Putsa, Apel Yang Tumbuh Subur di Semarang

By mangkoko : last updated 02 Mar 2016

Ada tanaman apel bisa tumbuh dan berbuah lebat di Semarang lho! Namun memang bukan tanaman apel seperti yang biasa kita temukan di Kota Batu, Malang atau daerah dataran tinggi lain. Apel yang satu ini adalah jenis tanaman buah yang bisa tumbuh di dataran rendah seperti Semarang atau Jakarta. Namanya putsa alias apel India (Ziziphus Mauritiana).

Closeup Buah Putsa, sang Apel Dataran Rendah

Closeup Buah Putsa, sang Apel Dataran Rendah

Buah apel india berbentuk lonjong kira-kira hanya sebesar telur bebek, diameter antara 5 – 6 cm, dengan berat 50 – 85 gram per buahnya. Kulit buahnya berwarna hijau mengkilat ketika masih muda dan akan berwarna sedikit kekuningan ketika sudah matang. Daging buahnya berwarna putih. Rasa buah yang telah matang sungguh manis, lebih manis dari rasa apel pada umumnya. Tekstur kulit dan buahnya renyah, kres saat digigit seperti tekstur jambu mutiara. Saat dikunyah kulit buahnya tidak terasa alot. Berbeda dengan kulit apel, misalnya apel Malang yang kulit buahnya terasa agak liat (alot) saat dikunyah. Di tengah daging buah terdapat biji tunggal berbentuk lonjong berwarna coklat muda seukuran biji jamblang (duwet).

Putsa memang belum menjadi buah komersial, sehingga sulit ditemukan di pasaran. Kabanyakan baru ditanam di halaman rumah para penggemar tanaman. Pohon-pohon putsa yang berukuran besar dapat dijumpai di Kampoeng Kopi Banaran, sebuah Cafe dan taman di tengah perkebunan kopi yang lokasinya ada di pinggir jalan Semarang menuju Solo.

Konon di daerah Bojonegoro buah putsa dikebunkan secara komersial, kemudian diolah menjadi sirup putsa dan dodol putsa. Apakah rasanya seenak putsa segar ? Terus terang mangKoko belum pernah merasakan produk olahan putsa tersebut.

Pohon putsa dewasa yang tumbuh di halaman Kampoeng Kopi Banaran

Pohon putsa dewasa yang tumbuh di halaman Kampoeng Kopi Banaran

Tanaman putsa sangat rajin berbunga dan terus berbuah lebat sepanjang musim, terlihat atraktif menarik pandangan mata untuk mengaguminya, sehingga menarik pula ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan. Tanaman ini termasuk mudah tumbuh, tidak membutuhkan perawatan khusus. Bahkan di tanam sebagai tabulampot-pun tetap subur memamerkan buah-buahnya yang lebat dan ranum.

Apel India ini berkerabat sangat dekat dengan bidara (Zizhipus Spontanea). Ada yang menyebut putsa sebagai kultivar uanggul dari bidara. Jika diamati, ada beberapa perbedaan diantara keduanya. Buah bidara tidak enak dimakan dan berbentuk bulat, sedangkan putsa agak lonjong. Batang pohon bidara berduri, sedangkan putsa hampir tidak berduri. Kalau toh muncul duri terlihat jarang-jarang dan berukuran lebih kecil. Silahkan baca artikel lebih detil tentang pohon bidara.

Tabulampot Putsa Organik
Di halaman samping rumah mangKoko di Semarang, ada satu tabulampot putsa yang di rawat secara organik. Perawatan utama hanyalah penyiraman 2 hari sekali. Daun-daun putsa terlihat layu jika kekurangan air. Saat dilakukan penyiraman secukupnya, tanaman akan menjadi segar kembali.

Pemupukan hanya berupa pupuk kandang, atau kadang-kadang dikocori pupuk organik cair berupa lindi yang dibuat sendiri dari sampah dedaunan atau pupuk kandang yang difermentasi dengan MOL EM4.

Tabulampot putsa, tumbuh subur di Semarang

Tabulampot putsa, tumbuh subur di Semarang

Pertumbuhan batang putsa cenderung menjalar ke segala arah, sehingga tabulampot putsa perlu dibuatkan ajir atau penyangga dari kayu, bambu atau bahan lain untuk menyangga agar tidak rebah ke tanah. Perlu pula dilkukan pruning atau pemangkasan batang agar pertumbuhan batang lebih terarah dan terlihat rapi.

Beberapa pekebun menyarankan untuk melakukan penjarangan buah, agar buah-buah terpilih tumbuh lebih besar. Buah-buah yang berukuran relatif besar secara ekonomis lebih menguntungkan karena berharga lebih mahal.

Namun mangKoko sendiri tidak pernah melakukan penjarangan. Dibiarkan begitu saja, toh nantinya pentil-pentil buah yang kurang sehat akan rontok dengan sendirinya. Rasanya kok sayang buah-buah yang lebat bergelantungan itu harus di rontokkan. Tanpa melakukan penjarangan buah, hasilnya memang kecil-kecil. Namun karena untuk dimakan sendiri, nggak apalah. Lagipula ukuran tak berpengaruh pada manis tidaknya rasa buah.

