Menanam Sawi Caisim Dalam Pot

By mangkoko : last updated 17 Oct 2015

Sawi Caisim (Brassica sinensis L.) adalah salah satu sayuran daun favorit mangKoko. Disebut Sawi Caisim karena sayuran daun ini termasuk keluarga sawi-sawian yang memang sangat populer dikonsumsi di Indonesia.

lalap_caisim_300

Di supermarket mangKoko menemukan caisim ini biasanya dilabeli dengan nama sawi, bukan caisim.

Jadi jika sahabat sekalian menemukan sawi di supermarket yang bentuknya sama dengan gambar di samping kiri, berarti itu adalah caisim.

Selanjutnya untuk menyederhanakan penulisan, mang Koko akan menyebut secara singkat dengan nama caisim saja.

 

Caisim manjadi salah satu sayuran daun favorit karena :

  1. Rasanya cenderung tawar, renyah dan segar, sehingga pas untuk ditumis, untuk campuran mie baso, mie ayam, nasi goreng, capcay, dan tentu saja sangat sedap dimakan mentah sebagai lalap.
  2. Bisa ditanam sepanjang tahun tanpa tergantung musim. Dan mudah tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi (0 s/d 100 m dari permukaan laut). Hasil terbaik memang jika ditanam di dataran tinggi antara 100 s/d 500 mdpl. Tetapi bukan halangan bagi kita yang tinggal di dataran rendah seperti Jakarta atau Surabaya untuk menanamnya. Mang Koko biasa menanam di Semarang yang merupakan dataran rendah yang panas, tetap mampu tumbuh dengan baik.
  3. Caisim kaya kandungan vitamin A dan C. Konon caisim bermanfaat pula untuk mengurangi gatal-gatal di tenggorokan pada penderita batuk, mengurangi sakit kepala, membersihkan darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta membantu memperlancar pencernaan.

caisim_dalam_pot_brassica_rapa

Sekarang ke kebun yuuk!
Kita coba tanam sendiri caisim di dalam pot.
Tidak sulit, gunakan pot-pot kecil diameter 10 cm seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan.

Caisim muda bisa dipanen saat berumur antara 3 sampai 4 minggu setelah tanam.

Cara panennya cukup di potong dengan gunting yang tajam di pangkal daun. Tanaman gundul karena habis dipanen, akan segera tumbuh daun kembali. 3 minggu kemudian bisa dipanen lagi.

Sekali tanam kita bisa panen sampai 3 kali. Asyik kan!

Kehebatan Sayuran Segar
Sesungguhnya kehebatan sayuran daun adalah: ketika dikonsumsi dalam keadaan segar!
Untuk menjaga agar sayuran tidak segera menurun tingkat kesegarannya, para petani akan melakukan panen dengan cara dicabut seakar-akarnya.

Perlakuan seperti ini akan memperkecil luka pada permukaan sayur. Semua bagian masih tertutup, baik daun, batang, maupun akar. Sehingga kehilangan air terhambat. Berbeda dengan penen dengan dipotong batannya. Sayuran akan lebih cepat layu, karena air akan keluar dari bagian luka bekas potongan.

Tetapi ketika panen sendiri sayur dalam pot di rumah, Tak perlu dicabut seakar-akarnya. Karena sayuran akan langsung dimasak. Kondisinya masih sangat segar. Lagipula batang bawah dan akar yang tertinggal akan tumbuh lagi.

Cara Menanam Caisim
Caisim adalah tanaman yang tidak rewel dan mudah tumbuh. Berikut cara menanam caisim di pot:

  1. Lakukan penyemaian biji caisim dengan pot pot ceper yang cukup lebar. Pot ceper lebar dapat menampung bibit caisim lebih banyak.
    Atau gunakan tray khusus penyemaian yang bisa di beli di toko-toko alat pertanian. Keuntungan menyemai menggunakan tray ini adalah memudahkan ketika memindah bibit. Tray sudah terkotak-kotak kecil sehingga akar-akar bibit tidak saling berkait satu dengan yang lain, sehingga memperkecil tingkat kerusakan akar saat dipindahkan.
    Dalam 2 sampai 5 hari biasanya biji-biji telah tumbuh menjadi kecambah. Jaga kelembaban media semai dengan melakukan penyiraman 2 x sehari pagi dan sore. Sekitar 2 minggu bibit-bibit siap dipindahkan.
  2. Siapkan pot-pot tanam, gunakan pot minimal diameter 10 cm. Lapisan paling bawah isi dengan sekam bakar atau bisa juga sekam mentah setebal sekitar 2 sampai 3  cm.
    Lapisan berikutnya adalah media tanam yang terdiri dari campuran sekam bakar, pupuk kandang dan tanah kebun dengan perbandingan 1:1:1. Isikan media tanah sampai kira-kira 1 cm dibawah bibir pot.
    Jangan sampai mengisi mudia tanam sampai penuh, karena akan menyulitkan pada waktu penyiranam.
  3. Pindahkan bibit dengan hati hati. Setiap pot cukup 1 bibit saja. Lakukan dengan hati-hati jangan sampai perakaran yang masih sangat lebut menjadi rusak.
  4. Lakukan perawatan dengan penyiraman pada pagi hari. Jika sore hari media sudah sangat kering, lakukan penyiraman lagi. Pada kondisi normal penyiraman cukup dilakukan 1 x sehari, di pagi hari. Waktu pagi adalah saat ideal untuk penyiraman, karena tanaman akan efektif membutuhkan air pada siang hari.
    Namun jika tidak memungkinkan, boleh dilakukan pada sore atau malam hari. Saya sendiri lebih sering melakukannya pada malam hari, kerena memang waktu sempatnya malam hari.
  5. Lakukan juga penyiangan jika gulma yang tumbuh di bawah tanaman sudah terlihat mengganggu. Gangguan serangga juga perlu diwaspadai, seperti belalang dan ulat pemakan daun. Jika ketemu cukup tangkap dan matikan secara mekanis.
    Hindari penggunaan pestisida kimia. Jika hama terlalu banyak, lakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida alami yang bisa kita buat sendiri. Menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu kimiawi yang berbahaya.

