Jamblang Putih, Lebih Manis dan Tidak Sepet

By mangkoko : last updated 03 Mar 2016

Awal bulan Nopember ini, dompolan buah jamblang putih yang mangKoko tanam di pot telah matang sempurna. Setelah menunggu selama setahun sejak tanam, sekaranglah saatnya icip-icip sang buah eksotis, plum van java.

Seperti apa sih rasanya?
Woow … ternyata sungguh nikmat rasanya, lebih enak dibanding saudaranya yang berwarna hitam!

Buah jamblang putih

Buah jamblang putih

Jamblang putih (Syzygium cumini) adalah varietas unggul tanaman jamblang atau duwet (Jawa). Varietas yang berwarna putih ini selain mudah tumbuh di sebagian besar wilayah Indonesia, juga cepat berbuah. sehingga cukup ideal di tanam di dalam pot (tabulampot).

Sesuai dengan namanya: kulit buah jamblang putih berwarna  hijau muda – keputih-putihan (broken white). Berbeda dengan buah jamblang yang selama ini banyak dikenal yang berwarna ungu kehitaman.

Daging buahnya terasa manis, jauh lebih manis dari jamblang hitam. Rasa sepat (sepet) khas jamblang hampir tidak terasa, sedikit sekali, sehingga lebih nikmat kala dikunyah. Zat astringent yang terkandung di dalam daging buah jamblang putih tak begitu kuat sehingga tidak menyebabkan lidah terasa kesat setelah memakannya.

Baca juga artikel tentang jamblang hitam: Kemarau Panjang, Musim Buah Jamblang.

Ukuran buah jamblang putih sama dengan jamblang hitam. Berbentuk lonjong, dengan diameter sekitar 3 x 2 cm. Berat per butir buah sekitar 8 – 10 gram. Terdapat biji tunggal di dalamnya.

Menanam Tabulampot Jamblang Putih
Di Semarang, saya menanam tabulampot jamblang putih pada bulan Nopember, setahun lalu. Persis 1 tahun sejak bibit ditanam, tanaman telah memunghasilkan buah untuk yang pertama kali. Relatif cepat berbuah, sehingga ideal di tanam sebagai tabulampot.

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) memang aktifitas yang menarik dilakukan di wilayah perkotaan. Berkebun buah namun tidak membutuhkan lahan luas. Menjadi penghasil buah segar sekaligus menghijaukan halaman rumah tempat tinggal.

Saya menanam jamblang putih dari bibit sambung pucuk. Bibit di peroleh dari Hortimart Agro Center di daerah Bawen, berjarak sekitar 30 km sebelah selatan kota Semarang.

Bibit tanaman jamblang putih

Bibit tanaman jamblang putih

Media tanam yang digunakan untuk tabulampot berupa campuran: pupuk kandang (kambing) + sekam bakar + tanah kebun dengan perbandingan 1:1:1. Ini adalah campuran media tanam standard yang biasa saya pakai untuk keperluan tabulampot. Komposisi perbandingan tidak mutlak. Penambahan komposisi sekam bakar akan membuat media tanam semakin porous.

Pot yang digunakan adalah pot plastik daur ulang dengan diameter 40 cm, atau lebih. Semakin besar pot yang digunakan, tentu saja semakin bagus untuk pertumbuhan tanaman. Namun resikonya akan semakin berat dipindahkan. Dan kebutuhan media tanam juga semakin banyak.

Tabulampot Organik
Semua tabulampot yang saya tanam, diperlakukan secara organik. Tidak dipupuk dengan pupuk kimiawi, tidak pula disemprot dengan pestisida kimiawi buatan pabrik. Pemupukan hanya dengan menambahkan pupuk kandang di permukaan media.

Akan lebih baik jika terkadang  disiram dengan pupuk organik cair yang dibuat sendiri dari rendaman pupuk kandang atau kompos ditambah MOL (Mikro Organisme Lokal) semacam EM4.

Fase Pertumbuhan Buah Jamblang Putih:

  1. Bulan Agustus 2015: dari batang tanaman mulai memunculkan bakal bunga untuk yang pertama kali. Kuncup bakal bunga berwarna putih kekuningan, berbentuk mirip kucup jambu air namun berukuran lebih kecil.

    Bakal bunga jamblang putih

    Bakal bunga jamblang putih

  2. Seminggu kemudian bunga mulai mekar. Lagi-lagi bentuk bunga jamblang putih sangat mirip dengan bunga jambu air, namun berukuran mini.

    Bunga jamblang putih yang telah mekar

    Bunga jamblang putih yang telah mekar

  3. Sebagian besar bunga rontok. Namun ada beberapa yang bertahan menjadi pentil buah. Dua bulan kemudian (Oktober 2015) pentil buah yang tidak rontok terlihat segar, berwarna hijau muda. Seperti terlihat pada gambar di bawah.

    Pentil buah jamblang putih

    Pentil buah jamblang putih

  4. Sebulan kemudian (awal Nopember 2015) buah-buah jamblang telah matang sempurna. Daging buah terasa lunak dipegang. Warna hijau mulai memudar menjadi keputih-putihan.

    Buah jamblang putih yang telah matang

    Buah jamblang putih yang telah matang di pohon

Pengendalian Hama Pada Jamblang Putih
Selama setahun tumbuh di pot, tak banyak hama yang datang menyambangi. Memang terkadang ada satu-dua belalang hijau yang singgah memakan daun. Cukup diusir secara manual. Tak perlu disemprot dengan pestisida kimiawi, agar tanaman tak terkontaminasi dengan racun yang terdapat di dalam pestisida yang membahayakan kesehatan manusia.

Hama pengganggu kedua yang saya temukan adalah kutu putih yang menempal di batang buah. Tidak banyak sih. Solusinya cukup dibersihkan dengan disemprot air. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merontokkan bakal buah.

Jika dengan air saja tidak mempan, buatlah pestisida sendiri yang aman bagi lingkungan. Bahannya berupa campuran: air + gerusan bawang putih + sabun cuci piring. Aduk secara merata agar larut dalam air. Kemudian semprotkan pada bagian tanaman yang terserang kutu putih.


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.