Menanam Tabulampot Jeruk Nipis

By mangkoko : last updated 15 Oct 2015

Tabulampot jeruk nipis (citrus aurantifolia) memang jarang dilirik orang, mungkin disebabkan karena buah ini relatif mudah ditemukan di pasaran. Kenyataannya memang dari tukang sayur keliling hingga supermarket selalu tersedia, sehingga orang berpendapat, “Ngapain harus susah payah menanam sendiri, jika dijual di mana-mana?”

Tetapi jika anda memiliki satu saja tanaman jeruk nipis di rumah, baik di tanam langsung di tanah maupun dalam wujud tanaman buah dalam pot (tabulampot), ada keuntungan ganda yang bisa anda dapatkan.

Buah-buah jeruk nipis lebat bergelantungan di tanam sebagai tabulampot

Buah-buah jeruk nipis lebat bergelantungan di tanam sebagai tabulampot

Salah satu kehebatan nutrisi yang dikandung dalam buah-buahan (termasuk jeruk nipis) adalah ketika dikonsumsi masih dalam keadaan segar. Kesegaran buah paling optimal adalah ketika jeda waktu antara petik (panen) dengan konsumsi sekecil mungkin. Untuk mendekati kaidah ini yang paling sederhana adalah menanam sendiri di kebun atau halaman rumah tempat kita tinggal sehari-hari.

Keuntungan lain dengan menanam sendiri adalah: selalu tersedia setiap saat dibutuhkan. Ketika kepingin masak soto di sore hari, tinggal petik di kebun. Cukup repot jika harus ke supermarket dulu, dan menunnggu tukang sayur lewat juga tidak mungkin karena mereka biasanya keliling pada pagi hari.

Apalagi jika tiba-tiba tenggorokan terasa gatal, perasan jeruk nipis + madu akan menjadi obat herbal yang enak dan ampuh mengusir si ehem.

Bunga jeruk nipis, cantik berkelopak putih

Bunga jeruk nipis, cantik berkelopak putih

Pada umumnya pohon kerabat jeruk-jerukan, pohon jeruk nipis relatif mudah tumbuh di sebagian besar wilayah Indonesia. Buahnya berwarna hijau, jika telah cukup tua berubah menjadi kekuningan. Ukurannya diameter buahnya sekitar 4-5 cm.

Salah satu keunggulan tanaman ini adalah mampu berbuah terus menerus alias tidak mengenal musim. Meski di tanam di pot sekalipun tanaman ini tetap mampu memamerkan buah-buah ranum yang lebat bergelantungan. Sehingga tak hanya berfungsi sebagai apotik hidup, namun berperan pula sebagai tanaman penghias halaman.

Tabulampot jeruk nipis

Tabulampot jeruk nipis

Di halaman rumah saya di Semarang ada satu batang tabulampot pohon jeruk nipis yang berbuah lebat. Bibitnya waktu itu saya peroleh dari lapak seorang penjual tanaman hias di Jl. Arteri Sukarno Hatta Semarang,

Saya tertarik memboyong satu pohon ke rumah karena kelebatan buahnya meskipun hanya ditanam di dalam polibag hitam dengan media sekam padi. Sampai di rumah saya pindahkan ke dalam pot plastik daur ulang berdiameter sekitar 40 cm.

Perawatan Tanaman
Tabulampot jeruk nipis sebenarnya tidak membutuhkan perawatan rumit. Yang paling penting adalah penyiraman secara teratur karena volume media tanam yang terbatas di dalam pot pasti akan cepat kering.

Di musim penghujan penyiraman hampir tidak perlu dilakukan, karena kebutuhan air tercukupi dari kucuran air hujan yang hampir turun setiap hari.

Namun jika musim telah berganti menjadi kemarau, lakukan penyiraman ketika media telah kering. Frekuensi penyiraman juga tergantung pada porositas media tanam yang digunakan. Saya biasa menyiram 2 hari sekali. Media tanam yang biasa saya gunakan, yaitu berupa campuran sekam padi + tanah kebun + pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Perawatan lain yang perlu dilakukan adalah pemupukan. Agar tanaman tumbuh alami seperti kondisi asli di alam, cukup diberikan pupuk kandang atau kompos yang telah benar-benar matang sebulan sekali. Lebih baik lagi jika pupuk telah di fermentasi dengan mikro organisma menyubur tanah semacam EM-4. Hanya dengan pemupukan sederhana seperti ini saja, tanaman telah tercukupi kebutuhan haranya secara organik.

Hama yang paling suka mengganggu tanaman jeruk adalah belalang dan ulat hijau yang memakan daun. Cukup dibasmi secara mekanis dengan menangkap dan membuangnya. Penyeprotan dengan pestisida sebaiknya tidak dilakukan, mengingat buah akan dikonsumsi sendiri. Pestisida bersifat racun dan akan terus menempel pada buah, sehingga akan menimbulkan dampak negatif jika sampai masuk ke dalam tubuh.

Ulat hijau pemakan daun jeruk

Ulat hijau pemakan daun jeruk, cukup di basmi secara mekanis, diambil dan dimatikan

Pemangkasan juga penting dilakukan agar sosok tanaman terlihat rapi, nyaman dan enak dipandang mata. Buanglah cabang-cabang yang saling bertumpuk  dan terlihat tidak produktif. Untuk tanaman yang di tanam di tanah pemangkasan juga berfungsi untuk menjaga agar sosok tanaman tidak semakin meninggi yang menyulitkan saat memanen buahnya.

Selamat berkebun!


Share :

3 thoughts on “Menanam Tabulampot Jeruk Nipis

  1. Khair

    sekali panen jeruk nipis dapat berapa kg mas?

    mangKoko says:
    He he … nggak sampai kilo-kiloan sih! Apalagi cuma di pot.
    Dipetik kalau lagi pengin buat teh krampul, atau untuk penyedap soto. Tetapi selalu ada lho, hampir nggak pernah berhenti berbuah
    :-)

    Reply
  2. Prasetyo

    kayaknya gak terlalu ribet ya nanemnya, bisa dicoba dulu atu di dpan rumah..

    mangKoko says:
    Coba saja mas .. :-)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.