Setelah cukup dewasa, tanaman caisim akan mengeluarkan bunga-bunga cantik berwarna kuning. Mang Koko telah abadikan kemolekannya dalam bentuk wallpaper yang bisa dipasang pada notebook atau perangkat mobile anda.

Jika berkenan, silahkan Download Walpaper Bunga Caisim.

Perlu diingat, kita tanam sayuran ini untuk kita konsumsi sendiri. Sebaiknya perlakukan tanaman secara tanam organik, atau sesuai dengan kondrat alami tanaman. Hasilnya adalah sayuran segar kelas satu, yang sangat bersahabat dengan tubuh kita.

Berikut syarat bertanam secara organik adalah:

  1. Tanpa menggunakan pestisida kimiawi, yang jelas akan meninggalkan residu berbahaya pada sayur daun yang akhirnya kita konsumsi.
  2. Tidak perlu melakukan pemupukan, mengingat caisim adalah tanaman berumur pendek. Nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh sudah tercukupi dari media tanam yang kita ramu dengan benar.
  3. Penyiraman dengan air biasa kita gunakan sehari-hari yang tidak tercemar. Ini jelas lebih sehat.
    Coba bandingkan dengan sayuran yang ditanam di sawah, dengan pengairan dari sungai yang kita tidak tahu pasti kualitas airnya.

Caisim yang ditanam secara organik dan dipanen muda, memang tidak menghasilkan sayuran dengan ukuran daun sebesar sayuran pada umumnya. Namun kekurangan tersebut tergantikan dengan level kualitas yang berada diatas sayuran non organik. Teksturnya lebih lembut dan renyah. Rasanya juga lebih gurih dan segar.

Yuk, kita tanam sayuran sendiri di rumah! Asyik lho!

Salam berkebun – mang Koko

 

 


Share :

3 thoughts on “Menanam Sawi Caisim Dalam Pot

  1. BangKoor

    Di tempat aku biasanya disebut sawi mi ayam nih mang. Karena sering dipake tukang mi ayam 😀
    Lawannya, sawi biasa yang panjang-panjang, disebut sawi pait. Karena rasanya yang memang pahit

    Btw, chaisim ini beda sama pakcoy ya mang? Aku suka pakcoy

    mangKoko says:
    Karakter tangkai dan daunnya berbeda dengan pakcoy (sawi sendok)

    Reply
  2. Rio Candra

    Gan saya mau tanya nih, saya mau belajar menanam dirumah, untuk menanam di pot itu kira2 nama tanah yg digunakan itu namanya apa yah gan??
    Makasih

    mangKoko sys:
    Maksudnya media tanam ya mas Rio?
    Media tanam konvensional untuk pot umumnya adalah: tanah kebun, sekam padi (mentah maupun bakar), kompos, pupuk kandang dll. Saya sendiri paling suka campuran berupa tanah + sekam padi + pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 dicampur rata.

    Reply
  3. heris

    Mang saya mau tanya,
    Sawi bakso yang saya tanam di polibag diameter 15cm, kenapa akar pertama yg muncul dari bibit tumbuhnya selalu rebah dulu alias sejajar dgn tanah? Kemudian ketika membesar baru mulai tegak ke atas dan mulai bercabang batangnya. Apa mungkin ada unsur hara yang kurang? Seolah2 batang yg pada awal tumbuh kurang kuat.
    Begitu juga dengan benih sawi lainnya dan selada.
    Saya memakai media instan yg sy beli di toko tanaman hias, campur dgn sekam bakar dan pupuk kompos.

    Maklum saya baru belajar dan mohon bimbingannya he..he..
    Terima kasih.

    mangKoko says:
    Hallo Heris,
    Dengan media tanam yang anda gunakan mestinya tidak bermasalah dengan unsur hara.
    Ada kemungkinan perakaran yang masih sedikit belum cukup untuk mensuplai kebutuhan air untuk tanaman. Coba anda tingkatkan frekuensi penyiraman, atau letakkan tanaman di tempat yang tidak terkena sinar matahari terlalu banyak.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.