Tabulampot Beach Cherry

By mangkoko : last updated 16 Nov 2016

Tanaman Beach Cherry (Eugenia Reinwardtiana) adalah tanaman perdu yang menghasilkan buah kecil-kecil seukuran buah kersen. Berwarna hijau saat buah masih muda, akan berubah menjadi kuning dan kemudian merah tua setelah benar-benar matang. Rasanya manis segar, berdaging relatif tipis, terdapat biji di dalamnya. Mirip seperti buah kopi.

Buah bech cherry, hijau masih mendah dan merah tua setelah matang

Buah bech cherry, hijau masih mendah dan merah tua setelah matang

Konon tanaman ini didatangkan pertama kali ke Indonesia oleh Dr.Muhammad Reza Tirtawinata pada tahun 1996 dari Australia. Tanaman ini cukup populer karena sosoknya yang perdu tidak membutuhkan lahan luas, sehingga ideal ditanam di dalam pot (tabulampot). Cantik sebagai penghias rumah-rumah di perkotaan yang umumnya berhalaman sempit. Daunnya selalu terlihat hijau (evergreen) di selingi buah-buah mungil yang enak dimakan. Jadi, beach cherry adalah penghias halaman sekaligus sumber nutrisi sehat bagi keluarga.

Beach cherry termasuk tanaman yang mudah ditanam. Jarang terserang hama dan penyakit. Dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang yang beriklim panas dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah.

Di halaman depan rumah saya di Semarang tumbuh sebatang beach cherry. Tumbuh subur di dalam pot kecil berdiameter 30 cm. Hingga saat ini telah berkali-kali berbuah. Dulu saya dapatkan bibit tanaman ini di Bogor. Di sekitar Semarang, sangat jarang ditemukan. Kalau tidak salah, di Toko Trubus (Jl. Pamularsih) ada.

Menanam Tabulampot Beach Cherry
Saya biasa menanam tabulampot dengan media tanam berupa campuran: pupuk kandang + arang sekam + tanah kebun. Dengan perbandingan 1:1:1. Jika tidak ada arang, boleh diganti dengan sekam mentah. Komposisi media tanam seperti ini cukup ideal untuk tabulampot. Sifatnya ringan, porous dan mudah ditemukan di mana-mana.

Tabulampot beach cherry

Tabulampot beach cherry

Komposisi arang sekam dan tanah kebun bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Semakin banyak komposisi arang sekam, sifat media akan semakin porous. Media tanam yang terlalu porous akan membutuhkan frekuensi penyiraman yang lebih sering.

Pupuk kandang di dalam media tanam berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Boleh pula menambahkan pupuk NPK, meskipun saya sendiri tidak pernah melakukannya. Saya lebih suka memperlakukan tanaman secara organik: dengan tidak menambahkan pupuk dan pestisida kimiawi. Pemupukan ulang perlu dilakukan lagi setelah 2 sampai 3 bulan. Caranya cukup ditaburkan di atas media tanam.

Akan lebih baik lagi jika rutin tiap bulan di kocori pupuk organik cair. Pupuk organik cair bisa kita buat sendiri dengan cara merendam pupuk kandang atau kompos dengan biang mikro organisma alami semacam EM-4.

Perawatan Tanaman Beach Cherry
Seperti pada umumnya tabulampot, perlu dilakukan perawatan rutin agan penampilan tanaman tetap cantik, enak dipandang, dan menghasilkan buah secara optimal. Cara perawatan:

  1. Lakukan pemangkasan dahan. Pemangkasan ini bertujuan agar tanaman terlihat rapi, proporsional dengan ukuran pot tempat tumbuhnya. Pemangkasan ini sekaligus berfungsi untuk merangsang pembungaan yang kelak akan menghasilkan buah.
  2. Lakukan penyiraman setip 2 hari sekali. Namun jika cuaca sangat terik dan tanaman telah terlihat agak layu, lakukan penyiraman setiap hari. Penyiraman terbaik dilakukan pada pagi hari.
  3. Kocori dengan pupuk organik cair sebulan sekali.
  4. Jika ada serangga pengganggu, tangkap dan matikan secara manual. Jangan disemprot dengan pestisida kimiawi. Agar tanaman tetap tumbuh alami dan menghasilkan buah yang tidak tercemar racun dari pestisida.

Nilai Ekonomis Beach Cherry
Buah beach cherry memang tidak populer sebagai buah konsumsi. Meskipun berasa manis segar, namun karena ukurannya yang mungil dan berbiji di tengahnya, menjadi tidak cukup menarik diperdagangkan sebagai buah komersial.

Namun tanaman beach cherry tetap memiliki nilai ekonomis jika di perjual-belikan sebagai tanaman hias berbuah. Ukuran tanaman relatif kecil, cukup ditempatkan pada pot kecil ber-diameter sekitar 30 cm. Tidak seperti tabulampot lain, misalnya mangga, rambutan atau kelengkeng yang membutuhkan pot besar, minimal diameter 50 cm.

Sekitar akhir tahun 2013 lalu, tabloid Kontan pernah mempublish laporan tentang: bisnis jual beli bibit tanaman beach cherry yang menggiurkan. Konon para penangkar bibit di Bogor dapat maraih omset sekitar 11 juta perbulan hanya dari tanaman ini saja. Bibit yang belum berbuah mereka jual seharga Rp 50.000,-. Sedangkan bibit yang telah berbuah bisa dibandrol hingga  Rp 125.000,-.

 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.