Buah-buah putsa saat masih muda

Buah-buah putsa saat masih muda

Secara umum, perawatan paling penting tanaman buah dalam pot (tabulampot) adalah penyiraman rutin. Terbatasnya volume media tanam yang hanya seukuran pot mengakibatkan media tanam cepat mengering sehingga penyiraman rutin adalah sebuah keharusan.

Hama yang terkadang datang hanyalah belalang kuning besar yang suka memakan daun putsa. Cukup di tangkap dan dimatikan. Sebaiknya tidak dilakukan penyemprotan dengan pestisida kimiawi agar pertumbuhan tanaman tetap alami, tidak tercemar racun pestisida kimiawi.

 


10 thoughts on “Putsa, Apel Yang Tumbuh Subur di Semarang

  1. Kisah Foto

    Wah itu apelnya manis ya mas? Hihihi belum pernah nyoba apel ini, hehehe 😀 Biasanya yang hijau identik dengan kecut 😀

    mangKoko says:
    Rasanya sangat manis, biarpun warnanya hijau, akan menjadi sedikit kekuningan jika telah benar-benar matang
    :-)

    Reply
  2. kelik

    Mang koko, pertumbuhan pohon putsa ini cepat atau lambat?foto Tabulampot punya mang koko,tumbuh sebesar itu dalam berapa lama?. Pohon putsa ini jenis berbatang kayu atau bukan ya?kira-kira kalau dibuat bonsai bisa ga mang?

    Maaf banyak pertanyaannya ya kang hehehe…terima kasih sebelumnya

    Salam

    mangKoko says:
    mas Kelik,
    Pertumbuhan putsa bisa dikatakan relatif cepat. Tabulampot putsa di rumah usianya belum sampai 2 tahun mas.
    Putsa termasuk tumbuhan berkayu, pertumbuhan cabang-cabangnya cenderung memanjang (bahasa Jawa-nya: ngelolor) sehingga dibutuhkan semacam pagar penyangga di sekelilingnya agar terlihat rapi.
    Jika melihat pohon putsa yang telah besar, sosoknya tak jauh beda dengan pohon pada umumnya. Sehingga memungkinkan dibuat bonsai, meskipun butuh upaya lebih untuk trainingnya, misalnya perlakuan pruning harus lebih sering.

    Reply
  3. fajar

    saya juga punya mang, kalo mateng baunya kaya mengkudu. subur banget ditanam di pot

    mangKoko says:
    Memang relatif mudah tumbuh.

    Reply
  4. syswo

    di mana bisa dapetin bibitnya bro.. minat … minat

    mangKoko says:
    Di kios2 penjual bibit buah-buahan suka ada mas, atau beli secara online.

    Reply
  5. Andriyani

    Kl apel fuji gak bisa ya mas tumbuh di dataran rendah? Saya coba tanam apel fuji dr biji. Tunasnya uda muncul. Tp saya tkut stelah tumbuh daun akan mati. Sejauh ini saya letak disuhu kamar yg dingin pakai AC. Saya pemula. Ca coba2

    mangKoko says:
    Hallo mbak Andriyani,
    Tanaman yang di tanam di tempat yang tidak sesuai dengan habitatnya, memang akan sulit tumbuh. Meskipun nantinya bisa tumbuh, namun akan sulit berbuah.
    Memang ada cara tertentu dengan membuat green house dan rekayasa habitat di dalam green house disesuakan untuk mendekati lingkungan aslinya, tetapi cara ini memang menjadi sangat rumit dan mahal.

    Reply
  6. aris

    Sy minat banget mas…. pengen beli bibitnya kira kira berapa ya ?

    mangKoko says:
    Mas Aris,
    Saya dulu beli bibitnya seharga sekitar 50 ribu di Bangkit Tani Bawen Semarang

    Reply
  7. witra

    Mangkoko, saya punya putsa bru beli.. tpi hasil okulasi kyaknya, bedainnya sama bidara gimana ya mang? paling gak klo diliat dri daunnya. trus sinar yg ideal panas apa adem? saya cuman ada sinar matahari jam 11 sampe jam 4-an gitu tengkyu mang!

    mangKoko says:
    Hallo Witra,
    Daun putsa terlihat lebih besar dibanding bidara. Dan batang bidara banyak terdapat duri, sedangkan putsa tidak berduri.
    Saya lihat putsa di Banaran Cafe Plantation di Bawen (dekat Semarang) tumbuh besar di tanam di kebun terbuka yang terkena sinar matahari penuh. Namun tabulampot putsa di halaman rumah kami di Semarang, diletakkan di bawah pohon mangga, tetap tumbuh dan berbuah lebat.

    Reply
  8. zakky

    Batu itu kota madya bukan kecamatan di malang.

    mangKoko says:
    Terima kasih mas Zakky atas koreksinya.
    :-)

    Reply
  9. wulan

    salam kenal mangkoko. Mau tanya kalau mau beli bibit pohon putsa dimana ya? pengen banget punya

    mangKoko says:
    Hallo mbak Wulan,
    Kalau anda tinggal di sekitar Semarang, coba cari di Bangkit Tani – Bawen, atau di Hortimart. Kalau mau beli online, banyak kok yang menyediakan. Coba saja searching.

    Btw. tulisan2 di blog anda bagus lho!
    Kalau berkenan, saya undang mbak Wulan menjadi kontributor di mangKoko.com

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.