5 Cara Instan Meredakan Amarah

By mangkoko : last updated 02 Mar 2016

Apakah anda mudah marah? Anda pasti telah menyadari bahwa marah tak baik untuk diri and sendiri. Marah itu sungguh menguras energi. Membuat diri kelelahan fisik maupun psikis. Jika terakumulasi dalam jangka waktu lama akan menjadi pemicu berbagai macam gangguan kesehatan. Terutama yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Akibatnya bisa sangat fatal.

Jadi bagaimana, apakah kita harus pandai-pandai menahan amarah?

Tunggu dulu, menahan amarah jelas bukan pekerjaan yang mudah!
Orang lain memang tak merasakan akibat dari keberhasilan upaya anda menahan marah. Namun tetap berbahaya bagi kesehatan diri anda sendiri. Sedangkan membiarkan kemarahan lepas bebas tak terkendali, akan berakibat lebih fatal. Selain orang lain merasakan ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas kemarahan anda, juga merusak diri anda sendiri.

Apakah anda mudah marah-marah? Image courtesy of pixabay.com

Apakah anda mudah marah? Image courtesy of pixabay.com

Jadi sekarang pilih mana: menahan amarah atau membiarkan lepas bebas?

Dua-duanya memang bukan pilihan yang enak. Seperti memilih buah simalakama.
Kabar baiknya, ada pilihan ketiga, yakni: meredakan amarah, tanpa anda harus bersusah payah menahannya.

Bagaimana caranya?

Saya mengumpulkan setidaknya: 5 tips atau cara instan untuk meredakan amarah. Tips nomor 1 sampai 3 sungguh sangat sederhana. Mudah dilakukan oleh siapapun, namun tak bisa dilakukan di sembarang tempat. Sedangkan tips nomor 4 dan 5 bisa dipakai siapapun, kapanpun dan dimanapun. Namun cara ke 4 dan 5 ini harus dilatih sebelumnya.

Berikut 5 cara instan meredakan amarah tersebut:

1. Mandi Air Hangat

Cara ini paling sederhana dan siapapun pasti bisa melakukannya. Ketika anda sedang marah di rumah, segeralah ke kamar mandi. Mandilah dengan air hangat. Lebih baik lagi jika terdapat pancuran atau shower.

Berdirilah di bawah guyuran air hangat. Biarkan bulir-bulir air mengucur dari atas ubun-ubun kepala anda. Terus mengalir merambat membasahi permukaan kulit di seluruh tubuh.

Bayangkan: emosi yang sedang memuncak di dalam diri, perlahan-lahan luntur. Terhanyut terbawa air yang terus mengalir dari atas kepala hingga hingga ke telapak kaki.

Santailah, jangan baru-buru menyelesaikan mandi. Biarkan seluruh tubuh anda puas menikmati sensasi hangat dan menyegarkan dari air hangat yang mengalir itu.

Akhirilah jika anda merasa benar-benar fresh, emosi tak lagi memuncak.

2. Saksikan Matahari Terbenam (Sunset)

Matahari adalah sumber kehidupan di bumi. Bisa dikatakan setiap hari kita menikmati matahari. Namun manusia sering tidak menyadari keajaiban sang surya ini. Keindahan alam tersingkap dari tabir kegelapan kala sang surya mulai menampakkan diri di ufuk timur. Dan di kala sore hari sang surya pergi ke peraduannya.

Tips no. 3 Saksikan Sunset

Tips no. 2 Saksikan Sunset. Image courtesy of pixabay.com

Keindahan langit jingga di timur tersingkap kala matahari terbit. Dan juga kala matahari terbenam. Meskipun peristiwa ini terjadi setiap hari, tak segan-segannya manusia memburu pemandangan sunrise dan sunset. Keindahan ini menyegarkan dan menenangkan fikiran.

Jika anda merasa marah menjelang matahari terbenam, ini adalah pertanda baik. Karena amarah anda tak akan bertahan lama. Segeralah ke laur ke tempat terbuka dan saksikan sang surya kala terbenam. Amarah anda akan ikut tenggelam bersama sang surya.

Kenapa hanya disebut matahari terbenam (sunset) ?
Apakah menyaksikan matahari terbit (sunrise) tak memiliki efek yang sama ?
Sesungguhnya sama saja efek terapinya. Namun bukankah sangat jarang seseorang marah tatkala baru bangun tidur di pagi hari, saat matahari baru saja terbit ?

3. Pandanglah Langit

Jika tiba-tiba muncul amarah, namun tidak pada waktu sore hari, tentu tak bisa menunggu hingga sunset tiba bukan? Sebagai gantinya: pandanglah langit. Tak peduli siang atau malam.

