Mengenal Pohon Bidara

By mangkoko : last updated 05 Oct 2016

Pernahkah anda melihat pohon bidara? Pohon ini kini memang sudah semakin jarang ditemukan di sekitar kita, sehingga banyak yang tidak tahu keberadaannya. Pohon bidara (Sizipus mauritania) menghasilkan buah dengan ukuran kira-kira seukuran kelereng hingga sebesar telur ayam, namun kurang enak dimakan. Mungkin karena faktor rasa inilah sehingga tidak banyak orang tertarik menanamnya.

Daun bidara, jika diremas akan berbusa seperti sabun

Daun bidara, jika diremas akan berbusa seperti sabun

Di halaman rumah mangKoko di Semarang, tumbuh sebatang pohon bidara kultivar unggul yang ditanam sebagai tabulampot. Jenis kultivar ini populer disebut putsa, atau ada pula yang menyebutnya sebagai Apel India. Berbeda dengan bidara, buah putsa sangat enak dimakan, manis dan renyah seperti apel. Bentuk dan warna daun putsa relatif sama dengan bidara, hanya ukurannya lerlihat lebih besar. Batang putsa juga tidak ditumbuhi duri sehingga tidak terlalu mengganggu di tanam dihalaman.

Baca pula:  Putsa – Apel Dataran Rendah yang telah ditulis sebelumnya.

Duri-duri yang terdapat di batang bidara

Duri-duri yang terdapat di batang bidara

Pohon bidara termasuk tumbuhan perdu, namun sosoknya mampu tumbuh setinggi sekitar 15 meter. Percabangan pohonnya menyebar ke segala arah dan memanjang menjuntai, terdapat duri-duri yang tumbuh di bagian penumpu daun.dengan daun-daun berwarna hijau. Konon daun-daun muda dapat dimakan dijadikan sayuran. Jika anda meremas daun bidara maka akan mengeluarkan sedikit busa seperti sabun, sehingga diyakini berfungsi sebagai pembersih.

Bidara (Sidr, dalam bahasa Arab) termasuk salah satu pohon yang disebut pada beberapa surah dalam Al-Quran. Dan dianjurkan digunakan dalam beberapa prosesi ibadah. Daunnya dianjurkan digunakan sebagai pembersih bagi wanita ketika mandi wajib bersuci setelah haid. Juga dianjurkan untuk menghilangkan najis dari tubuh jenazah yang sedang dimandikan.

Perbandingan daun bidara dan putsa

Perbandingan daun bidara dan putsa

Pohon bidara termasuk tumbuhan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baik kering maupun basah. Wikipedia menyebutkan bahwa: kualitas buahnya paling baik jika ditanampada lingkungan yang panas, kaya cahaya matahari, dan cukup kering, namun hendaknya mengalami musim hujan yang memadai untuk menumbuhkan ranting, daun dan bunga, serta untuk mempertahankan kelembaban tanah selama mematangkan buah. Bidara berkembang luas pada wilayah dengan curah hujan 300–500 mm pertahun.

Hal ini terbukti dengan bidara (kultivar unggul) dari bibit yang dibeli di tempat dan waktu yang sama, dan di tanam di dua tempat yang berbada yaitu di Semarang dan Salatiga. Ternyata lebih cepat berbuah dan lebat buahnya di tanam di Semarang (daerah pesisir pantai) yang cuacanya panas, dibanding ditanam di daerah Salatiga yang lebih sejuk.

Pohon bidara di Taman Nasional Baluran (Credit foto pada: Wibowo Djatmiko - id.wikipedia.org)

Pohon bidara di Taman Nasional Baluran (Credit foto pada: Wibowo Djatmiko – id.wikipedia.org)

Bibit-bibit bidara kultivar unggul biasanya berupa okulasi dengan batang bawah berasal dari bidara lokal (bidara berduri), karena memang telah lebih dahulu beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia sehingga perakaran relatif lebih kuat dan lebih tahan terhadap serangan hama, terutama hama-hama yang berasal dari dalam tanah. Meskipun secara umum tanaman ini tidak banyak hama yang menyerang. Mungkin hanya lalat buah yang perlu diwaspadai karena membuat buah matang membusuk di bagian dalamnya. Solusinya sangat sederhana, yaitu dijaga kebersihan lingkungan kebun, pasang perangkap lalat buah dengan eugenol, atau yang paling sederhana adalah dengan membungkus pentil buah seperti halnya buah-buah lain seperti belimbing dan jambu kristal.

Referensi:
1. id.wikipedia.org


Share :

3 thoughts on “Mengenal Pohon Bidara

  1. Fikr

    Wah, di sekolah saya ada juga pohon yang satu ini. Katanya kalau mau budidaya harus lewat biji ya gan? Kalau di cangkok atau stek katanya nggak bisa.

    mangKoko says:
    Mas Fikr,
    Bibit yang tersedia di penangkar bibit biasanya berupa sambung pucuk

    Reply
  2. tony

    Tolong diperbaiki REDAKSINYA,….. ukuran buah Bidara Semisal ukuran TELUR AYAM?
    Sangat tidak Masuk Akal.
    di NTB dan NTT sangat banyak pohon bidara , buahnya paling besar hanya sebesar KELERENG.

    mangKoko says:
    Hallo mas Tony,
    Trims atas koreksinya.
    Beberapa kultivar unggul buah bidara memang bisa berukuran sebesar telur ayam, bahkan bisa lebih besar lagi. Nama populernya adalah putsa, atau apel india. Dan putsa ini enak dimakan coba baca di: Putsa Apel Dataran Rendah

    Reply
  3. Rahmat Karim

    Saya berminat nih, baik putsa maupun bidaranya. Satu batang berapa harganya? CP 081329786061 lokasi Wonogiri
    Terima kasih sebelumnya.

    mangKoko says:
    Hallo mas Rahmat Karim,
    Jika bibit putsa tak ada di sekitar Wonogiri. Membeli lewat online saya rasa sangat memungkinkan. Coba cari di penjual bibit online. Atau gunakan Google untuk mencarinya dengan kata kunci: jual putsa, jual apel india.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.