherry termasuk tanaman yang tahan terhadap serangan hama, mudah tumbuh dan berbuah, tanpa memerlukan perlakuan khusus. Di halaman rumah saya di Semarang tumbuh dua buah tabulampot tanaman cherry ini. Pot pertama adalah varietas yang telah lama tumbuh di Indonesia yaitu dewandaru dan dan satu lagi varietas yang dianggap lebih unggul yaitu lolita cherry.

Lolita cherry rasa buahnya lebih manis, lebih harum, dan tidak seasam dewandaru. Sehingga bisa dimakan segar tanpa perlu pengolahan atau penambahan bahan lain.

Tanaman perdu berkayu ini bisa tumbuh sampai 5 meter tingginya, berdaun tunggal berwarna hijau dan berbentuk meruncing di bagian ujungnya. Kelopak bunga berwarna putih bersih dengan garis tengah petal kurang lebih 1,5 cm.

Buah muda berwarna hijau, kemudian berangsur angsur berubah menjadi kuning muda, berubah lagi menjadi orange, dan ketika telah benar-benar matang warna buah menjadi merah tua. Inilah tandanya harus segera dipetik.

Lolita cherry matang banyak mengandung air, jika terlambat memetik, buah akan pecah dengan sendirinya dan kempes hanya menyisakan biji buahnya saja. Untuk itulah buah harus segera dipetik dan dikonsumsi jika telah berwarna merah tua, agar anda tidak kehilangan buah yang rasanya unik ini.

Buah muda berwarna hijau, kemudian berangsung-angsur menjadi orange dan merah tua setelah matang

Buah muda berwarna hijau, kemudian berangsung-angsur menjadi orange dan merah tua setelah matang

Lolita cherry kaya akan antioksidan yang efektif untuk menangkal radikal bebas. Buahya dapat digunakan untuk membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Sedangkan daunnya lebih hebat lagi: selain bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi, juga dipercaya menggempur kolesterol, obat antidiare, diuretik, antirematik dan anti diabetes. Bahkan penelitian terakhir dianggap memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai obat anti kanker.

Tanaman buah penghias halaman yang sekaligus menjadi apotik hidup dan sumber nutrisi yang menyehatkan.

Lolita cherry sebagai penghias halaman juga pantas dilirik. Buahnya yang atraktif hijau orange merah tentu saja menjadi point of interst halaman kita. Menanam lolita cherry tidak sulit, karena  tanaman ini relatif mudah tumbuh baik di dataran rendah seperti Jakarta dan Semarang.

Di kebun mangKoko di Semarang, tabulampot lolita cherry tumbuh subur ditanam dengan perlakuan organik, alias ditanam tanpa menggunakan pupuk buatan pabrik dan tanpa pestisida kimiawi.

Biji-biji yang telah dimakan daging buahnya sengaja saya lempar di pot bawah tanaman. Ternyata banyak tumbuh menjadi bibit tanaman lolita cherry kecil.

Ada yang berminat memboyong salah satunya?
Tentu saja gratis, tapi ambil sendiri ke rumah ya! Sekalian ngobrol, berbagi info tentang berkebun secara organik. :-)

Literatur:
1. Wikipedia: en.wikipedia.org/wiki/Eugenia_uniflora
2. CCRC Farmasi UGM: ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=105


Baca juga :
♦ Wallpaper Lolita Cherry


Share :

2 thoughts on “Lolita Cherry, Dewandaru Manis Dari Brazil

  1. BangKoor

    Di rumahku ada 1 mang. Tapi emang buahnya nggak banyak ya? Sekali buah kadang cuma ada 1 atau 2

    mangKoko says:
    Betul mas buahnya hanya sedikit.
    Jangan-jangan dari induk yang sama ya, karena punyaku itu bibitnya dikirimi dari Bogor

    Reply
  2. prio

    Dihalaman rumah tetangga saya banyak koq buahnya, bahkan rimbun banget, buahnya selalu ada setiap hari,gak pernah habis, malah sampe banyak yg jatuhan, padahal tanahnya tanah keras,Wow lokasi di balikpapan kaltim, yg terkenal tanahnya kurang subur.

    mangKoko says:
    Wow … informasi menarik bro!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.