Tapi jangan tatap matahari langsung kala sedang bersinar terik, karena bisa merusak mata. Pandangi saja langit biru. Jika banyak terdapat awan disana: pilihlah salah satu bentuk awan yang paling menarik bagi anda. Pandangi terus, dan ikuti kemana awan tersebut bergerak. Amarah kita biasanya akan segera mereda. Seakan-akan tersedot oleh langit luas di atas sana.

Tips no. 3 Pandanglah langit biru berawan. Image courtesy of pixabay.com

Tips no. 3 Pandanglah langit biru berawan. Image courtesy of pixabay.com

Jika malam hari, berbaringlah di tempat terbuka. Pandang bintang gemintang yang kerlap-kerlip menghiasi kelamnya malam. Jika muncul bulan, pandangi dia. Tak perlu berfikir apapun. Cukup mengamati saja benda-benda langit yang muncul. Jangan menilai bagus atau jelek. Jika pikiran anda ngelantur lagi ke obyek pemicu marah, alihkan kembali fokus pada bintang gemintang, atau bulan. Bayangkan amarah anda terbang terserap benda-benda langit tersebut hingga habis tak tersisa.

Memandang ke arah atas, apalagi ke arah langit yang sangat luas, akan menstimulasi meluasnya sisi visual seseorang.

Dalam konsep NLP *), setiap orang memiliki skill dasar yang disebut VAK (V=Visual, A=Auditory, K=Kinesthetic). Idealnya ketiga unsur tersebut dalam keadaan seimbang. Kemarahan biasanya terbentuk kerena sisi visual (V) yang menyempit. Sehingga mengganggu ketidak-seimbangan VAK. Jika kita bisa meluaskan kembali unsur V, maka akan terbentuk keseimbangan kembali. Memandang langit adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk menaikkan unsur V.

4. Sadari: Anda Sedang Marah!

Cara nomor 4 ini sungguh sangat efektif. Konsepnya sederhana, dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Namun membutuhkan latihan yang sungguh-sungguh. Jika anda dapat menguasainya, woow anda menjadi seorang yang luar biasa. Anda bagaikan coboy penunggang kuda yang sangat berwibawa. Laiknya seorang Lone Rangers, atau Old Shartterhand dalam kisah klasik Winnetou yang melegenda.

Konsepnya berasal dari tradisi kearifan masyarakat timur.

Analogi amarah diibaratkan seperti seekor kuda liar. Untuk menjinakkannya, anda harus menunggangi punggung kuda liar itu. Harus bisa bertahan, supaya tak terlempar dari punggung sang kuda. Pegangi kuat-kuat sang kuda, ikuti kemana dia akan bergerak, jangan ditahan, ikuti saja. lama-lama dia akan capek dan menjadi jinak. Menurut apa kemauan sang penunggang.

Bagaimana cara berlatih menunggangi (menjinakkan) kuda liar (emosi)?
Ketika muncul amarah, sadari kalau anda sedang marah. Kebanyakan orang marah tak sadar kalau dirinya sedang marah.

Tips no. 4 Bagaikan seorang Lone Rangers. Image source of www.cnn.com

Tips no. 4 Bagaikan seorang Lone Rangers. Image source of www.cnn.com

Sadari terus amarah anda, detik demi detik, jangan sampai terlepas. Hanya menyadari saja, jangan berusaha menahan amarah, sadari terus, tatap terus. Lama kelamaan kuda amarah akan capek dan mereda dengan sendirinya.

Pada awalnya, membutuhkan waktu untuk meredakan amarah. Latihlah terus dengan selalu menyadari kala muncul amarah. Lama kelamaan waktu redanya amarah akan semakin singkat. Bahkan suatu saat nanti anda akan menemukan keajaiban: kejadian-jejadian yang selama ini membuat anda marah, kini tak lagi menjadi pemicu amarah. Anda akan menjadi lebih tenang, tak lagi mudah tersulut emosi.

5. Reframing

Reframing adalah cara yang sangat ampuh untuk mengusir amarah, bahkan instan. Ini adalah senjata yang benar-benar ampuh. Namun anda perlu juga berlatih untuk dapat memanfaatkannya secara efektif.

Reframing artinya membingkai ulang.

Reframing, bingkai ulang, ubahlah paradigma. Image courtesy of pixabay.com

Reframing, bingkai ulang, ubahlah paradigma anda. Image courtesy of pixabay.com

Sebuah kejadian, atau situasi yang sedang terjadi, bagaikan sebuah lukisan yang tergambar di otak. Gambaran virtual di otak tersebut sebenarnya tak berarti, hingga otak kita membingkainya. Setelah dibingkai dengan persepsi, barulah menjadi berarti. Dan segera memicu respon, berupa rasa sedih, senang, bahkan juga marah.

