Setangkai Anggrek Bulan

By mangkoko : last updated 29 Sep 2014

Setangkai anggrek bulan .. Yang hampir gugur layu .. Kini segar kembali .. Entah mengapa .. Bunga anggrek yang kusayang .. Kini tersenyum berdendang .. Bila engkau berduka .. Matahari tak bersinar lagi .. dst.

Adakah sahabat yang mengenal lagu lirik lagu diatas ?
Nggak apa-apa jika nggak tahu. Karena ini memang lagu jadul yang dipopulerkan oleh pasangan suami isteri Titiek Sandhora dan Muchsin sekitar tahun 1980an.

Entah karena kepopuleran lagu anggrek bulan atau memang karena penampilannya yang memang sangat menawan, bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) juga menjadi bunga yang sangat populer di Indonesia, bahkan dinobatkan sebagai salah satu dari 3 bunga nasional (national flowers), atau puspa pesona Indonesia. Dua yang lain adalah bunga melati (Jasminum Sambac) dan bunga Raflesia (Rafflesia Arnoldii).

Anggrek bulan putih

Anggrek bulan putih

Anggrek bulan umumnya berbunga warna putih, tetapi saat ini terdapat banyak anggrek bulan silangan baru dengan berbagi macam warna seperti kuning, ungu, merah dan corak yang sangat menarik. Diameter bunga yang telah mekar sekitar 10 cm. Salah satu keunggulan bunga ini bisa bertahan cukup lama, sehingga sering dipakai sebagai bunga potong dan dipakai untuk karangan bunga. Aroma bunga tidak terlalu kuat, anda harus mendekatkan hidung ke bunga yang telah mekar untuk dapat mencium keharumannya.

Tanaman ini bersifat epifit, di habitat aslinya akar akan menempel pada batang tanaman lain tanpa merugikan tanaman yang ditumpanginya. Batangnya tergolong monopodial, dimana karakter pertumbuhannya mengarah ke atas dari satu titik di bagian bawah yang berupa batang tunggal. Sedangkan tangkai bunga akan tumbuh dari sisi-sisi batang atau diantara ketiak daunnya

Daun anggrek bulan berwarna hijau, tebal, berbentuk memanjang dan meruncing di bagian ujungnya. Bagi para pekebun yang berpengalaman, hanya dengan mengamati warna daunnya, mereka bisa mengidentifikasi tingkat kebutuhan paparan sinar matahari yang optimal untuk tanaman. Jika daun berwarna hijau segar menunjukkan intensitas matahari sudah optimal. Jika berwarna kekuningan, berarti kekurangan paparan matahari. Sedangkan jika berwarna kecoklatan menunjukkan intensitas paparan sinar matahari yang terlalu berlebih.

Anggrek bulan batik

Anggrek bulan batik

Lingkungan ideal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah di tempat-tempat yang sejuk. Tidak tahan terhadap paparan sinar matahari langsung, sebaiknya ditempatkan di bawah naungan pepohonan atau shading net. Kelembaban sebaiknya dijaga maksimal 70%, dengan cara ditempatkan pada lokasi yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Lingkungan dengan aerasi buruk dan terlalu lembab akan menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan tanaman anggrek mudah busuk.

Penyebaran geografis tanaman ini meliputi Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua dan juga di benua Australia. Tumbuh subur di hutan-hutan tropis sampai ketinggian 600 m dpl.

Jika menginginkan foto anggrek bulan sebagai wallpaper, telah tersedia untuk didownload :
Koleksi aneka macam wallpaper anggrek bulan.


Share :

2 thoughts on “Setangkai Anggrek Bulan

  1. alamendah

    Banyak hasil persilangan dengan bunganya yang beraneka warna. Namun saya selalu saja lebih suka anggrek bulan yang putih. :)

    Reply
    1. mangkoko Post author

      Terima kasih atas kunjungannya mas,
      Kapan-kapan kalau lagi lewat Pati boleh mampir ya !
      Biar bisa motret koleksinya !

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.