[BdH-1/9] Bersahabat Dengan Hipertensi

By mangkoko : last updated 27 Dec 2015

Sekitar 10 tahun lalu tubuh mangKoko kedatangan tamu tak diundang yang bernama hipertensi. Tamu yang tidak membawa kabar gembira ini, tentu saja tidak dipersilahkan masuk. Bahkan sekuat tenaga ditolak keberadaannya. Namun ternyata tamu ini begitu licin, ulet dan bandel. Dengan berbagai senjata, siasat, dan upaya keras baik yang berlabel medis maupun tradisional, tetap saja tidak mampu benar-benar mengusir tamu kurang ajar ini. 

Hypertention, High Blood Pressure

Hypertention, (Credit image to: www.thehealthsite.com)

Saking kehabisan akal, terbersit sebuah ide : bagaimana jika tamu ini tidak lagi dipandang sebagai lawan, tetapi justru diperlakukan sebagai kawan ?

Konon seekor binatang paling liarpun ternyata bisa dijadikan sahabat. Di tahun 90-an ada sebuah film berjudul “Dance with Wolves”  yang dibintangi oleh Kevin Costner. Film epic ini bercerita tentang keselarasan hubungan antara manusia dengan seekor serigala di alam liar.  Narasi yang mengalir apik disertai photography yang cantik memotret sebuah kehidupan alami di padang belantara Amerika ini mampu menyedot perhatian pemirsa sehingga menjadi film box office, sekaligus menyabet 7 piala Oscar.

Dance With Wolves, sebuah film epic yang dibintangi Kevin Costner

Dance With Wolves, sebuah film epic yang dibintangi Kevin Costner

Mengambil analogi Dance With Wolves, seekor serigala di alam liar jika dipersepsi sebagai lawan akan selalu menjadi ancaman, yang setiap saat menimbulkan rasa tidak aman. Lengah sedetik saja, gigitan gigi taring dan cabikan kuku-kuku nya yang tajam benar-benar bisa mematikan. Demikian pula dengan hipertensi. Bagaikan seekor serigala liar yang selalu setia menunggu kelengahan mangsanya. Di saat yang tepat, diam-diam akan menerkam secepat kilat tanpa ampun. Diam-diam sangat mematikan, seakan tanpa sebab sebelumnya. Sehingga pantas jika sang serigala buas bernama hipertensi terkenal sebagai “The Silent Killer”.

Bersahabat Dengan Hipertensi bukan membahas tentang “Cara Ampuh melawan Hipertensi” , atau “Obat Mujarab penakluk Hipertensi”, bukan pula testimoni yang mengabarkan tentang ampuhnya herbal tertentu untuk mengobati hipertensi. Kabar “angin sorga” seperti ini memang selalu menarik disimak. Karena selalu menawarkan cara instan untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Sesuatu yang berlabel “herbal” sering dipersepsi lebih aman. Padahal belum tentu. Jika anda memutuskan mengambil jalan-jalan pintas seperti ini, harus mempersiapkan diri untuk kecewa dan menjadi kutu loncat. Meloncat dari cara ampuh X ke cara ampuh Y. Mencoba obat mujarab A ke obat mujarab B. Begitu seterusnya terjadi uji coba pada tubuh kita tiada akhir. 

Di sini sahabat sekalian akan saya ajak bersama-sama mencoba memahami diri sendiri, menghargai diri sendiri dan menyayangi diri sendiri. Dengan cara mau mendengarkan suara dan lonceng yang asal suaranya dari dalam tubuh. Tubuh kita ini adalah merupakan sebuah system yang memiliki kecerdasan alami, yang tahu persis apa yang dibutuhkan dan apa yang seharusnya dihindari untuk menjamin kelancaran dan keselarasan fungsi seluruh komponen yang terintegrasi di dalamnya. Kita sering pura-pura tuli, tidak mendengar dentang lonceng peringatan yang berasal dari tubuh sendiri. Baru tersadar kemudian ketika badai telah terjadi.

Bersahabat Dengan Hipertensi merupakan sebuah paradigma bagaimana memperlakukan hipertensi bukan sebagai penyakit yang harus dilawan. Tetapi sebagai sahabat yang digauli setiap hari dan dimengerti sifat dan karekternya dengan baik. Bukan lagi dipandang sebagai lawan, tetapi kawan yang selalu setia memperingatkan jika ada sesuatu yang kurang beres di tubuh kita.Menjadi sahabat yang setia menegur jika ada perilaku tidak sehat yang kita lakukan. Karena memang hipertensi itu sendiri bukan kuman, bukan virus, bukan kekurangan mineral tertentu dari tubuh kita. Tetapi merupakan sebuah system peringatan dini akan adanya sesuatu yang tidak semestinya terjadi pada system utama di dalam tubuh.

Jadi berbahagialah saya atau anda yang memiliki hipertensi. Yang artinya memiliki system peringatan dini yang ampuh untuk menjaga keselarasan dan kesehatan tubuh kita. (Pada paragraph ini pernyataannya memang sangat subyektif untuk menghibur diri sendiri … he he …)

Agar tidak membosankan karena ceriteranya cukup panjang, maka akan ditulis secara berseri menjadi 9 bagian atau episode, dengan tema bahasan sebagai berikut :

  • Episode 1: Bersahabat Dengan Hipertensi, sebagai sebuah pengantar.
  • Episode 2: Mengamati Diri Sendiri
  • Episode 3: Mengenal Sang Sahabat
  • Episode 4: Obat resep dokter atau alternatif ?
  • Episode 5: Berguru pada orang Okinawa
  • Episode 6: Menggunakan Paradigma Berbeda
  • Episode 7: Seperti Orang Menuruni Gunung
  • Episode 8: Pendekatan Holistik Bukan Parsial
  • Episode 9: Hasilnya Ada Di Dalam Proses

Laman yang sedang anda baca ini adalah episode 1: Bersahabat Dengan Hipertensi, yang merupakan pengantar untuk keseluruhan bahasan (episode 2 dan seterusnya) tentang mengelola hipertensi yang bersemayam di dalam tubuh kita. Episode 2 dan seterusnya akan tersedia untuk dibaca jika masing-masing judul episode diatas telah berubah menjadi hyperlink. Mohon sabar ya !

Artikel berseri ini mungkin hanya seperti sebuah catatan perjalanan yang sangat kental aroma subyektifitas. Bukan sebuah rujukan yang pasti benar untuk setiap orang. Pandanglah sekedar sebagai sebuah ceritera inspirasional untuk menambah semangat menjalani gaya hidup sehat. Berikut sebuah ungkapan menarik untuk mengakhiri artikel pengantar ini :

Kesehatan memang bukan segala-galanya,
namun segalanya tidak akan berarti tanpa kesehatan.

Semarang, 14 July 2014


Share :

One thought on “[BdH-1/9] Bersahabat Dengan Hipertensi

  1. Dunia Ely

    Kepo dengan Episode ke 2 mas tentang pengamatan diri sendiri, pasti seru nih :)ditunggu ya

    mangKoko says:
    He he … maaf kalau bikin kepo :-)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.