Reframing adalah sebuah teknik agar kita mampu secara sadar: membingkai ulang sebuah kejadian yang tak mengenakkan, menyulut amarah, kesal, dengan bingkai lain yang berbeda. Sehingga melenyapkan amarah maupun rasa kesal. Bahkan bisa berubah seketika menjadi simpati.

Steven R. Covey, seorang guru pengembangan pribadi yang sangat terkenal dengan bukunya: The 7 Habits of Hinghly Effective People menyebutnya dengan istilah: perubahan paradigma.

Jadi reframing itu sama dengan perubahan paradigma.

Agar lebih mudah memahami hal ini, cobalah simak cerita Steven Covey berikut:

Pada suatu Minggu pagi di kereta bawah tanah New York, orang-orang terlihat duduk tenang dan damai. Sampai suatu ketika naiklah seorang pria dengan anak-anaknya masuk ke gerbong kereta. Anak-anak tersebut begitu berisik, berteriak-teriak, ribut tak terkendali, sehingga merubah keseluruhan suasana. Namun sang Pria duduk diam tak berbuat apapun.

Sulit untuk tidak merasa jengkel,  Saya tak mengerti kenapa dia begitu cuek membiarkan suasana kacau balau ini berlangsung. Tak ada upaya sedikitpun untuk mencegahnya.

Akhirnya, dengan menahan kemarahan, saya berkata,” Pak anak-anak anda benar-benar mengganggu banyak orang. Dapatkah anda mengendalikan mereka?”

Orang itu seolah tersadar akan situasi disekitarnya. Lalu berkata dengan nada sedih, “Oh anda benar. Saya harus berbuat sesuatu. Kami baru saja dari rumah sakit, dimana ibu mereka meninggal satu jam yang lalu.” 

Dari: The 7 Habits of Highly Effective People, Steven R. Covey

Coba anda bayangkan bagaimana perasaan anda jika anda juga berada di tempat itu?

“Paradigma saya berubah!”, kata Steven Covey. “Saya melihat segalanya secara berbeda. Tak lagi ada rasa marah dan kesal, justru berganti menjadi simpati.”

Untuk melakukan reframing, memang tak harus mengetahui kejadian secara yang sesungguhnya seperti cerita Steven. Yang paling penting adalah: anda memiliki frame lain (paradigma lain) yang bisa anda gunakan untuk mengganti paradigma yang sedang berkecamuk di fikiran.

Seperti cerita lagi berikut:

Ketika anda lagi asyik menyetir mobil, tiba-tiba ada mobil ngebut dari belakang yang mendahului anda. Bahkan hampir menyenggol mobil yang anda kendarai.

Apa reaksi anda? Marah dan kesal bukan?

Frame atau bingkai anda saat itu adalah: sopir ugal-ugalan, tak tahu aturan, kurang ajar, membahayakan, tak menghormati orang lain, dan sebagainya. Bingkai ini memicu respon marah dalam diri anda.

Namun jika anda memiliki bingkai lain, dan anda berhasil menggantinya, maka respon anda bisa berubah sama sekali. Misalnya kejadian itu anda bingkai dengan: “oh orang itu lagi panik dan terburu buru ke rumah sakit, karena isterinya menahan kesakitan menjelang melahirkan”.

Atau bingkai lain misalnya: “Oh orang itu ngebut karena menahan sakit: buru-buru cari toilet karena kebelet pipis”.

Hanya sesederhana itulah teknik reframing!
Kuncinya, anda harus menyiapkan “stok bingkai” yang mudah diingat. Agar sewaktu-waktu siap digunakan: membingkai ulang kejadian yang sering membuat anda marah.

Epilog

Mudah-mudahan 5 tips instan meredakan amarah ini bermanfaat untuk sahabat sekalian. Dan silahkan berbagi informasi dengan sahabat anda yang lain jika sekiranya dianggap perlu dan bermanfaat. Caranya: share melalui icon Sosmed di bawah.

Terima kasih telah berkunjung ke rumah virtual mangKoko.

Catatan:
*) NLP singkatan dari Neuro Linguistic Programming, yakni salah satu cabang psikologi terapan yang sangat efektif untuk pengembangan potensi manusia.

Pustaka:

  • NLP, The Art of Enjoying Life, oleh Teddy Prasetya Yuliawan, Penetbit PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Reframing, oleh RH. Wiwoho, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
  • The 7 Habits of Highly Effective People, oleh Steven R. Covey, Penerbit Bina Rupa Aksara
  • The Urgency of Change, oleh Jiddu Krishnamurti, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
  • The Art of Happiness, oleh Dalai Lama & Howard C. Cutler MD.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.